Kisah Sniper yang Merayap 3,2 Km untuk Menembak Seorang Jenderal


[​IMG]

Gunnery Sgt. Carlos Hathcock adalah legenda sejarah Korps Marinir. Salah satu penembak jitu paling mematikan dalam sejarah, ia bahkan berulang kali berhasil membunuh penembak jitu yang dikirim untuk memburunya. Dalam salah satu misi terakhirnya pada tur di Vietnam, ia harus merangkak hampir dua mil (sekitar 3,2 km) untuk membunuh seorang jenderal Vietnam dan kemudian meloloskan diri.

Ketika perintah misi itu datang, ia tidak memiliki semua rincian tapi ia tahu misi ini akan menjadi sulit bahkan sangat mungkin berakhir dengan becana. Daripada mengirim salah satu anak buahnya, ia turun sendiri melaksanakan misi tersebut.

[​IMG]

“Aku tidak ingin satu pun dari orang-orang saya mati, dan jadi aku mengambil misi itu sendiri,” kata Hathcock dalam sebuah wawancara.

Hathcock kemudian diterbangkan menuju tujuan. Dia turun dengan jarak yang masih cukup jauh dari target. Hingga dia berjalan dan berhenti pada barisan pepohonan pinggiran hutan. Tetapi dia harus mendekat lagi 1.500 yard (sekitar 1,3 km) untuk mendapatkan posisi tembak.. Dan itu itu dia hraus merayap.

“Saya bergerak dengan menggunakan sisi tubuh saya. Tidak merayap menggunakan perut karena jejaknya akan lebih besar jika seperti itu. Aku bergerak dengan cukup teliti, sangat teliti. Aku tahu aku punya cara panjang untuk pergi, tidak ingin ban sendiri terlalu banyak. ”

Saat ia merayap, ia hampir ditemukan beberapa kali oleh tentara musuh. “Patroli berada dalam jarak yang sangat dekat tetapi mereka tidak mengetahui keberadaan saya.” Setelah berjuang begitu lama akhirnya Hathcock mendapatkan posisi 700 yard dari sasarannya. Dia kemudian mencari posisi tembak. “Saya melihat semua orang berlarian pagi itu, dan saya akan menembak salah satunya.”

[​IMG]

Hathcock mengambil tembakan dan menembus dada jenderal yang jadi targetnya. Pada saat itu, ia membuktikan kecemerlangan idenya untuk menembak dari rumput bukan dari daerah yang penuh dengan pohon-pohon.

“Ketika saya membuat tembakan, semua orang berjalan ke arah pohon-pohon karena menduga penembak ada di situ. ”

Setelah berhasil menembak target dia melaksanakan rencana pelariannya. Hathcock merangkak ke parit di dekatnya dan merangkak kembali keluar dari wilayah tersebut. Dia baru bisa berjalan biasa setelah empat hari dia merayap baik saat berangkat atau saat melarikan diri.

“Saya pergi ke parit dengan sedikit celah karang, dan berhasil sampai ke garis pohon, dan saya sempat pingsan ketika saya berdiri.” Total dia merayap diperkiakan 2 mil.

sumber

Sejarah Singkat Ketika Kali Bekasi Mencekam dan Berwarna Merah


[​IMG]

Bekasi, 19 Oktober 1945. Senja baru saja akan mencapai ujungnya, ketika Letnan Dua Zakaria Burhanuddin mendapat instruksi penting dari Jakarta: harap membiarkan lewat serangkaian kereta api memuat 90 anggota Kaigun (Angkatan Laut Jepang) yang akan melintas di Stasiun Bekasi beberapa saat lagi.

“Rencananya tentara Jepang yang telah menyerah itu akan dibawa ke lapangan terbang Kalijati, Subang untuk selanjutnya dipulangkan ke Jepang,” tulis Ali Anwar dalam bukuKH.Noeralie: Kemandirian Ulama Pejuang.

Alih-alih membiarkan kereta api tersebut lewat, Wakil Komandan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Bekasi itu malah memerintahkan Kepala Stasiun Bekasi mengalihkan jalur perlintasan kereta api dari jalur dua ke jalur satu yang merupakan jalur buntu. Akibatnya, lokomotif yang menggandeng sembilan gerbong (termasuk tiga gerbong yang memuat 90 anggota Kaigun) terpaksa berhenti, tepat di mulut Kali Bekasi.

Begitu kereta api berhenti, massa rakyat dan pejuang Bekasi langsung melakukan pengepungan. Suasana mencekam saat Letnan Dua Zakaria dan beberapa pengawalnya naik ke atas kereta api tersebut dan menanyakan surat izin dari Pemerintah Republik Indonesia (RI). “Mereka menunjukan surat jalan dari Menteri Luar Negeri Achmad Soebardjo yang dibubuhi tanda tangan Presiden Sukarno,” tulis Ali Anwar.

Di tengah pemeriksaan, tiba-tiba seorang prajurit Kaigun melepaskan tembakan pistol dari arah salah satu gerbong tersebut. Tembakan itu ibarat komando bagi massa rakyat dan pejuang untuk menyerbu. Maka tumpah ruahlah ratusan orang memasuki kereta api itu dengan membawa berbagai macam senjata. Setelah melalui pertempuran kecil, beberapa menit kemudian, massa berhasil menguasai kereta api. Mereka merampas barang-barang yang ada di dalamnya (termasuk ratusan pucuk senjata) dan memasukan 90 tawanan berkebangsaan Jepang itu ke sebuah sel yang berada di belakang gedung Stasiun Bekasi.

