ISIS: Alat Yahudi Menggapai Israel Raya!


Masih ingat tesis Pepe Escobar, wartawan senior Asia Times? “Politik praktis itu bukanlah yang tersurat melainkan apa yang tersirat” (2007). Artinya, tampilan skenario politik yang muncul di panggung hegemoni, seringkali tak mencerminkan sesuatu yang riil dan sebenarnya. Ya, bahwa hidden agenda yang menjadi tujuan pokok suatu pagelaran (politik), justru sering menyamar sebagai “penumpang gelap”. Dengan demikian, membaca hal-hal yang tersirat tidak sekedar daya pikir kritis (out of the box), tetapi juga bagaimana analisis insight (menyelam) terhadap fenomena di permukaan. Artinya, selain kejelian mengolah fakta-fakta yang berserak, memahami anatomi, dan tak boleh dilupakan ialah mencermati masa lalu serta latar belakang dari fenomena dimaksud.

Fenomena Islamic State in Irak and Syam (ISIS) memang telah banyak dikaji berbagai pengamat dan para pakar. Tak ada yang salah dalam kajian mereka, hampir semua analisis mendekati ‘kebenaran’ sebab berbasis data-data. Ada yang menyimpulkan sebagai lanjutan isue al Qaeda karena ‘lakon teroris’-nya (Osama bin Laden) telah tewas; atau ia merupakan upaya lain pihak Barat dalam menghancurkan Islam, dan banyak lagi lainnya. Akan tetapi skema dan benang merah modusnya terlihat lestari dalam kiprah ISIS, yakni selain adu domba sesama umat Islam, juga menampilkan perilaku yang bukan Islam!

Pada catatan singkat dan tak ilmiah kali ini, saya ingin sedikit mengkaji ISIS dari perspektif Erezt Israel (Negara Israel Raya) yang banyak dilupakan orang. Inilah ambisius bangsa yahudi, sekaligus dapat dibilang sebagai syahwat politik yang belum terlampiaskan di planet bumi. Betapa tidak, selama ini mereka menolak batas-batas wilayah yang telah ditentukan pada awal berdirinya Israel (1948). Hingga kini, ia menginginkan wilayah seperti teritorial Raja Salomo (Nabi Sulaiman) tempo doeloe yang membentang antara Pantai Barat Syam (Lebanon dan Syria) hingga ke tepi sungai Eufrat (Kawasan Barat Iraq). Pantaslah bila judulnya Islamic State in Irak and Syam, jadi bukan cuma Syria yang diincarnya, tetapi Negeri Syam (Syam – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) yang meliputi Lebanon, Irak, Palestina, Jordania, dan lainnya. Bukankah ‘dunia internasional’ mengakui wilayah Israel hanya seluas sekarang ini?

Deklarasi ISIS dikemukakan juru bicaranya yakni Syaikh Abu Muhammad Al Adnani Asy Syami pada 29 Juni 2014, dimana ISIS memiliki wilayah meliputi Irak dan wilayah Syam dengan mengangkat Syaikh Ibrahim bin Awad al-Husaini al-Baghdadi (lebih dikenal Abubakar al-Baghdadi) sebagai Khalifah.

Quote:
Misi al Baghdadi ialah memperluas wilayah ISIS dari mulai Allepo di Suriah sampai ke Propinsi Diyala, Irak Timur. Melalui sayap medianya Al Furqon, al-Baghdadi mengingatkan bahwa umat Islam yang tertindas di Cina, India, Palestina, Somalia, Jazirah Arab, Kaukasus, Syam, Mesir, Irak, Indonesia, Afghanistan, Philipina, Iran, Pakistan, Tunisia, Libya, Aljazair dan Maroko perlu segera dibantu. Baghdadi bersumpah untuk ‘memberi pertolongan dan membalas’ secara setimpal atas penindasan terhadap umat Islam tersebut.

Terkuaknya Simon Illiot —nama asli Abubakar al Baghdadi— sebagai agen Mossard (badan intelijen Israel) selaku “ikon”-nya ISIS, kemungkinan besar dirancang agar ia menjadi figur semacam Osama. Illiot atau al Baghdadi memang memiliki fabrikasi dan modus radikalisme gaya baru yakni ‘potong kepala sesama umat Islam’. Jika diperbandingkan melalui permisalan, seandainya al Qaeda itu industri atau pabrik, produk unggulannya adalah terorisme. Maka ISIS selaku pabrik menghasilkan produk unggulan yang dijadikan “ciri” yaitu radikalisme potong kepala manusia, sebagaimana sering mereka tayangkan di berbagai media (sosial). Inilah yang kini terjadi.

Akhirnya kembali pada perspektif tulisan ini, pertanyaannya sederhana, khususnya saya tujukan kepada umat Islam di berbagai mazhab, “Apakah kalian mau digiring serta terjerumus oleh isue untuk mendirikan Negara Israel Raya?”

Penulis : M Arief Pranoto, Research Associate Global Future Institute (GFI)

ISIS cuma ‘unwanted son’ dari bagian propaganda AS, dia akan dimatikan pada saatnya. Saat ini Israel dan AS masih butuh propaganda untuk memojokkan ISLAM. Seperti ingin menunjukkan bahwa sebenarnaya ISLAM lebih brutal dari pada Yahudi sebagai ‘pseudo’ war untuk lebih merangsek masuk ke wilayah GAZA. Trik kuno sebenarnya. AS dan Israel tahu betul sampai sejauh apa ‘spektrum’ ISIS ini bisa di toleransi. tak kan lebih dari wilayah IRAK dan SURIAH dan ada saatnya nanti akan dilucuti dan menjadikan ‘forgotten son’.

Sejak 2003 ISIS dipimpin Abu Umar Al Baghdadi cuma kekuatan kecil dan sporadis. setelah Abu Umar mati dalam pertempuran digantikan Abu Bakar Al-Bahgdadi menjadi sebuah kekuatan fenomenal dibarengi dengan kekacauan di Suriah. Kenapa pada 2013 ISIS secara cepat menjadi kekuatan besar secara tiba-tiba? Darimana sebenarnya persenjataan mereka ? Dan bahkan Al Maliki seperti tak serius memerangi ISIS padahal pemerintahan Irak sendiri merupakan back up an AS ? Disitulah konsensus antara Al Maliki dan AS berperan. Tak ada yang baru dengan gaya AS dan Israel. AS punya PR besar untuk Iran dan Afghanistan. Dan ISIS adalah virus mematikan untuk menyatukan Lebanon, Iran dan Afghanistan. Dan AS, Inggris, Israel punya serumnya suplai senjata. Dan jangan lupa ISIS ada singkatan ISLAMIC STATE di depannya siapa sebenarnya yang akan diharu biru.

Penulis : Tri Nuryawan, Warga Kota Bandung, Jawa Barat

Dokumen NSA: Pimpinan ISIS Aset Intelijen Inggris dan Israel
Quote:
Editor’s note: The validity of the document mentioned below cannot be verified due to the exclusivityof the Snowden cache. Cryptome sent a letter to various sources in possession of the documents, including The New York Times, Washington Post, The Guardian, Barton Gellman, Laura Poitrias, Glenn Greenwald, ACLU, EFF and others demanding an accounting. The allegation about ISIS and al-Baghdadi, however, pairs up with other information demonstrating ISIS is an intelligence asset.

Menurut sebuah dokumen yang baru-baru ini dirilis oleh Whistleblower NSA Edward Snowden, Abu Bakar al-Baghdadi, Pemimpin ISIS, sekarang Negara Islam, adalah seorang aset intelijen.

Dokumen NSA mengungkapkan bahwa Amerika Serikat, Israel dan Inggris bertanggungjawab atas penciptaan ISIS.