Empat jam kemudian, tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Komandan Resimen V TKR Mayor Sambas, massa rakyat dan pejuang lantas menggiring para tawanan perang itu ke tepian Kali Bekasi. Satu persatu, serdadu malang itu disembelih dan mayatnya dihanyutkan ke dalam sungai. “Kali Bekasi sampai berwarna merah karena darah yang keluar dari tubuh para serdadu Jepang itu,” demikian dilukiskan oleh Dullah (89), salah seorang penduduk Bekasi yang sempat menyaksikan kejadian tersebut.

Demi mengetahui peristiwa itu, Laksamana Muda Maeda menjadi berang. Dalam nada sangat marah, Komandan Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang itu melayangkan protes keras kepada Pemerintah RI. Menanggapi protes keras dari Maeda, Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo bersama seorang staf Departemen Luar Negeri RI bernama Boediarto lantas menghadap Maeda. Dalam pertemuan itu, keduanya harus “ikhlas” menjadi sasaran amarah sang laksamana.

“Kejadian ini dapat menjadi bukti kepada dunia bahwa bangsa Indonesia tidak memiliki pendirian yang teguh!” ujar Maeda.

Kombes Soekanto berusaha tidak terpancing amarah yang dilontarkan Maeda itu. Setelah meminta maaf terlebih dahulu, ia kemudian mengatakan bahwa Insiden Stasiun Bekasi tersebut di luar kemampuan Pemerintah RI. “ Memang benar hanya Pemerintah RI yang memiliki hak melakukan hukuman mati, tapi seperti yang Tuan ketahui, Bekasi merupakan daerah yang belum sepenuhnya tunduk kepada hukum Pemerintah Republik Indonesia,” demikian penjelasan Soekanto seperti dikutip dalam Material on Japanese Military Administration in Indonesia yang dikeluarkan oleh Institut Ilmu Sosial Universitas Waseda, Jepang.

Setelah dilakukan pendekatan politik secara intens oleh Pemerintah RI, Maeda akhirnya dapat dibuat maklum. Namun, ia memberi catatan bahwa kejadian itu harus menjadi yang terakhir dan Pemerintah RI wajib mengantisipasi terjadinya insiden serupa secara serius. “ Jika dibiarkan saja, maka tak mustahil kejadian di Bekasi itu akan merajalela di mana-mana,” ungkap Maeda.

Sebagai bentuk tanggungjawab terhadap insiden tersebut, pada 25 Oktober 1945, Presiden Sukarno berkunjung ke Bekasi. Di depan rakyat Bekasi, ia memohon agar rakyat menaati setiap perintah yang datang dari Pemerintah RI dan melarang keras para pejuang untuk melakukan lagi upaya-upaya pencegatan kereta api.

Sementara itu, beberapa hari usai insiden penyembelihan tentara Jepang tersebut, masyarakat Bekasi digegerkan dengan isu berkeliarannya arwah penasaran 90 serdadu itu. Menurut Dullah, isu itu sempat mempengaruhi rakyat Bekasi (termasuk anggota TKR dan lasykar) hingga begitu memasuki malam, Bekasi menjadi kota yang sangat sunyi karena setiap orang enggan keluar rumah.

Robert B. Cribb merekam gejala itu dalam bukunya Para Jago dan Kaum Revolusiener Jakarta 1945-1949. Ia menyebutkan pasca kematian menggenaskan para serdadu Jepang itu, hampir tiap malam Bekasi dihantui terror isu arwah penasaran. Diyakini, hantu para prajurit yang terbunuh di Bekasi bangkit kembali menghantui sekitar tempat mereka meregang nyawa.

“Mereka disebutkan berbaris dalam formasi dan melintasi jembatan sementara kepala disembunyikan di balik lengan para hantu tersebut…” tulis Cribb.

sumber

Ketika Ali bin Abi Tholib Terbunuh Oleh Racun Seharga 1.000 Dinar


[​IMG]

Peristiwa terbunuhnya salah satu Khulafaur-Rasyidin yakni Ali bin Thalib juga tidak lepas karena racun seperti halnya Wayan Mirna Salihin. Sejarah mencatat bahwa menantu Nabi Muhammad SAW itu terbunuh melalui racun yang dilumurkan dalam sebilah pedang.

Bahkan, dalam literatur salah satunya dalam Shahih Tarikh Ath Thabari Al Rusul Wa Al Muluk tercatat racun yang digunakan untuk membunuh Sayyidina Ali ini seharga 1.000 Dinar.

Peneliti Sejarah Brains Community Muhammad Hafi mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah Perang Siffin. Tepatnya pada 19 Ramadan tahun 40 Hijriah di Masjid Najaf.

Menurut Hafi, motif dari peristiwa tersebut adalah perbedaan teologi. Oleh Golongan Abdurrahman Bin Muljam, Ali Bin Abi Thalib sudah dihukumi sebagai kafir.

Hafi menjelaskan, racun yang dilumurkan ke pedang tersebut, didapat dari orang-orang Arab pada waktu itu. Namun setelah peristiwa itu, Sayydina Ali masih bisa bertahan selama dua hari akibat racun tersebut.

Bahkan, sempat mencari tabib hingga ke Mesir untuk mencari kesembuhan dari racun tersebut. Dan ternyata tabib dari Mesir itu tidak bisa menyembuh dan meminta kepada Ali bin Thalib untuk segera menuliskan wasiat.

“Salah satu riwayat menceritakan bahwa tabib tersebut meletakan daging kambing diatas kepala Ali bin Thalib. Daging tersebut gosong karena ganasnya racun. Maka Tabib itu berpesan kepada Ali bin Abu Thalib untuk segera menulis wasiat karena melihat kondisinya yang seperti itu,” katanya. Hingga Ali bin Abi Thalib meninggal dunia pada 21 Ramadan tahun 40 Hijriah.

Sementara, nasib Abdurraham bin Muljam ditangkap oleh orang muslim dan dipenjara. Pernah sempat akan dibunuh oleh para sahabat yang hadir pada waktu itu.

Namun, oleh Ali bin Abi Thalib tidak diperbolehkan. Sang pembunuh harus diadili sesuai dengan hukum yang berlaku.

Riwayat lain juga menyatakan, pernah suatu ketika saat Ali bin Abi Thalib sekarat, putra Hasan bin Abi Thalib membawakan segelas susu. Hal ini untuk menjaga kondisi agar Ali bin Abi Thalib tetap sehat.

“Ini yang membuat terenyuh. Ali bin Abi Thalib menolak susu tersebut dan disuruh memberikan kepada Abdurrahman bin Muljam yang saat itu berada dipenjara. Karena dia lebih membutuhkan,” pungkasnya.

Kenali Ciri Khas Wahabi Agar Selamat


Wartaislami.com ~ Rasulullah shallallah alayhi wa aalihi wa sallam bersabda,” Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaaah ( Khilafah Islam ), maka ia mati sebagaimana bangkai jahiliyyah “ ( H.R. Muslim ).

“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan Allah bersama jama’ah (ahlussunnah wal jama`ah). Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168).

“Barangsiapa yang menolak sunnahku maka bukan dari golonganku” (Shahih Bukhari)

CIRI KHAS WAHABI SALAFI YANG PERLU DI INGAT :

1. Kata kunci dan tema sentral dari fatwa para ulama Wahabi Salafi berkisar pada (a) bid’ah; (b) syirik; (c) kufur; (d) syiah rafidlah kepada kelompok Islam atau muslim lain yang tidak searah dengan mereka. Kita akan sering menemukan salah satu dari 4 kata itu dalam setiap fatwa mereka.

2. Membagi Tauhid menjadi 3 bagian yaitu:
(a). Tauhid Rububiyyah: Dengan tauhid ini, mereka mengatakan bahwa kaum musyrik Mekah dan orang-orang kafir juga mempunyai tauhid.
(b). Tauhid Uluhiyyah: Dengan tauhid ini, mereka menafikan tauhid umat Islam yang bertawassul, beristigathah dan bertabarruk sedangkan ketiga-tiga perkara tersebut diterima oleh jumhur ulama‟ Islam khasnya ulama‟ empat Imam madzhab.
(c.) Tauhid Asma’ dan Sifat: Tauhid versi mereka ini bisa menjerumuskan umat islam ke lembah tashbih dan tajsim kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala seperti:
Menterjemahkan istiwa’ sebagai bersemayam/bersila.
Merterjemahkan yad sebagai tangan
Menterjemahkan wajh sebagai muka
Menisbahkan jihah (arah) kepada Allah (arah atas – jihah ulya)
Menterjemah janb sebagai lambung/rusuk
Menterjemah nuzul sebagai turun dengan dzat
Menterjemah saq sebagai betis
Menterjemah ashabi’ sebagai jari-jari, dll
Menyatakan bahawa Allah SWT mempunyai “surah” atau rupa
Menambah bi dzatihi haqiqatan [dengan dzat secara hakikat] di akhir setiap ayat-ayat mutashabihat

3. Golongan mereka ini dikenal sebagai al-Hasyawiyyah, al-Musyabbihah, al-Mujassimah akidah jisim menyamakn Allah seperti makhluk,punya tangan,punya kaki.bisa duduk,punya arah,punya tempat tinggal dll.

4. Menyatakan bahwa ibu bapa dan datuk Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak selamat dari adzab api neraka.

5. Mengharamkan mengucap “radhiallahu ‘anha” untuk ibu Rosulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam, Sayyidatuna Aminah.

Sikap

1. Gerakan-gerakan atau organisasi Islam yang di luar Wahabi Salafi atau yang tidak segaris dengan manhaj (aturan standar ideologi) Wahabi akan mendapat label syirik, kufur atau bid’ah.

2. Pengikut/aktivis Wahabi Salafi tidak mau taklid (mengikuti pendapat) ulama salaf (klasik) dan khalaf (kontemporer), tapi dengan senang hati taklid kepada pendapat dan fatwa ulama-ulama Wahabi Salafi atau fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts wal Ifta’(اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء والدعوة والإرشاد) dan lembaga serta ulama-ulama yang menjadi anggota Hai’ah Kibaril Ulama (هيئة كبار العلماء) yang nama lengkapnya adalah Ar-Riasah al-Ammah lil Buhuts wal Ifta’ (الرئاسة العامة للبحوث العلمية والإفتاء)

3. Mengganggap diri sebagai mujtahid atau berlagak sepertinya (walaupun tidak layak).
4. Sering mengambil hukum secara langsung dari al-Qur’an dan hadits (walaupun tidak sesuai).
5. Sering memtertawakan dan meremehkan ulama’ pondok dan golongan agama yang lain.
6. Ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang ditujukan kepada orang kafir sering ditafsir ke atas orang Islam.
7. Memaksa orang lain berpegang dengan pendapat mereka walaupun pendapat itu syaz (janggal)