Pada awal bulan ini Nabil Na’eem,, pendiri Partai Demokrasi Jihad Islam dan mantan komandan teras pimpinan al-Qaeda, menyatakan semua afiliasi al-Qaeda termasuk ISIS kepada TV pan-Arab, station al-Maydeen yang berbasis di Beirut, bahwa mereka bekerja untuk CIA.

Quote:
ISIS adalah sebuah kelompok teroris yang terlatih dengan baik dan dipersenjatai dengan lengkap dimana saat ini sudah menguasai wilayah yang luas di Iraq dan Syria.

Dokumen NSA menyatakan bahwa kelompok (ISIS) dibentuk oleh intelijen Amerika Serikat, Inggris dan Israel sebagai bagian dari strategi untuk menggelar “the hornet’s nest” dalam rangka menarik Islam militan dari seluruh dunia untuk berjihad di Syria.

Bukti Awal al-Baghdadi Terkait Kepada Intelijen dan Militer

Quote:
Abu Bakar al-Baghdadi “mendapatkan latihan militer secara intensif selama setahun penuh dengan Mossad, disamping pengajaran teologi dan seni berpidato,” dokumen itu menjelaskan, menurut Gulf Daily News, sumbernya dari seorang Bahrain.

Pada bulan Juni seorang pejabat Jordania mengatakan kepada Aaron Klein dari WorldNetDaily bahwa para anggota ISIS dilatih pada tahun 2012 oleh instruktur Amerika Serikat di sebuah pangkalan rahasia di Jordania. Dilaporkan bahwa pada tahun 2012 Amerika Serikat, Turki dan Jordania mengoperasikan sebuah pangkalan pelatihan untuk para peemberontak Syria di kota Safawi, Jordania.

Media korporasi telah menambahkan mengenai bobot mitos Abu Bakar al-Baghdadi, dimana secara berulangkali mengeksposnya sebagai seorang aset intelijen.

Al-Baghdadi dilaporkan sebagai seorang “intermiran sipil” di Camp Bucca, sebuah fasilitas tawanan militer dekat Umm Qasr, Iraq. James Skylar Gerrond, seorang mantan pejabat keamanan dan komandan kamp di Camp Bucca pada tahun 2006 dan 2007, mengatakan pada awal bulan ini bahwa camp “created a pressure cooker for extremism.”

Quote:
“Bukti secara tidak langsung memberi kesan bahwa al-Baghdadi kemungkinan berada di bawah kendali pikiran sewaktu berstatus sebagai tawanan militer Amerika Serikat di Iraq” tulis Dr. Kevin Barrett.

Menciptakan Ancaman Teror Palsu.

Srtategi the hornet’s nest dirancang untuk menciptakan persepsi bahwa Israel terancam oleh musuh di dekat perbatasannya.

Menururt catatan harian pribadi mantan Perdana Menteri Israel, Moshe Sharet, bagaimanapun juga, Israel tidak pernah mengambil secara sesius ancaman Arab atau Muslim terhadap keamanan nasionalnya.

Buku catatan harian “Sharet” mengungkapkan secara eksplisit bahwa pemimpin politik dan militer Israel tidak pernah mempercayai adanya bahaya Arab terhadap Israel, tulis Ralph Schoenman. Israel melakukan manuver dan memaksa negara-negara Arab masuk ke dalam konfrontasi militer, dimana para pemimpin Zionis merasa yakin akan menang, jadi Israel menyelesaikan destabilisasi rezim-rezim Arab dan merencanakan pendudukan di wilayah tambahan.”

Pada tahun 1982 Oded Yinon, seorang wartawan Israel yang terhubung kepada Kementrian Luar Negeri Israel, menulis, The Zionist Plan for the Middle East.

Buku Putih mengusulkan “bahwa semua negara-negara Arab harus dipecah oleh Israel, menjadi negara-negara kecil” dan “memecah Syria dan Iraq yang nantinya menjadi berbentuk negara yng berdasarkan etnis atau agama dengan wilayah-wilayah yang unik seperti di Lebanon, apakah target utama Israel di front sebelah Timur dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.”

Yinon menyarankan, untuk menghancurkan negara-negara Arab dan Muslim, maka harus dilakukan dari dalam dengan mengeksploitasi ketegangan etnis dan agama di dalam negeri mereka.

ISIS: Creation of The CIA
U.S. Caught Training ISIS Terrorist At Secret Jordan Base
ISIS is the World’s Richest Terrorist Group

Bani Israil Dikutuk Hingga Kiamat


Keturunan Bani Israil tidak menerima perlakuan baik dari Mesir.

Keturunan Bani Israil tidak menerima perlakuan baik dari Mesir.
Bani Israil pada dasarnya memiliki karakter yang rapuh, pendendam, pendengki, dan penakut. Sikap tersebut mendorong mereka kerap melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.
Sebagai akibatnya, mereka mendapat kutukan dari-Nya. “Bahkan, hingga hari kiamat,” kata Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof M Ahsin Sakho. Berikut perbincangan pakar ilmu qiraat sab’ah itu kepada wartawan Republika, Nashih Nashrullah, perihal Bani Israil:

Bani Israil konon terjajah?Kita bisa tarik sejarah, ketika Bani Israil berada di bawah kepemimpinan Nabi Musa AS. Keturunan Bani Israil tidak menerima perlakuan baik dari Mesir. Nabi Musa yang dididik Firaun diperlakukan secara tidak baik oleh penguasa Mesir tersebut.

Firaun merasa terancam dengan adanya Bani Israil sehingga yang dilakukan Firaun adalah membunuh anak laki-laki Bani Israil. Konon, dalam sebuah cerita, Firaun bermimpi kebakaran yang menghancurkan membakar istana Raja Firaun. Mimpi tersebut menyatakan akan ada bayi dari Bani Israil yang bakal menghancurkan kekuasan Firaun, dia punya kebijakan membunuhi Bani Israil.

Tapi, kemudian, banyaknya bayi laki-laki yang dibunuhi, tidak ada lagi kelompok pemuda Israil yang bisa bekerja oleh orang Mesir karena tidak ada. Akhirnya, mereka mengeluh ke Firaun, kalau begini, kita juga yang bekerja karena pemuda mereka banyak mati terbunuh.

Akhirnya, Firaun memberikan kebijakan jeda, satu tahun dibunuh, satu tahun tidak. Pada satu saat, Nabi Musa tidak sabar lagi melihat perilaku semena-mena, akhirnya tergerak membela. Ini puncak ketidaksabaran Nabi Musa, bangsanya diperlakukan semena-semena.

Bani Israil pada dasarnya memiliki karakter yang rapuh, pendendam, pendengki, dan penakut. Sikap tersebut mendorong mereka kerap melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang ditetapkan oleh Allah SWT.

Sebagai akibatnya, mereka mendapat kutukan dari-Nya. “Bahkan, hingga hari kiamat,” kata Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta Prof M Ahsin Sakho. Berikut lanjutan perbincangan pakar ilmu qiraat sab’ah itu kepada wartawan Republika, Nashih Nashrullah, perihal Bani Israil:

Ini akibat sifat buruk mereka sendiri?
Bisa jadi, sifat buruk mereka berbalik akibatnya terhadap diri mereka sendiri. Setelah jati diri dan keistimewaan Bani Israil itu dihancurkan Raja Firaun, mereka menjadi orang yang gampang beralih, penakut, pendendam, dan pembunuh.

Lihat saja, saudara-saudara Nabi Yusuf AS itu mempunyai kedengkian ke Yusuf, seperti disebutkan dalam surah Yusuf. Berbagai peluang yang diberikan Allah SWT agar mereka kembali tetap saja tidak dipergunakan dengan baik. Seperti, ketika tersesat 40 tahun lalu berhadapan dengan kaum Jabbarin.