Al-Hadits

1. Menolak beramal dengan hadis dho’if.
2. Penilaian hadits yang tidak sama dengan penilaian ulama’ hadits yang lain.
3. Mengagungkan Nasiruddin al-Albani di dalam bidang ini [walaupun beliau tidak
mempunyai sanad bagi menyatakan siapakah guru-guru beliau dalam bidang hadits.
[Bahkan mayoritas muslim mengetahui bahwa beliau tidak mempunyai guru dalam bidang hadits dan diketahui bahawa beliau belajar hadits secara sendiri dan ilmu jarh dan ta’dil beliau adalah mengikut Imam al-Dhahabi].
4. Sering menganggap hadits dho’if sebagai hadits mawdhu’ [mereka mengumpulkan hadits dho’if dan palsu di dalam satu kitab atau bab seolah-olah kedua-dua kategori hadits tersebut adalah sama]
5. Pembahasan hanya kepada sanad dan matan hadits, dan bukan pada makna hadits. Oleh karena itu, pebedaan pemahaman ulama’ [syawahid] dikesampingkan.

Al-QUR’AN

1. Menganggap tajwid sebagai ilmu yang menyusahkan dan tidak perlu (Sebagian Wahabi indonesia yang jahil)

FIQH
1. Menolak mengikuti madzhab imam-imam yang empat; pada hakikatnya
mereka bermadzhab “TANPA MADZHAB”
2. Mencampuradukkan amalan empat mazhab dan pendapat-pendapat lain sehingga membawa kepada talfiq [mengambil yang disukai] haram
3. Memandang amalan bertaqlid sebagai bid’ah; mereka mengklaim dirinya berittiba’
4. Sering mengungkit dan mempermasalahkan soal-soal khilafiyyah
5. Sering menggunakan dakwaan ijma’ ulama dalam masalah khilafiyyah
6. Menganggap apa yang mereka amalkan adalah sunnah dan pendapat pihak lain adalah Bid’ah
7. Sering menuduh orang yang bermadzhab sebagai ta’assub [fanatik] mazhab
8. Salah faham makna bid‟ah yang menyebabkan mereka mudah membid‟ahkan orang lain
9. Mempromosikan madzhab fiqh baru yang dinamakan sebagai Fiqh al-Taysir, Fiqh al-Dalil, Fiqh Musoffa, dll [yang jelas keluar daripada fiqh empat mazhab]
10. Sering mewar-warkan agar hukum ahkam fiqh dipermudahkan dengan menggunakan hadis “Yassiru wa la tu’assiru, farrihu wa la tunaffiru”
11. Sering mengatakan bahwa fiqh empat madzhab telah ketinggalan zaman

SHALAT

1. Mempromosikan “Sifat Shalat Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam‟, dengan alasan kononnya shalat berdasarkan fiqh madzhab adalah bukan sifat shalat Nabi yang benar
2. Menganggap melafazhkan kalimat “usholli” sebagai bid’ah.
3. Berdiri dengan kedua kaki mengangkang.
4. Tidak membaca “Basmalah‟ secara jahar.
5. Menggangkat tangan sewaktu takbir sejajar bahu atau di depan dada.
6. Memposisikan tangan di atas dada sewaktu qiyam.
7. Menganggap perbedaan antara lelaki dan perempuan dalam shalat sebagai perkara bid‟ah (sebagian Wahabiyyah Indonesia yang jahil).
8. Menganggap qunut Subuh sebagai bid’ah.
9. Menggangap penambahan “wa bihamdihi” pada tasbih ruku’ dan sujud adalah bid’ah.
10. Menganggap mengusap muka selepas shalat sebagai bid’ah.
11. Tidak ada qadha’ bagi shalat yang sengaja ditinggalkan.
12. Menganggap amalan bersalaman selepas shalat adalah bid’ah.
13. Menggangap lafazh sayyidina (taswid) dalam shalat sebagai bid’ah.
14. Menggerak-gerakkan jari sewaktu tasyahud awal dan akhir.
15. Boleh jama’ dan qashar walaupun kurang dari dua marhalah.
16. Memakai sarung atau celana setengah betis untuk menghindari isbal.
17. Menolak shalat sunnat qabliyyah sebelum Juma’at

DO’A, DZIKIR DAN BACAAN AL-QUR’AN

1. Menggangap do’a berjama’ah selepas shalat sebagai bid’ah.
2. Menganggap dzikir dan wirid berjama’ah sebagai bid’ah.
3. Mengatakan bahwa membaca “Sodaqallahul ‘azhim” selepas bacaan al-Qur’an adalah Bid’ah.
4. Menyatakan bahwa do’a, dzikir dan shalawat yang tidak ada dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai bid’ah. Sebagai contoh mereka menolak Dala’il al-Khairat, Shalawat al-Syifa‟, al-Munjiyah, al-Fatih, Nur al-Anwar, al-Taj, dll.
5. Menganggap amalan bacaan Yasin pada malam Jum’at sebagai bid’ah yang haram.
6. Mengatakan bahwa sedekah atau pahala tidak sampai kepada orang yang telah wafat.
7. Mengganggap penggunaan tasbih adalah bid’ah.
8. Mengganggap zikir dengan bilangan tertentu seperti 1000 (seribu), 10,000 (sepuluh ribu), dll sebagai bid’ah.
9. Menolak amalan ruqiyyah syar’iyah dalam pengobatan Islam seperti wafa‟, azimat, dll.
10. Menolak dzikir isim mufrad: Allah Allah.
11. Melihat bacaan Yasin pada malam nisfu Sya’ban sebagai bid’ah yang haram.
12. Sering menafikan dan memperselisihkan keistimewaan bulan Rajab dan Sya’ban.
13. Sering mengkritik keutamaan malam Nisfu Sya’ban.
14. Mengangkat tangan sewaktu berdoa’ adalah bid’ah.
15. Mempermasalahkan kedudukan shalat sunat tasbih.

PENGURUSAN JENAZAH DAN KUBUR

1. Menganggap amalan menziarahi maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, para anbiya’, awliya’, ulama’ dan sholihin sebagai bid’ah dan shalat tidak boleh dijama’ atau qasar dalam ziarah seperti ini.
2. Menganggap talqin sebagai bid’ah.
3. Mengganggap amalan tahlil dan bacaan Yasin bagi kenduri arwah sebagai bid’ah yang haram.
4. Tidak membaca do’a selepas shalat jenazah.
5. Sebagian ulama’ mereka menyeru agar Maqam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikeluarkan dari masjid nabawi atas alasan menjauhkan umat Islam dari syirik
6. Menganggap kubur yang bersebelahan dengan masjid adalah bid’ah yang haram
7. Do’a dan bacaan al-Quran di perkuburan dianggap sebagai bid’ah.

MAJLIS SAMBUTAN BERAMAI-RAMAI
1. Menolak peringatan Maulid Nabi; bahkan menyamakan sambutan Mawlid Nabi dengan perayaan kristen bagi Nabi Isa as.
2. Menolak amalan marhaban para habaib
3. Menolak amalan barzanji.
4. Berdiri ketika bacaan maulid adalah bid’ah
5. Menolak peringatan Isra’ Mi’raj, dll.
6. Menghalalkan Khaul pada ulamanya sendiri

Ulama Wahabi

1. Dalam memberi fatwa, tokoh utama ulama Wahabi Salafi akan langsung berijtihad sendiri dengan mengutip ayat dan hadits yang mendukung. Atau, kalau mengutip fatwa ulama, mereka akan cenderung mengutip fatwa dari Ibnu Taimiyah atau Ibnul Qayyim. Selanjutnya, mereka akan membuat fatwa sendiri yang kemudian akan menjadi dalil para pengikut Wahabi. Dengan kata lain, pengikut Wahabi hanya mau bertaklid buta pada ulama Wahabi.

2. Tokoh atau ulama Wahabi Salafi level kedua ke bawah akan cenderung menjadikan fatwa tokoh Salafi level pertama sebagai salah satu rujukan utama. Atau kalau tidak, akan memberi fatwa yang segaris dengan ulama Wahabi level pertama.

3. Kalangan ulama atau tokoh Wahabi Salafi tidak suka atau sangat jarang mengutip pendapat ulama salaf seperti ulama madzhab yang empat dan yang lain kecuali madzhab Hanbali yang merupakan tempat rujukan asal mereka dalam bidang fiqih walaupun tidak mereka akui secara jelas. Hanya pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim yang sering dikutip untuk pendapat ulama di atasnya Muhammad ibnu Abdil Wahhab terutama dalam bidang yang menyangkut aqidah.

4. Di mata ulama Wahabi, perayaan keislaman yang boleh dilakukan hanyalah hari raya idul fitri dan idul adha. Sedangkan perayaan yang lain seperti maulid Nabi Muhammad, peringatan Isra’ Mi’raj dan perayaan tahun baru Islam dianggap haram dan bid’ah.

5. Kebanyakan lulusan universitas Arab Saudi dan afiliasinya adalah kader Wahabi Salafi. Sampai terbukti sebaliknya.

6. Pengikut/aktivis sangat menghormati ulama-ulama mereka dan selalu menyebut para ulama Wahabi dengan awalan Syekh dan kadang diakhiri dengan rahimahu-Llah atau hafidzahulLah. Seperti, Syeikh Utsaimn, Syeikh Bin Baz, dll. Tapi, menyebut ulama-ulama lain cukup dengan memanggil namanya saja.

7. Ulama Wahabi Salafi utama (kecuali Nashiruddin Albani yang asli Albania) mayoritas berasal dari Arab Saudi dan bertempat tinggal di Arab Saudi. Oleh karena itu, mereka umumnya memakai baju tradisional khas Arab Saudi yaitu (a) gamis/jubah warna putih (b) surban merah (c) surban putih (d) maslah yaitu jubah luar tanpa kancing warna hitam atau coklat yang biasa dipakai raja. Lihat baju luar yang dipakai Abdul Wahab dan Al-Utsaimin.

Oleh karena itu, saat kita membaca buku, kitab atau browsing di internet, tidak sulit menengarai pada fatwa ulama non-Wahabi, mana fatwa yang berasal dari Wahabi Salafi dan mana tulisan sebuah website atau blog yang penulisnya adalah pengikut Wahabi.

Sayangnya, tidak sedikit dari kalangan awam yang terkadang tidak sadar bahwa fatwa agama dalam buku atau situs internet yang mereka baca berasal dari fatwa Wahabi Salafi. Semoga dengan informasi ini, para pencari informasi keagamaan akan semakin tercerahkan.