Mereka tetap berbuat onar hingga mereka dijajah oleh Babilonia dan dibawa ke negeri mereka (fa jasu khilaladdiyar) hingga 400 tahun. Datanglah pertolongan Persia dan mengembalikan mereka ke Palestina, tetapi mereka tetap berbuat onar lagi (kama dakhalukum awwala marratin).

Karakter buruk Bani Israil lainnya, mereka kerap melanggar janji. Ini seperti yang terjadi ketika masa Rasulullah SAW. Bani Quraidhah, Qainuqa’, dan Nadhir selalu mengingkari janji.

Akhirnya, pantas jika mereka diusir dari Madinah. Mereka berkolaborasi menyerang Nabi, meletuslah Perang Uhud dan Ahzab. Ini awal Nabi Muhammad tidak senang lagi dengan mereka. Jadi, Bani Israil itu pendendam, pembunuh, dan ingkar janji.

Apakah kutukan atas Bani Israil berlaku hingga sekarang?

Benar, bahkan hingga hari kiamat (ila yaum al-qiyamah). Sejak abad keenam Masehi, bangsa Israil tersebar di berbagai wilayah. Tetapi, mereka akan mencari celah untuk berbuat onar lagi. Ini bisa dilihat dari makar mereka dengan inisasi Theodore Herzl yang ingin mengembalikan keturunan Bani Israil, Yahudi, dalam hal ini ke dalam satu wilayah sendiri.

Lalu, muncullah Deklarasi Balfour, Inggris menyatakan sejengkal tanah Palestina adalah miliki bangsa Yahudi. Berdirilah negara Israel pada 1948 yang didukung oleh banyak negara, termasuk Rusia, Inggris, dan AS.

Jika demikian, bukankah bisa saja atas seizin-Nya makar mereka tumbang?

Mungkin saja, tetapi saya melihat ini sebenarnya merupakan ujian bagi umat Islam. Allah sengaja membiarkan golongan semacam Yahudi dan kelompok Zionisme agar umat Islam mawas diri dan bersatu. Dengan kehadiran musuh bersama di sana (common enemy), umat akan diharapkan bersatu.

Itu sangat mungkin. Karena, secara kodrati, mereka lemah bila umat Islam bersatu. Lihat saja perangai mereka seperti disebutkan dalam Alquran surah al-Hasyr, mereka tidak akan berperang kecuali di balik benteng yang kokoh atau belakang tembok (illa fi qura muhasshanatin aw min warai judur). Kuncinya, ada di umat Islam itu sendiri.

M Ahsin Sakho
Redaktur : Chairul Akhmad

Artikel terkait :

MISTERI Malam Lailatul Qadar Dalam Sisi IPTEK


Mengapa Ramadhan?

Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?

Dalam ilmu astronomi, Radiasi Matahari memiliki siklus 11 tahunan.

Tahun 2007 sendiri merupakan akhir dari siklus ke 23 sejak pengamatan pertama pada abad 18.

Bumi dilindungi Magnestosphere, sehingga dampak badai radiasi bukan terjadi pada sisi bumi yang menghadap matahari (siang hari).

Saat badai

radiasi matahari datang, dampaknya terasa pada bagian bumi yang membelakangi matahari (malam hari).

Radiasi di malam hari mempengaruhi tingkat getaran otak.

Radiasi dan gravitasi bulan purnama meningkatkan permukaan air laut dan kehidupan makhluk laut di malam hari. Juga menarik air dalam membran otak dan lebih menggetarkan sel-sel otak. Getaran sel otak menggambarkan tingkat kesadaran dan aktivitas otak.

Quote:
Umat muslim dianjurkan puasa sunnah 3 hari “shaumul biidh” pada saat terang bulansetiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Hijriyah dan menghidupkan malam-malamnya.

Tingkat radiasi bervariasi 0-100,000 dan di skala S1-S5 oleh NOAA.

Berdasarkan pengamatan, radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 terjadi 10 kali dalam satu siklus 11 tahunan, atau terjadi setiap 13 bulan sekali. Radiasi sebesar 1000 MeV particles s-1 ster-1 cm-2 ini digolongkan dalam skala S3, dan mulai berbahaya bagi manusia sebesar 1 chest x-ray.

Radiasi dengan siklus 11,7 bulan (1 tahun hijriyah) adalah sebesar 800 MeV particles s-1 ster-1 cm-2

Mengarah pada hipotesa malam Lailatul Qadar

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
(QS Al Qadr 97:3)
* Siklus satu tahunan (hijriyah) bernilai 1000 x bulan purnama
* Malam yang nilainya 1000 bulan purnama adalah Lailatul Qadr
* Lailatul Qadr terjadi di bulan Ramadhan
* Jadi siklus badai matahari yang berulang setiap satu tahunan (hijriyah) terjadi setiap bulan Ramadhan

 

Itulah sebabnya…

* Sejarah para nabi menunjukkan bahwa mereka senang merenungkan hakekat kehidupan, bertapa, pada setiap bulan Ramadhan.
* Secara umum wahyu-wahyu tentang ajaran agama yang membutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi, banyak yang diturunkan di malam-malam bulan Ramadhan.
* Penataan ayat-ayat Al Quran ke dalam surat-surat seperti yang tersaji saat ini, dilakukan Nabi Muhammad pada malam-malam bulan Ramadhan.
* Umat muslim diajak untuk menghidupkan malam-malam di bulan Ramadhan
* Lebih utama adalah i’tiqaf di masjid pada 10 malam terakhir, pada malam-malam sebelum dan setelah Lailatul Qadr

“Three in One” di bulan Ramadhan

* Untuk bisa mengaji malam Ramadhan dibutuhkan energi ekstra
* Kenyataannya puasa siang hari bukanlah menyebabkan tubuh kekurangan / kehabisan energi
* Justru puasa menghemat energi tubuh 10% karena tidak digunakan untuk mencerna makanan
* Energi yang dihemat ini sangat membantu pemahaman pelajaran di malam hari
* Three in One di bulan Ramadhan
1. Efektif memahami Al Quran di malam hari
2. Detoksifikasi dan Manajemen Energi di siang hari
3. Kembali fitrah setelah berpuasa 28 hari berturut-turut

Manfaatkan malam-malam Ramadhan

* Untuk dapat dengan mudah memahami makna kehidupan secara komprehensif dan benar, manfaatkan keenceran otak di kesunyian malam Lailatul Qadr
* Untuk mendapat pemahaman lebih luas, malam-malam di sekitar Lailatul Qadr juga oke (10 malam terakhir Ramadhan)
* Lebih oke lagi kalau dimulai malam pertama Ramadhan, mumpung siangnya berpuasa
* Hasil renungan malam ini harus dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari
* Nikmat hidup akan diperoleh jika kita berkontribusi positif kepada kehidupan dunia dengan berserah diri kepadaNya
* Nikmat kehidupan akhirat akan diperoleh bila kita mampu selalu menikmati dan mensyukuri kehidupan dunia

Tidak banyak orang yang peduli dengan bukti ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadr. Setelah mencari di mesin Google, penulis menemukan sebuah tweet dari akun BasongStil dengan ungkapan “Org2 yg kerja di NASA mungkin berasa ada yg fenomena beda pas malam lailatul qadar, tp mereka bingung dan heran. Mungkin loh ya.” Selebihnya tidak ada yang membahas kaitan malam Lailatul Qadar dengan NASA.

Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al-Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA) telah menyembunyikan kepada dunia bukti empiris ilmiah tentang (malam) Lailatul Qadar. Ia menyayangkan kelompok jutawan Arab yang kurang perhatian dengan masalah ini sehingga dunia tidak mengetahuinya. Menurutnya, sesuai dengan hadits Nabi bahwa malam Lailatul Qadar adalah “baljah” (بَلْجَة); tingkat suhunya sedang), tidak ada bintang atau meteor jatuh ke (atmosfer) bumi, dan pagi harinya matahari keluar dengan tanpa radiasi cahaya.”
Sayyid menegaskan, terbukti secara ilmiah bahwa setiap hari (hari-hari biasa) ada 10 bintang dan 20 ribu meteor yang jatuh ke atmosfer bumi, kecuali malam Lailatul Qadar dimana tidak ada radiasi cahaya sekalipun. Hal ini sudah pernah ditemukan Badan Antariksa NASA 10 tahun lalu. Namun mereka enggan mempublikasikannya dengan alasan agar non Muslim tidak tertarik masuk Islam. Statemen ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir.

sumber

Artikel Terkait :

The Protocol of Zion, Kisah Kelam Semitisme.


Dalam propaganda Israel, terdapat enam juta orang Yahudi dibantai Hitler dan pasukan SS Nazi selama Perang Dunia II. Mereka disekap di dalam kamp-kamp konsentrasi, dibiarkan kelaparan, dan dijadikan percobaan senjata gas pembunuh massal. Meskipun pada era sekarang jumlah enam juga itu dianggap hiperbola, namun kisah ini benar adanya, terlepas dari berapa pastinya jumlah korban Yahudi yang sebenarnya.

Tapi, apa sebenarnya yang menggerakkan hati Hitler untuk melakukan pembunuhan itu? Mengapa pula ia begitu antisemit? (anti-Yahudi)? Bukankah banyak orang-orang Yahudi yang juga menjadi warga negara Jerman? Banyak yang meyakini bahwa jawabannya The Protocol of Zion (Protokol Zionis).

Protokol ini dipandang sebagai cara pandang bangsa Yahudi dalam pergaulannya di dunia internasional yang mencakup segala bidang kehidupan. Mulai dari ekonomi, sosial, politik, hukum, hingga kemanusiaan. Protokol ini dianggap sangat provokatif dan mengedepankan konspirasi demi kepentingan bangsa Yahudi.

The Protocol Of Zion

Dalam versi Mayer Armshell Rothschild, yang disusun pada 1773 di Judenstrasse, Frankfurt, Jerman dan kemudian dipublikasikan di Konferensi Zionis I di Swiss pada 1897, dirilis 25 butir Protokol Zionis berikut ini:

Manusia lebih cenderung pada kejahatan dibandingkan dengan kebaikan. Karenanya, konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.

Kebebasan politik sesungguhnya khayalan. Walau begitu, konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang khayal itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun, rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan dengan kekuatan uang.

Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapapun yang ingin berkuasa, mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya hanya keburukan dalam dunia politik.

Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.

Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkan. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Sebab, mereka ‘buta’ dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat, kecuali ia berlaku sebagai dictator. Inilah satu-satunya jalan.

Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Karenanya, konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung (bermain di kedua belah pihak). Dengan begitu, konspirasi akan memperoleh manfaat besar, tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.

Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan konspirasi.

Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam, harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak hutang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.

Pemerintahan bentukan konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi.

Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban, sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan di mata mereka.

Krisis ekonomi yang dibuat, akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.

Penyusupan ke dalam jantung Freemasonry (organisasi Yahudi internasional paling rahasia) Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkan. Pembentukan Bluemasonry (organisasi bentukan Yahudi) akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu, rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan asusila dari kehidupan.

Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.

Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasihat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia. Dengan begitu, tidak ada satu kekuatan non-Yahudi pun yang bsia menandinginya. Dengan demikian, Yahudi bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
Meletuskan perang dan memberinya (menjual) senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budah-budahk konspirasi dengan jalan penyebarluasan kemunduran moral dan paham yang menyesatkan.
Konspirasi akan menyalahgunakan Undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.

Versi lain Theodor Herzl

Terdapat pula versi lain dari Theodor Herzl (penulis dan wartawan kelahiran Budapest) yang disusun pada 1895 di Basel, Swiss dan terdiri atas 24 butir. Sebagian besar isinya sama dengan versi Rothschild. Penegasan Herzl ada pada protocol 5 dan 17 yakni, “Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama.” Lalu, protokol ke 14 berbunyi, “Diupayakan di dunia hanya ada satu agama, yaitu agama Yahudi.”

Banyak teoritikus beranggapan, jika protokol sesat ini yang menjadi alasan Hitler membunuhi Yahudi maka dosa tersebut dapat ‘diampuni’. Sebab, Hitler berusaha untuk menghapus rencara konspirasi terbesar di muka bumi yang dapat membahayakan ras-ras yang ada, termasuk ras Arya, yang dipandang Hitler sebagai ras tertinggi di atas bumi.

Tetapi tentu saja, tindakan Hitler tidak dapat dibenarkan sepenuhnya. Sebab, bagaimanapun juga pada dirinya telah ada ambisi untuk menaklukan dunia dan ia telah membuktikannya. Sebab, pada masa Nazi, ia berhasil menyatukan sebagian besar wilayah Eropa. Sesuatu yang belum pernah berhasil dicapai oleh diktator manapun sepanjang sejarah.

Tidak semua orang menganggap protokol itu benar dan asli. Para pendukungnya meyakini bahwa teks protokol itu telah dimanipulasi dan merupakan jiplakan dari pamflet-pamflet satire (gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran) abad ke-18. Pada 1921, majalah Times mempublikasikan tulisan-tulisan yang menuduh bahwa isi teks protokol itu dipalsukan. Mereka menyebutkan bahwa teks protokol itu merupakan jiplakan dari buku Maurice Joly, Dialog Aux Enfers Entre Montesquie et Manchiavel (Dialog di Neraka antara Montesquie dan Machiavelli) pada abad 19.

Sumber

Artikel terkait:

Yerusalem Kota Suci dari 3 Agama


Kota yang menyimpan ironi. Yerusalem selalu bergejolak dan menjadi rebutan sejak dari zaman perang salib hingga kini. Yerusalem menjadi Kota Suci tiga Agama Nasrani, Yahudi dan Islam.
Yerusalem adalah sebuah kota yang terkenal dari jaman Nabi Daud (David). yerusalem berarti damai, kesempurnaan. Dalam bahasa Arab, Yerusalem disebut dengan Ursalim al-Quds atau lebih populer dengan al-Quds (Kudus). Pada periode kekuasaan Raja Daud, kota ini dikenal sebagai Ir Daud (Kota Daud). Agama adalah ajaran yang mengajarkan tentang kebaikan, mejadi sebuah ironi ketika dihubungkan dengan sejarah. Dalam perjalanan waktu Yerusalem selalu disibukkan dengan penaklukan mulai dari zaman romawi Kuno, Perang Salib, melahirkan tokoh Salahudin Al Ayubi dan The King Of Lion Hearth, Ottoman, mandat dari Inggris dan hingga sekarang perang perebutan kekuasaan Israel Palestina yang bercampur dengan konflik agama.