Intinya, cara termudah mengetahui apakah seorang ulama, ustadz atau tokoh agama atau orang awam biasa itu berfaham Wahabi Salafi adalah dari (a) latar belakang pendidikannya; (b) buku atau kitab yang dikutip; dan (c) cara memanggil ulama Wahabi dan ulama non-Wahabi.

Artikel terkait :

Mantan Karyawan NASA Bongkar Konspirasi Keberadaan UFO di Bulan


[​IMG]

Seiring dengan terkuaknya sejumlah besar gambar atau foto dari wahana antariksa NASA, dan pernyataan NASA yang sengaja menyembunyikan fakta tentang eksistensi kehidupan di luar planet bumi ini kini semakin terungkap. Baru-baru ini, seorang mantan karyawan NASA mengungkapkan, sehingga memperkuat keyakinan atas rumor ini, mantan karyawan ini menyatakan pernah melihat tiga UFO ketika astronot NASA ke bulan. Namun, hal itu kemudian ditutupi oleh otoritas terkait, sementara “Santa Claus” adalah kode rahasia atas peristiwa terkait dari narasumber.

Menurut laman “EXPRESS”, bahwa mantan karyawan NASA, Dona Hare yang bertugas sebagai ilustrator dan teknisi foto slide mengungkapkan, bahwa NASA telah menutup-nutupi serangkaian informasi penampakan UFO melalui kode bernama “Santa Claus”, Hare mengatakan telah mengetahui penampakan tiga UFO yang mendarat di permukaan bulan tak lama setelah kendaraan NASA mendarat di satelit bumi tersebut.

[​IMG]

Namun, NASA mengancam, dan memaksa astronot menandatangani perjanjian untuk menjaga rahasia tersebut, sementara salah satu astronot yang mengonfirmasikan kepadanya bahwa di bulan memang ada makhluk luar angkasa itu kini tidak diketahui keberadaannya, ia seakan-akan hilang seperti ditelan bumi”

Adapun mengenai bagaimana Hare mengetahui peristiwa tersebut dengan kode “Santa Claus” dan pihak NASA yang sengaja menyembunyikan informasi terkait pada dunia itu ? Hare menuturkan, bahwa ia mendapatkan informasi itu dari berbagai sumber, ia mengetahui tiga UFO mendarat di permukaan bulan tak lama setelah astronot mendarat di satelit bumi tersebut, sampai setelah pesawat antariksa kembali ke bumi.

Salah seorang astronot yang memasuki area karantina mengungkapkan bahwa ia telah menyaksikan tiga UFO, dan menceritakan tentang situasi aktual terkait UFO yang mengikuti mereka. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Hare mencoba berbicara lebih dalam dengan narasumber terkait atas peristiwa itu, dan kebanyakan dari mereka akan mengatakan yang sebenarnya.

Namun, mereka juga mengakui bahwa jika berita itu terungkap, mereka akan menyangkal bahwa Hare berbohong. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak terperangkap dalam bahaya. Laporan tersebut menyebutkan, bahwa terkait pengakuan Hare, sejauh ini NASA belum memberikan tanggapannya.

Foto Asli Diubah

“Suatu ketika, saya ke area terlarang di lab foto, saya melihat mereka sedang mengolah foto di bulan dan citra satelit lainnya. Di area pengolahan gambar, seorang pria menunjukkan sesuatu, sehingga menarik perhatian saya. Dan saya pikir itu adalah foto-foto satelit, tapi tidak bisa dipastikan.”

Hare menceritakan, ada bayangan melingkar dalam foto itu, bayangan yang disinari cahaya matahari di ketinggian dari satu sudut. Menurut penuturannya, staf laki-laki itu menerangkan kepadanya bahwa itu bukan ilusi, karena ilusi tidak akan meninggalkan bayangan, akhirnya ia pun paham dengan maksud laki-laki tersebut. Benda itu adalah UFO, tapi dia tidak bisa mengatakan secara terang-terangan dan tidak bisa langsung mengatakan kepadanya.

[​IMG]

Hare mengaku selama bekerja di NASA, ia bertugas sebagai ilustrator dan teknisi foto slide. Selama bekerja di sana ia mendapatkan imbalan yang menggiurkan. “Saya sangat terkejut, karena anggota staf NASA memiliki perjanjian yang terpendam, sebelum memublikasikan foto, mereka akan menghilangkan gambar UFO dalam foto tersebut, dan mereka pernah menggunakan air brush dalam perangkat lunak pemetaan,” kata Hare.

Hare juga menceritkan satu hal, tentang seorang penjaga keamanan di NASA. Petugas itu pernah menceritakan kepada Hare, bahwa ia khawatir tentang keselamatannya. “Petugas keamanan itu mengatakan, bahwa ia diperintahkan agar membakar foto, tapi tidak boleh melihat isi foto tersebut. Namun, penjaga itu telah melihat salah satu gambar penting NASA, dan tak lama setelah itu, kepala penjaga keamanan itu dipukul oleh tentara dengan gagang pistol,” kata Hare.

Menurut penuturan Hare, bahwa ia telah banyak menceritakan hal itu kepada teman-temannya dan angggota keluarga, tapi ia tidak merasakan adanya ancaman dari otoritas terkait. “Mereka tidak mengancam saya dengan kematian, hanya saja ada yang berpesan padanya sebaiknya jangan menceritakan hal itu. Dan faktanya memang saya telah banyak bercerita, tapi tidak ada hal-hal buruk yang menimpa saya,” ujar Hare menambahkan.

Hare bukan satu-satunya saksi yang melihat foto UFO

Sehubungan dengan cerita Hare, “Daily Mail” pernah meminta konfirmasi dari NASA, tapi tidak mendapatkan respon apapun. Selain itu, laporan terkait juga menyebutkan, bahwa Hare bukan satu-satunya saksi mata yang melihat foto UFO ketika masih aktif di NASA. Menurut Sersan Karl Wolfe, yang bekerja untuk Director of Intelligence yang bermarkas di Tactical Air Command mengklaim bahwa ia melihat foto yang telah diubah untuk menghilangkan anomali di permukaan bulan.

Suatu ketika ia ke Langley AFB di Virginia, dan diminta untuk melihat satu rol foto. Antara foto itu, ia melihat foto permukaan bulan hasil gabungan klise film 35 mm, sementara di atasnya tampak satu gambar ukuran 47 cm x 28 cm (18,5 x 11inci). Foto-foto itu dirilis ke publik. Seorang perwira di sana mengatakan kepadanya, bahwa ada pangkalan yang dibangun alien di permukaan bulan, persisnya di balik permukaan bulan, dan yang harus dikerjakan Karl Wolfe adalah menghapus gambar tersebut dari dalam foto. Terkait pengakuan Hare, sejauh ini NASA belum memberikan tanggapan.

sumber

Dianggap Sebagai Angka Sial, Ternyata 13 Merupakan Angka Terindah Untuk Menuju Surga


Banyak orang menganggap bahwa angka 13 merupakan angka sial. Maka tak sedikit orang selalu menghindari segala hal yang berhubungan dengan angka 13. Padahal angka 13 tak selamanya sebagai angka mistis atau penuh misteri tetapi angka 13 adalah angka terindah menunjuk surga.

Ya, menurut agama Islam, angka 13 memiliki beberapa rahasia yang berkaitan dengan menemukan surga Allah dengan ibadah shalat. Berikut ini rahasia angka 13 dalam rukun shalat.

1.Berdiri jika mampu

Salah satu rukun shalat adalah berdiri tegak. Apabila seseorang tidak mampu berdiri maka ia diperbolehkan dengan duduk. Apabila tidak bisa duduk maka diperbolehkan dengan berbaring. Apabila tidak bisa dengan berbaring maka ia dapat menggunakan isyarat kedipan mata.

2.Takbiratul ihram

Ketika kita melakukan takbiratul ihram maka kita harus mengucapkan “Allahu Akbar” dan tidak diperbolehkan kata yang lain. Sebuah hadits menjelaskan bahwa shalat harus diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

3.Membaca Al-Fatihah

Setiap rakaat shalat, maka kita harus membaca surat Al-Fatihah seperti yang tercantum dalam sebuah hadits yakni tidak ada shalat yang tidak membaca Al-Fatihah.

4.Ruku’

Ruku’ adalah gerakan dengan membungkukkan punggung ke depan hingga membentuk 900.

5.I’tidal

I’tidal adalah berdiri tegak setelah melakukan ruku’.

6.Sujud menggunakan tujuh anggota badan

Sujud adalah gerakan inti dari shalat karena menunjukkan bahwa diri kita begitu lemah di hadapan Allah. Gerakan ini dilakukan dengan menundukkan kepala hingga menyentuh tanah.

7.Duduk di antara dua sujud

Sebuah dalil menjelaskan mengenai duduk di antara dua sujud. Dan anjuran bagi orang yang beriman untuk ruku’ dan sujud.

8.Thuma’ninah

Hal ini adalah bagaimana sikap kita dalam shalat. Tenang adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah agar dapat menunaikan ibadah shalat dengan khusyu’.

9.Tertib

Setiap shalat memiliki jumlah rakaatnya masing-masing. Dalam melaksanakannya, kita harus tertib pada setiap rukunnya dan tertib dalam mengatur shaf shalat. Setiap rukun harus dilakukan secara urut tanpa dibolak-balik.

10.Tasyahhud akhir

Sebelumnya, hal ini tidak termasuk dalam rukun shalat melainkan langsung mengucapkan “Assalaamu ‘alallahi min ‘ibaadih, assalaamu ‘alaa Jibril wa Miikaa ‘iill” yang berarti kita memohon keselamatan pada Allah.

11.Duduk tasyahhud akhir

Sebuah hadits menjelaskan bahwa ketika kita melakkan rukun ini, maka bacalah At-Tahiyyat.

12.Shalawat Nabi Muhammad SAW

Sebuah hadits menjelaskan bahwa kita dianjurkan mengucapkan shalawat Nabi kemudian berdoa ketika shalat.

13.Dua kali salam

Rukun terakhir dalam shalat adalah salam dua kali, seperti dengan hadits yang menjelaskan bahwa salam berfungsi sebagai penutup shalat.

Itulah beberapa rahasia dibalik angka 13. Sebagai seorang muslim kita tidak boleh sepenuhnya mempercayai hal-hal seperti itu karena jika kita mempercayai maka hal tersebut akan benar-benar terjadi. Dan jika ada musibah yang berhubungan dengan angka 13 mungkin hanya kebetulan. Ingat, segala musibah di dunia ini bisa terjadi karena Allah.

sumber

Lima Penemuan Peradaban Islam Paling Berpengaruh di Dunia


Islam merupakan salah satu agama terbesar dan tercepat penyebarannya di dunia. Namun dibalik nama besar serta cepatnya perkembangan agama ini, ternyata cobaan serta gejolak penolakan pun telah banyak dilakukan. Seperti saat ini saja dimana fenomena Islamfobia yang sedang merebak di banyak negara barat seperti Amerika Serikat. Dan bahkan baru-baru ini salah satu calon presiden Amerika Serikat yang berjanji akan melarang seluruh umat islam untuk masuk Amerika. Sungguh bencinya mereka kepada agama islam.