Dibalik itu semua Yerusalem menyimpan sejarah yang panjang dan berpengaruh terhadap perkembangan dunia. Yerusalem sangat penting bagi agama Nasrani, Yahudi dan Islam, karena di kota tersebut terdapat sebuah bangunan yang disucikan dan peristiwa yang penting.

peta yerusalem yang menunjukkan tempat penting bagi Agama Islam, Nasrani dan Yahudi

Bagi umat Nasrani, Yerusalem adalah tempat Yesus hidup dan disalib, selain itu ada sebuah jalan yang sangat bersejarah yaitu jalan dimana Yesus diarak ketika akan disalib setelah disiksa dan mendapatkan luka kemudian jalan tersebut dinamakan Via Delorosa (jalan kesengsaraan) di tengah kota Yerusalem.

bagi umat Yahudi Yerusalem adalah tempat Nabi daud mendirikan kerajaan Yahudi Menurut kitab Ibrani, Raja Daud berkuasa hingga 970 SM. Kekuasaannya diteruskan putranya Sulaiman (Salomo), yang membangun Bait Suci di Gunung Moria. Bait Salomo (kemudian dikenal sebagai Bait Pertama), memainkan perang penting dalam sejarah bangsa Yahudi sebagai tempat singgahnya Tabut Perjanjian. Selama lebih dari 450 tahun, hingga penaklukkan Babilonia pada tahun 587 SM, Yerusalem merupakan ibukota politik Kerajaan Israel bersatu dan kemudian Kerajaan Yehuda dan Baitnya menjadi pusat keagamaan bangsa Israel. Periode ini dikenal dalam sejarah sebagai Periode Bait Pertama. Setelah Salomo wafat (sekitar 930 SM), sepuluh suku utara memisahkan diri membentuk Kerajaan Israel. Di bawah kekuasaan Wangsa Daud dan Salomo, Yerusalem menjadi ibukota Kerajaan Yehuda.

Kemudian Yerusalem menjadi rebutan Romawi dan Persia, sehingga bangas yahudi terusir dan sekarang dengan gerakan Zeonisme dan Freemansonry mereka berusaha merebut kembali Yerusalem.

Bait Suci sekarang hanya tinggal tersisa tembok sebelah barat, dan menjadi tempat peribadatan umat Yahudi dengan sebutan Tembok ratapan. Umat Yahudi menuliskan keluhan apapun dikertas lalu menyelipkannya di tembok.

Bagi umat Islam Yerusalem adalah tempat berdirinya Mesjid Al – Aqsa yang berperan penting dalam peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad dan merupakan kiblat pertama umat Islam.

Secara istilah, Isra berjalan di waktu malam hari, sedangkan Miraj adalah alat (tangga) untuk naik. Isra mempunyai pengertian perjalanan Nabi Muhammad saw pada waktu malam hari dari Masjid Al Haram Mekkah ke Masjid Al Aqsha Palestina. Miraj adalah kelanjutan perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjid Al Aqsha ke langit sampai di Sidratul Muntaha dan langit tertinggi tenpat Nabi Muhammad saw bertemu dengan Allah swt. Isra’ Miraj adalah kisah perjalanan Nabi Muhammad ke langit ke tujuh dalam waktu semalam.

Pada masa kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab Yerusalem dikuasai Islam. Umat Kristen Palestina waktu itu Uskup Agung Severinus(Snaifore) menyatakan hanya akan membuka pintu Jerusalem pada Khalifah Umar sebagai jaminan pasukan Muslim tidak akan membantai rakyat Yerusalem seperti yang dilakukan pasukan Nebucadnezzar dan Constantin Agung. Sang Uskup mempersilahkan Umar Bin Khatab untuk sholat di dalam “Rumah Allah”. Sejak saat itu terjadi perjanjian damai antar pemeluk umat dibawah perlindungan hukum Islam. Umar Bin Khatab sempat berdoa di atas sebuah batu yang menjadi titik Pe Mi’raj an Nabi ke langit ke tujuh.

Al – Aqsa berkubah berwarna biru sedangkan Dome Of Rock atau Mesjid Umar berkubah emas.

Sebuah ironi Yerusalem selalu menjadi bahan perebutan dan konflik bertolak belakang dengan arti namanya damai. Yerusalem sampai sekarang selalu bergejolak dan telah banyak menimbulkan korban nyawa bagi umat manusia. Pada dasarnya agama selalu mengajarkan kebaikan, semoga suatu saat terjadi perdamain disana bagi para penghuninya.

sumber

Artikel Terkait :

Sejarah Panjang Konspirasi Zionis dan Papua


Inilah Sejarah Panjang Konspirasi Zionis dan Papua, Kita sudah sering melihat di media Kalau seolah olah papua barat memiliki keinginan Yang murni Untuk merdeka. Padahal kalau mau menelisik Lebih Jauh maka kita temukan bahwa saudara kita disana sedang dibohongi oleh zionis atas nama kemerdekaan.

Padahal mereka hanya akan diperbudak dan diperas hidupnya oleh zionis dengan banyaknya sumder daya alam yang diambil. inilah catatan penting konspirasi internasional ini.

 

Quote:
Washington, DC – 8 Juli 2004 – “Anda harus memberitahu [Soeharto] bahwa kita memahami masalah yang mereka hadapi di Irian Barat,” tulis penasihat keamanan nasional Henry Kissinger Presiden Nixon pada malam tahun 1969 kunjungan Juli Nixon ke Indonesia. Pada peringatan ke-35 yang disebut “Act of Free Choice” Papua Barat dan pemilihan presiden Indonesia pertama yang langsung, Arsip Keamanan Nasional baru-baru diposting dokumen dideklasifikasi pada pertimbangan kebijakan AS yang mengarah ke kontroversial aneksasi Indonesia 1969 wilayah itu. Rincian dokumen Amerika Serikat dukungan untuk berat tangan pengambilalihan di Indonesia Papua Barat Papua meskipun ada penentangan yang luar biasa dan PBB persyaratan untuk penentuan nasib sendiri yang sejati.

Latar belakang

Ketika Indonesia merdeka dari Belanda pada 1949, pemerintah Belanda mempertahankan kekuasaan atas wilayah Irian Barat. Dari 1949 sampai 1961 pemerintah Indonesia berusaha untuk “sembuh” West New Guinea (kemudian dikenal sebagai Irian Barat atau Papua Barat), dengan alasan bahwa wilayah, bagian dari bekas Hindia Timur Belanda, sah milik dengan Indonesia.
Pada akhir 1961, setelah berulang kali mencoba dan gagal untuk mengamankan tujuan-tujuannya melalui PBB, Presiden Indonesia Soekarno mengumumkan mobilisasi militer dan mengancam akan menyerang Barat New Guinea dan lampiran itu dengan paksa. Pemerintahan Kennedy, takut bahwa oposisi tuntutan AS untuk Indonesia bisa mendorong negara menuju komunisme, pembicaraan yang disponsori antara Belanda dan Indonesia pada musim semi 1962. Negosiasi berlangsung di bawah bayang-bayang serbuan militer ke Indonesia berlangsung West New Guinea dan ancaman invasi Indonesia.
AS-pembicaraan yang disponsori menyebabkan Agustus 1962 Perjanjian New York, yang diberikan Indonesia kendali Irian Barat (yang segera berganti nama menjadi Irian Barat) setelah masa transisi singkat diawasi oleh PBB.
(Catatan 1) Perjanjian tersebut wajib Jakarta untuk melakukan pemilihan tentang penentuan nasib sendiri dengan bantuan PBB selambat-lambatnya 1969. Setelah di kontrol, Namun, Indonesia cepat bergerak untuk menindas perbedaan pendapat politik oleh kelompok-kelompok yang menuntut kemerdekaan langsung untuk wilayah tersebut.
Para pejabat Amerika memahami sejak awal bahwa Indonesia tidak pernah akan memungkinkan Irian Barat menjadi independen dan bahwa itu tidak akan pernah membiarkan tindakan yang berarti penentuan nasib sendiri untuk mengambil tempat. Johnson dan Nixon administrasi sama-sama enggan untuk menantang kekuasaan Indonesia atas Irian Barat, terutama setelah rezim anti-komunis konservatif Jenderal Suharto mengambil alih pada tahun 1966 menyusul upaya kudeta yang gagal yang menyebabkan pembantaian dari 500.000 Komunis diperkirakan dugaan. Soeharto dengan cepat pindah ke meliberalisasi perekonomian Indonesia dan membukanya ke Barat, melewati undang-undang investasi asing baru pada akhir 1967. Perusahaan pertama yang mengambil keuntungan dari hukum adalah perusahaan pertambangan Amerika Freeport Sulphur, yang memperoleh konsesi untuk saluran besar tanah di Irian Barat yang mengandung cadangan emas dan tembaga.

(Catatan 2) Selama enam minggu dari Juli hingga Agustus 1969, para pejabat PBB melakukan apa yang disebut “Act of Free Choice.” Di bawah artikel Perjanjian New York (Pasal 18) semua orang Papua dewasa memiliki hak untuk berpartisipasi dalam suatu tindakan penentuan nasib sendiri harus dilakukan sesuai dengan praktek internasional. Sebaliknya, pihak berwenang Indonesia 1022 dipilih Papua Barat untuk memilih publik dan secara bulat mendukung integrasi dengan Indonesia.
Meskipun bukti yang signifikan bahwa Indonesia telah gagal untuk memenuhi kewajiban internasionalnya, pada November 1969 PBB “mencatat” dari “Act of Free Choice” dan hasilnya, sehingga memberikan dukungan dari badan dunia untuk aneksasi Indonesia.
Tiga puluh lima tahun kemudian, karena Indonesia memegang yang pertama kalinya pemilihan presiden secara langsung, masyarakat internasional telah datang untuk mempertanyakan keabsahan pengambilalihan Jakarta Papua Barat dan manusia yang sedang berlangsung pelanggaran hak asasi di sana. Pada bulan Maret, 88 anggota Parlemen Irlandia mendesak Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan untuk meninjau peran PBB dalam UU 1969 of Free Choice, bergabung dengan Afrika Selatan Desmond Tutu dan Archibishop sejumlah organisasi non-pemerintah dan Parlemen Eropa. Pada tanggal 28 Juni 2004, sembilan belas US Senator mengirim surat kepada Annan mendesak penunjukan Perwakilan Khusus ke Indonesia untuk memantau situasi hak asasi manusia di Papua Barat dan wilayah Aceh.
Dokumen
Arsip posting ini termasuk rahasia Februari 1968 kabel dari Duta Besar AS untuk Indonesia Marshall Green. Setelah percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik tentang situasi di Irian Barat, Green menyimpulkan bahwa kondisi di wilayah itu adalah “jauh dari memuaskan dan memburuk.” Sebuah kabel berikutnya melaporkan bahwa Indonesia adalah “terlambat dan hampir putus asa mencari untuk mengembangkan dukungan di kalangan rakyat Irian Barat” untuk “Act of Free Choice.”

Sebuah perjalanan konsuler untuk Irian Barat pada awal 1968 mengamati bahwa “pemerintah Indonesia mengarahkan upaya utama” di wilayah itu untuk “memelihara fasilitas politik yang ada dan perbedaan pendapat politik yang menekan.” Karena kelalaian, korupsi dan penindasan di tangan penguasa Indonesia, para pengamat Barat hampir bulat setuju bahwa “Indonesia tidak bisa memenangkan sebuah pemilihan umum terbuka” dan bahwa sebagian besar penduduk Irian Barat yang disukai kemerdekaan.
Pada bulan Juli 1968 Duta Besar yang ditunjuk PBB Fernando Ortiz Sanz tiba di Jakarta sebagai Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal untuk membantu Indonesia dengan Irian Barat plebisit, seperti yang disebut oleh Perjanjian New York 1962.
Sebuah kabel rahasia dari Kedutaan Besar AS kepada Departemen Luar Negeri diuraikan saham di mendatang “Act of Free Choice.” Sementara memperingatkan bahwa pemerintah AS “seharusnya tidak terlibat langsung dalam masalah ini,” khawatir Duta Besar Hijau yang Ortiz Sanz atau anggota PBB lainnya mungkin “bertahan untuk pemilihan umum bebas dan langsung” di Irian Barat, frustasi niat Indonesia untuk mempertahankan wilayah itu di semua biaya. Akibatnya, pejabat AS dan Barat lainnya khawatir tentang kebutuhan untuk bertemu dengan Ortiz Sanz untuk “membuat dia menyadari realitas politik.” Dalam Airgram rahasia Oktober 1968 Kedutaan Besar AS melaporkan bahwa Ortiz lega sekarang “mengakui bahwa hal itu tidak dapat dibayangkan dari sudut pandang kepentingan PBB, serta Pemerintah, bahwa hasil selain kelanjutan Irian Barat dalam kedaulatan Indonesia harus muncul. “
Pemerintah Indonesia dengan tegas menolak kemungkinan orang satu, satu-suara plebisit di Irian Barat, bersikeras hanya pada serangkaian lokal ‘konsultasi’ dengan hanya lebih dari 1.000 pemimpin suku yang dipilih tangan (dari perkiraan populasi 800.000), dilakukan pada bulan Juli 1969 dengan antara 6,000-10,000 pasukan Indonesia tersebar di seluruh wilayah. Sebagai Kedutaan Besar AS memasukkannya ke dalam telegram 1969 Juli:

Quote:
Act of Free Choice (AFC) di Irian Barat sedang berlangsung seperti tragedi Yunani, ditakdirkan kesimpulan. Protagonis utama, Pemerintah RI, tidak dapat dan tidak akan mengizinkan resolusi lain dari masuknya Irian Barat terus di Indonesia. Kegiatan pembangkang cenderung meningkat tetapi pasukan bersenjata Indonesia akan dapat mengandung dan, jika perlu, menekan hal itu.
Duta Besar Frank Galbraith dicatat pada tanggal 9 Juli 1969 yang lalu telah mendorong pelanggaran sentimen anti-Indonesia dan pro-kemerdekaan yang kuat di semua tingkat masyarakat Irian, menyatakan bahwa “mungkin 85 sampai 90%” penduduk “yang dalam simpati dengan Papua Merdeka penyebabnya. ” Selain itu, Galbraith diamati, terakhir operasi militer Indonesia, yang mengakibatkan kematian ratusan, mungkin ribuan warga sipil, “telah dirangsang ketakutan dan rumor genosida dimaksudkan antara orang Irian.”

Presiden Nixon dan penasihat keamanan nasional Henry Kissinger berkunjung ke Jakarta pada bulan Juli 1969 sementara “Act of Free Choice” sedang berlangsung. Meningkatkan hubungan dengan rezim otoriter di Indonesia jelas paling penting dalam pikiran Kissinger, yang ditandai Suharto sebagai “orang militer moderat … berkomitmen untuk kemajuan dan reformasi.” Dalam dokumen rahasia Nixon pengarahan untuk kunjungan Kissinger mengatakan kepada Presiden datar “Anda tidak harus menaikkan isu” Irian Barat dan berpendapat “kita harus menghindari identifikasi AS dengan tindakan itu.”
Dalam sebuah memo pengarahan rahasia untuk pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Soedjakmoto, seorang pejabat Departemen Luar Negeri mengungkapkan keyakinan bahwa kecaman internasional dari “Act of Free Choice” cepat akan memudar, yang memungkinkan Administrasi Nixon untuk bergerak maju dengan rencana untuk menempa lebih dekat hubungan militer dan ekonomi dengan rezim otoriter di Jakarta.