Dengan alasan yang di picu dari serangan teror Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ke prancis dan beberapa teror lainnya yang mengatasnamakan islam nyatanya telah menjadi sumber kebencian banyak orang. Padahal agama islam yang sesungguhnya tidaklah seperti itu. Malah islam adalah agama yang sebaliknya, bahkan tak sedikit penemuan-penemuan dari umat islam yang kini menjadi sesuatu yang sangat penting bagi perkembangan dunia.

Banyak yang mengira pemeluk Islam adalah penyuka kekerasan, serta hidup dalam keterbelakangan. Padahal islam adalah cikal bakal dari sejumlah temuan penting yang kini dinikmati manusia modern. Jika Anda ingin tahu tentang ilmu penting arsitektur atau kebersihan diri masa kini sesungguhnya berasal dari ilmuwan Islam. Banyak sekali penemuan-penemuan penting umat islam yang kini menjadi kebutuhan yang selalu di gunakan banyak orang bukan orang islam saja namun semua orang di dunia.
Berikut lima temuan peradaban Islam paling berpengaruh di dunia :

Kacamata

[​IMG]

Abu al-Hasan, ilmuwan dari Basra, Irak, menemukan metode bagaimana sebenarnya mata manusia bekerja. Dalam eksperimen dengan material reflektifnya, Hasan membuktikan bila mata tidak bisa berfungsi tanpa sinar pantul.
Berkat kesimpulan tersebutlah, akhirnya dia dapat menjelaskan bagaimana bila ada bayangan jatuh tidak tepat dengan sinar pantul.

Maka, demi membantu mereka yang mengalami masalah pada penglihatan, Hasan akhirnya dapat meramu sebuah alat yang kini populer dengan nama kacamata.

Tidak sebatas kacamata, dalam pengembangan lanjutannya, Hasan turut andil dalam ilmu lain seperti astronomu dan meterologi.

Gitar

[​IMG]

Siapa tidak kenal alat musik gitar? Alat musik yang populer di seluruh belahan dunia ini ternyata berasal dari tanah Arab. Pada awalnya alat musik yang memiliki enam yang mempunyai nama berbeda namun dengan fungsi sama.

Pada abad pertengahan, seorang muslim Spanyol menemukan dengan apa yang disebut sekrang sebagai gitar. Dia menyebutnya dengan ‘qitara’. Diceritakan bila alat ini kemudian diundang untuk menunjukkan kebolehannya di Istana Umayyah dibawah penguasa Abdel Rahman II di abad ke sembilan.

Seiring perkembangannya, akhirnya qitara mengalami evolusi menjadi sesuatu yang modern, hingga menjadi alat musik gitar seperti sekarang.

Marching Band

Pasti anda terkesima kala melihat serdadu angkatan memainkan secara kompak drum, cymbal, dan alat band marching lainnya. Namun tahukah anda sejarah dari pertunjukkan spektakuler ini?
Pada zaman perang terdahulu, umat muslim menggunakan formasi marching band modern dibuat oleh Kerajaan Ottoman Turki, pada abad 19.

Militer Eropa terkagum-kagum melihat atraksi personil marching band Turki. Penampilan para penabuh drum dari Ottoman itu akhirnya ditiru banyak divisi militer Eropa. Kini nyaris semua negara memiliki divisi marching band resmi di kalangan militer maupun sipil.

Sikat Gigi

Islam adalah sebuah agama yang sangat menitik beratkan pada kebersihan badan. Dalam Kitab Suci Al Quran pun hal tersebut tertuang dalam tata cara membersihkan badan. jadi jangan heran bila gigi adalah salah satu bagian penting yang tidak luput akan hal tersebut.
Dalam sejarah hidup Nabi Besar Muhammad, beliau mencontohkan bagaimana membersihkan gigi dengan menggunakan ranting, atau yang akrab disebut ‘siwak’. Sang nabi sangat rajin dalam melakukan hal itu setiap hari dalam membersihkan giginya.
Meski tidak secara tegas tertulis dalam memberishkan menggunakan siwak dalam kitab, namun apa yang dilakukan nabi sangat sering tertuang dalam hadis riwayat para sahabat nabi.

Aljabar

Ilmu konstruksi dunia telah berkembang pesat. Sampai-sampai manusia bisa membangun gedung pencakar langit yang tingginya mendekat satu kilometer dari permukaan tanah. Namun, apa artinya arsitek atau insinyur pandai merancang gedung, tanpa aljabar. Ya, aljabar adalah ilmu yang menjadi pondasi sains terapan modern.

Ilmu hitung ini mulaui dikenal oleh bangsa Eropa pada abad ke-12, ketika seorang berdarah Inggris-Arab menerjemahkan karya ilmuwan muslim bernama Al Khwarizmi. Khawarizmi lahir sekitar tahun 780 di Uzbekistan, dan wafat pada 850 di Baghdad, Irak. Dia berprofesi sebagai pengajar di madrasah terkemuka Dinasti Abbasiyah.

Rumus Aljabar yang dia kenalkan berdampak tidak sebatas dalam bidang matematika saja, namun lebih meluas ke bidang lain seperti astronomi, astrologi, geografi, hingga kartografi.