Dokumen :

Dokumen 1 29 Februari 1968 Perihal: Irian Barat
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Telegram Rahasia
Duta Besar AS untuk Indonesia, Marshall Green melaporkan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik di Irian Barat. Malik menunjukkan kemungkinan mengurangi lebih dari 10.000 tentara Indonesia di Irian melayani. Dia juga mengisyaratkan Indonesia akan bersikeras pada cara tidak langsung untuk memastikan keinginan penduduk wilayah pada tahun 1969, mungkin mengandalkan para pemimpin suku yang dapat diinduksi dengan “nikmat bagi mereka dan suku mereka.” Hijau mengungkapkan keprihatinan tentang situasi “memburuk”.
Dokumen 2 2 Mei 1968 Perihal: Irian Barat
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Telegram Rahasia
Duta Besar AS untuk Indonesia Marshall Green, laporan percakapan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik di mana Malik menguraikan beberapa langkah Jakarta melakukan dalam upaya untuk membangun dukungan di kalangan rakyat Irian Barat untuk merger dengan Indonesia.
Dokumen 310 Mei 1968 Perihal: Konsuler Perjalanan ke Irian Barat
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Airgram Rahasia
Pada bulan Januari 1968, Konsul Politik Kedutaan Thomas Reynders kunjungan Irian Barat selama satu bulan. Reynders mengamati tingkat yang relatif rendah pembangunan ekonomi di wilayah ini sejak Indonesia mengambil alih kontrol pada tahun 1962, mencatat bahwa “kehadiran pemerintah Indonesia di Irian Barat dinyatakan terutama dalam bentuk Angkatan Darat.” Reynders menyimpulkan, seperti yang telah pengamat Barat hampir semua, bahwa “Indonesia tidak akan menerima Kemerdekaan untuk Irian Barat dan tidak akan mengizinkan plebisit yang akan mencapai hasil seperti itu” dan catatan antipati “atau kebencian langsung diyakini memendam terhadap Indonesia dan Indonesia dengan Irians Barat di daerah yang relatif maju dan canggih. “
Dokumen 4 20 Agustus 1968 Subject: Saham di Irian Barat “Act of Free Choice”
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Telegram Rahasia
Duta Besar AS Marshall Green menunjukkan “Act of Free Choice” di Irian Barat “Mungkin juga isu politik yang paling penting di Indonesia selama tahun mendatang.” Catatan Bahasa Indonesia “dilema” dalam mencari “merancang beberapa cara untuk melakukan pemastian bermakna yang tidak akan melibatkan resiko yang nyata kehilangan Irian Barat.” Hijau mengingatkan Departemen Luar Negeri, dalam mendorong pendekatan tangan-off oleh AS, bahwa “kita berhadapan dengan usia batu dasarnya, kelompok-kelompok suku buta huruf” dan bahwa “pemilihan umum yang bebas di antara kelompok-kelompok seperti ini akan lebih dari lelucon daripada Indonesia bisa merancang mekanisme dicurangi. “
Dokumen 5 4 Agustus 1968 Perihal: “Act of Free Choice” di Irian Barat
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Telegram Rahasia
Marshall Green menulis kepada Sekretaris Asisten Wakil Negara Asia Timur dan Pasifik G. McMurtry Godley mengungkapkan keprihatinan atas pandangan Perwakilan Khusus PBB untuk Irian Barat Ortiz Sanz. Hijau merekomendasikan bahwa “dalam pandangan taruhan tinggi … kita harus melakukan apapun yang kita dapat secara tidak langsung untuk membuatnya menyadari realitas politik” mengenai niat Indonesia terhadap Irian Barat.
Dokumen 6 4 Oktober 1968 Perihal: Irian Barat
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Airgram Rahasia
Politik Kedutaan Konsul Jack Lydman menjelaskan hasil kunjungan orientasi terakhir Ortiz Sanz untuk Irian Barat dan menegaskan bahwa Sanz sekarang “mencoba untuk merancang rumus untuk” tindakan pilihan bebas “di Irian Barat yang akan mengakibatkan penegasan kedaulatan Indonesia” belum “bertahan dalam ujian opini internasional.”
Dokumen 7 9 Juni 1969 Perihal: Penilaian dari situasi Irian
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Telegram Rahasia
Pada malam dari “Act of Free Choice,” menawarkan kedutaan AS penilaian yang sangat penting dari tekad Indonesia untuk memastikan integrasi Irian Barat itu, menyimpulkan bahwa dari sudut pandang Jakarta “pemisahan tidak terpikirkan.” Setelah merinci upaya Indonesia untuk menekan “semakin putus asa” pendukung kemerdekaan Irian Barat, Kedutaan menyimpulkan dengan kepedulian kepada “hubungan Indonesia masa depan dengan orang Irian,” banyak dari mereka menampilkan “antagonisme bernanah dan ketidakpercayaan terhadap Indonesia.”
Dokumen 8 9 Juni 1969 Perihal: Irian Barat: The Nature of Oposisi
U. S. Kedutaan Besar di Jakarta, Airgram Rahasia
Galbraith menawarkan penilaian rinci dari pandangan berbagai kelompok Irian menentang integrasi dengan Indonesia dan kemerdekaan advokasi, termasuk Gerakan Papua Merdeka (OPM). Dia mengamati bahwa “oposisi terhadap Pemerintah berasal dari kekurangan ekonomi selama bertahun-tahun, represi militer dan ketidakteraturan, dan maladministrasi,” dan menunjukkan bahwa kelompok-kelompok anti-Indonesia akan mampu mengubah hasil akhir dari “Act of Free Choice.”
Dokumen 9 dan 10 10 Juni dan 18 Juli 1969
Perihal: Jakarta Kunjungi: Pertemuan Anda dengan Presiden Suharto
Henry Kissinger, Memorandum untuk Presiden
Penasihat keamanan nasional Henry Kissinger celana Presiden Nixon pada kunjungannya ke Indonesia dan percakapan mungkin dengan Presiden Indonesia Soeharto. Kissinger berpendapat bahwa tidak ada bunga AS untuk terlibat dalam masalah Irian Barat dan bahwa itu adalah orang-orang tertentu yang akan memilih integrasi dengan Indonesia. Dalam poin Nixon berbicara, Kissinger mendesak agar Presiden menahan diri dari mengangkat isu kecuali untuk dicatat simpati AS dengan kekhawatiran Indonesia.
Dokumen 11 25 Agustus 1969 Perihal: Panggilan oleh Duta Besar Indonesia Soedjakmoto
A.S. Departemen Luar Negeri, Nota Rahasia
Paul Gardner celana Asisten Menteri Luar Negeri Marshall Green pada kunjungan dengan Duta Besar Indonesia untuk Soedjakmoto AS, yang diperkirakan akan meminta bantuan dari AS dalam “mempersiapkan kelancaran penanganan PBB” dari “Act of Free Choice” di Majelis Umum.

Quote:
Catatan:
1. Untuk gambaran yang sangat baik dari kejadian yang menyebabkan Perjanjian New York, lihat Jones, Matius. Konflik dan Konfrontasi di Asia Tenggara, 1961-1965: Inggris, Amerika Serikat, Indonesia dan Malaysia Penciptaan (Cambridge: Cambridge Press, 2002): 31-62; CLM Penders. Barat Nugini bencana: Kolonisasi Belanda dan Indonesia, 1945-1962 (Hawaii, 2002); John Saltford. PBB dan Pengambilalihan Indonesia Papua Barat, 1962-1969 (Routledge, 2003).
2. Denise Leith. Politik Kekuasaan: Freeport di Indonesia Soeharto (Hawaii, 2003)

Semoga Kita kini Tahu bagaimana seharusnya memberlakukan Semua konspirasi ini

SUMBER

Bangsa Nusantara Pemegang Kunci Rahasia Akhir Zaman?


Rahasia terbesar berkenaan satu bangsa yang bergerak ke dunia Timur bagi mengembangkan keturunan manusia seperti yang diperintahkan Tuhan.

Bangsa Paling Rahasia inilah yang menurunkan pelbagai bangsa Asia dari tempat asal mereka iaitu Asia Barat dan Asia Tengah di mana dari situlah bermulanya peradaban manusia.

Bangsa ini, yang merupakan pemegang rahasia akhir zaman adalah satu bangsa besar yang pernah membangun kota-kota purba dan menyertai peperangan-peperangan agung sejak surutnya Banjir Besar bersama-sama bangsa agung yang telah pupus seperti Sumerian dan Akkadian. Sesungguhnya kisah pengembaraan bangsa ini merupakan satu epik yang teramat panjang,lebih panjang dari epik Homer,The Iliad and the Odyssey.

Siapakah Bani Jawi?

Apa Misi rahasia Bani Jawi?

Siapakah bani Jawi/Jawa/Melayu?

Darimanakah asalnya Melayu itu?

Ketika ramai ilmuwan memperdebatkan kaum-kaum yang hilang seperti The Lost Tribe of Israel, Atlantis, Lemuria, Sodom and Gomorrah malah masih mencari-cari siapakah Gog and Magog, rahasia bangsa misteri ini masih terpelihara di dalam tabut rahasia sejak beribu-ribu tahun.

Tiada siapa yang tahu dari mana asalnya bangsa ini. Bagaimana bangsa ini boleh wujud di tanah paling selatan benua Asia,’di penghujung dunia’. Bangsa yang hilang masih tidur dan ditidurkan.’Di hujung dunia’,setelah penat mengembara,bangsa misteri berehat dan berehat…tidur dengan lenanya…senyap sunyi tanpa siapa mengganggu walaupun Hitler telah pergi ke Tibet mencari bangsa misteri ini, tetapi dia juga ketinggalan jejak mereka… ……

Dimanakah bangsa misteri ini meneruskan perjalanan mereka?Masih adakah masa lagi untuk menjejaki mereka?Mengapa Israel bersusah-payah membangun pangkalan dan pengaruhnya di Singapura?

Apa kaitan Cina Singapura dengan Yahudi Zionis?

Adakah terdapat apa-apa perancangan ketika Stamford Raffles menjejakkan kakinya di Pulau Singapura?

Apa hubungan Bangsa Melayu dengan Bangsa Yahudi?

Apakah dia alter Paling Rahasia Bangsa Melayu?. Apa yang terjadi 2000 tahun sebelum Masehi di antara Melayu dan Yahudi?

‘Dihujung Dunia’ bangsa ini masih nyenyak tidur!

J. Crawfurd menambah hujahnya dengan bukti bahawa bangsa Melayu dan bangsa Jawa telah memiliki taraf kebudayaan yang tinggi dalam abad kesembilan belas. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah mengalami perkembangan budaya beberapa abad lamanya. Beliau sampai pada satu kesimpulan bahawa:

*Orang Melayu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi malah merupakan induk yang menyebar ke tempat lain.

Rahasia yang terpendam beribu tahun tentang satu bangsa pengembara yang mencari ‘Tanah yang Dijanjikan’ semakin lama semakin terbongkar dengan penemuan pelbagai artifak yang penuh misteri dan mengundang pertanyaan seperti penemuan keris di sebuah kuil purba di Okinawa Jepun,kendi purba yang sama di Vietnam,Kemboja dan Pahang,penemuan kota purba yang dinamakan Jawi/Jawa di Jordan dan juga penemuan keris purba di Rusia selain gendang Dong Son dan Kapak Tua Asia Tengah yang popular itu. APA MAKSUD KEPADA SEMUA MISTERI INI?….

Penemuan keris di kuil Okinawa, Jepang

An ancient blade of a keris found recently at the royal Enkakuji Temple grounds near the 15th century Shurijo Castle might unravel the ties the Malay world had with these southwestern islands of Japan.

Prof Takara mengatakan Kerajaan Ryukyus ( yg punya kuil) telah melakukan hub,dagang dengan (Thailand), between 1425 and 1570, Malacca (1463-1511), Patani (Southern Thailand) (1490-1543) dan beberapa wilayah di Indonesia (Palembang, Java and Sumatra) dan Cambodia.

Kota kuno Jawa di Jordania

Para arkeolog dgn metode karbon, memperkirakan usia kota tsb adalah 4 milenium sebelum masehi (4000SM), edannn!!!!
http://www.jstor.org/pss/25211540

Bangsa terahsia inilah yang menurunkan pelbagai bangsa Asia dari tempat asal mereka iaitu Asia Barat dan Asia Tengah di mana dari situlah bermulanya peradaban manusia.

Bangsa ini, yang merupakan pemegang rahasia akhir zaman adalah satu bangsa besar yang pernah membina kota-kota purba dan menyertai peperangan-peperangan agung sejak surutnya Banjir Besar bersama-sama bangsa agung yang telah pupus seperti Sumerian dan Akkadian.

Ketika Ptolemy, seorang ahli geografi Yunani melukis peta semenanjung Tanah Melayu,beliau telah menamakan semenanjung ini ‘Golden Chersonese’ yang bermaksud Semenanjung Emas ketika manuskrip-manuskrip India Purba menamakan tanah ini sebagai ‘Suvarnabhumi’ iaitu Tanah Emas.Sebuah manuskrip Yahudi Purba menceritakan sumberbekalan emas untuk membangun negarakota Kerajaan Nabi Sulaiman diambil dari sebuah kerajaan purba di Timur Jauh yang dinamakan Ophir.Kajian dari manuskrip kuno Firaun Mesir dan hieroglif di dinding-dinding kuil telah mendapati bahan pengawet,kapur barus dan rempah-rempah untuk upacara ritual mengawet mayat diimport dari sebuah kawasan di sebelah Nusantara ini.

Apa yang terjadi di Nusantara beribu tahun yang silam?

Benarkah ketika Firaun-Firaun Mesir sedang membangun Piramid,bangsa yang tinggal di Nusantara masih bercawat dan melukis gambar monyet di gua-gua? Nampaknya perdagangan rempah telah berjalan beribu tahun dahulu malah bangsa misteri di Nusantara telah mampu mengeksport emas dikala kerajaan lain hanya mampu memperdagangkan kendi-kendi,gendang dan seramik purba.

ADAKAH SEJARAH YANG KITA BACA SELAMA INI BETUL-BETUL TEPAT?.

Sesungguhnya kisah pengembaraan bangsa ini merupakan satu epik yang teramat panjang,lebih panjang dari epik Homer,The Iliad and the Odyssey….

Di selat Melaka, kedua-dua kumpulan ini bertemu. Kumpulan yang tiba melalui jalan laut (yang banyak menetap di Kepulauan Indonesia) bertemu saudara mereka (kumpulan yang tiba melalui jalan darat-majoriti menetap di Semenanjung ‘Emas’ Tanah Melayu). Mereka adalah serumpun dan bersaudara. Sudah lama (ratusan tahun) mereka terpisah. Mereka berpelukan dan menangis. Ramai yang hadir melihat peristiwa paling bersejarah ini. Mungkin cucu-cicit gadis misteri yang meninggalkan selendang merah tadi ada di situ. Bangsa Keturah telah bersatu di Selat Melaka di ‘Tanah Yang Dijanjikan’ The Land of The East’.

Apakah rahasia bangsa Melayu 2500 tahun yang lalu? Apakah yang ditemui oleh rombongan kerajaan Nabi Sulaiman di Nusantara? Apakah perjanjian rahsia para Firaun di The Land of The Gods?

Anehnya,para Firaun ini mendakwa nenek moyang mereka berasal dari tanah ini,yang digelar ‘THE LAND OF THE GODS’

Sumber

Artikel Terkait :