Tahukah Anda Jika Merah-Putih Itu Berasal Dari Rasulullah SAW?


Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya berjudul Api Sejarah menulis, bendera Republik Indonesia (RI), Sang Saka Merah Putih, adalah Bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada bangsa Indonesia dengan mengajarkannya kembali sejak abad ketujuh masehi atau abad kesatu Hijriah. Masa ini bertepatan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Mansyur menyatakan para ulama membudayakan bendera merah putih dengan berbagai sarana antara lain tiga cara berikut:

Pertama, setiap awal pembicaraan atau pengantar buku, sering diucapkan atau dituliskan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Bukankah kapur dengan sirih akan melahirkan warna merah? Lalu, apabila buah pinang diiris atau dibelah, akan terlihat di dalamnya berwarna putih?
merah-putih-10
Kedua, budaya menyambut kelahiran dan pemberian nama bayi serta Tahun Baru Islam senantiasa dirayakan dengan menyajikan bubur merah putih?

Ketiga, pada saat membangun rumah, di susunan atas dikibarkan Sang Merah Putih. Setiap hari Jumat, mimbar Jumat di Masjid Agung atau Masjid Raya dihiasi dengan bendera merah putih.

Mansyur pun menyatakan pendekatan budaya yang dilakukan para ulama telah menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak sanggup melarang pengibaran bendera merah putih oleh rakyat Indonesia.

Mansyur menegaskan bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi yang dibuat Lembaga Alquran dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

Mansyur mengemukakan sejumlah argumen pendukung untuk memperkuat pendapatnya, yakni merah putih adalah bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Menurut Mansyur, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam memanggil istrinya, Siti Aisyah ra, dengan sebutan Humairah yang artinya merah.

Busana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang indah juga berwarna merah, seperti disampaikan oleh Al Barra: “Kanan Nabiyu Saw marbua’an wa qadra ataituhu fi hullathin hamra-a, Ma raitu syaian ahsana min hu”.

Artinya: “Pada suatu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai hullah (busana rangkap dua) yang berwarna merah. Aku belum pernah melihat pakaian seindah itu”.

Mansyur pun menyatakan busana warna putih juga dikenakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, sedangkan pedang Sayidina Ali radi allahu anhu berwarna merah dan sarung pedang Khalid bin Walid berwarna merah-putih.

(kl/republika)

sumber

Bagaimana Caranya PKI bangkit lagi???


Bung Karno bilang jangan sekali-kali melupakan sejarah. JASMERAH.
setiap anak bangsa harus memahami sejarah bangsanya. Untuk apa? Untuk belajar dan sekaligus memprediksi masa depan bangsanya.

Dengan memahami sejarah, kita tahu banyak hal di masa lalu dan banyak hal yang berulang di masa datang. Itulah sebabnya sering kita dengar dari mulut orang-orang tua kita perkataan: sejarah berulang kembali!

Kemaren ada yang bilang, tidak mungkin PKI bisa bangkit lagi? Dari mana ceritanya? Kalau teroris malah mungkin tambah banyak. Seiring dengan banyaknya orang islam yang radikal. Jadi, omong kosong PKI bakal ada lagi apalagi menguasai negeri ini. Itu hal yang mustahil dan hil yang mustahal.

.

Benarkah demikian?
Hemmmmm, kalo kita balik lagi ke sejarah, sejak dulu pemikiran seperti itu sudah ada. Sejak jaman pemberontakan PKI 65. Apalagi pada masa itu pergerakan mereka halus dan belum ada medsos sehingga tak gampang diendus. Bahkan ketika dedengkot PKI yang bernama DN Aidit menulis buku tentang Membela Pancasila (1964) nggak ada yang curiga kalau itu bagian dari kamuflase taktik pemberontakan mereka.

Apa sih yang membuat kita yakin bahwa kebangkitan PKI itu pasti ada. Meski pergerakannya tak kasat mata. Tapi sebenarnya tanda tandanya sangat nyata!

Bagaimana bisa tahu? Ya jawabannya kembali kepada sejarah. Sejarah telah mencatat pola pola yang mereka lakukan selalu sama. Itulah sebabnya ada yang percaya bahwa sejarah itu berulang.

Setidaknya jika berkaca pada pemberontakan PKI yang sudah terjadi di Indonesia, Polanya memakai taktik yang sama.

Pertama, membunuh umat islam. Pada masa dulu pembunuhan itu berlangsung secara fisik. Mereka mendatangi pesantren dan secara membabi buta membunuh para santri dan menghabisi nyawa para kyai dengan sangat keji. Cerita cerita tentang kekejaman mereka terhadap ulama dan santri sering kita dengar kalau kita datang ke desa-desa. Apakah pola ini juga terjadi saat ini? Entahlah!

Ada yang bilang, gerakan itu sudah mulai ada. Tapi bukan dengan pembunuhan nyawa. Yang dilakukan adalah pembunuhan karakter. Terutama ke kalangan umat islam. Baik kalangan santri maupun kyai. Banyak pesantren difitnah sebagai sarang teroris. Banyak kyai dan ulama yang dikriminalisasi dengan banyak cara.

Kedua, menampilkan simbol simbol PKI secara terang-terangan. Pada jaman dulu, gambar Palu Arif dilukis dimanamana. Di temboktembok jalanan, di bendera bendera, selebaran, dan Buku-buku. Semua itu dilakukan untuk menunjukkan eksistensinya bahwa mereka itu ada dan kuat. Bagaimana dengan sekarang? Entahlah!

Yang jelas, dengan mudah sekarang ini kita bisa mendapatkan buku Aku Bangga Jadi Anak PKI, yang mengklaim saat ini punya sekitar lima juta simpatisan sesama anak PKI. Beberapa waktu lalu di Jakarta ditangkap orang-orang yang lalu lalang di jalanan dengan kaos bergambar Palu Arit. Bahkan ada putri indonesia yang kedapatan memakai kaos berlogo Palu Arit dan diunggah di facebook. Ada pula isu di sebuah kota bahkan ada pertemuan besar para kader dan simpatisan berlogo palu arit itu. Pergerakan pergerakan kecil seperti itu nyaris tak terbaca gelagatnya.

Ketiga, memasukkan kadernya di kalangan angkatan bersenjata atau militer. Pada masa itu PKI berhasil menguasai Angkatan Darat. Melalui orang-orangnya di sini, kita mengenalnya dengan sebutan Cakra Birawa, mereka dengan mudah menguasai ring satu negara. Dengan mudah pula membunuh Jendral Jendral yang setia pada Pancasila dan membuangnya di sumur Lubang Buaya. Menguasai militer atau istana adalah salah satu strategi terukur yang bisa membuat tujuan pemberontakan yang mereka citacitakan cepat tercapai. Apakah itu juga terjadi sekarang? Entahlah!

Semoga aja itu tidak terjadi. Tapi banyak orang yang mulai mengira bahwa model model kriminalisasi ulama yang dilakukan oleh aparat hukum bersenjata yang belakangan ini terjadi ditafsirkan sebagai pertanda bahwa apa yang terjadi pada masa pasukan Cakra Birawa dulu itu seperti terulang kembali saat ini. Ulama dan santri mulai diincar secara membabi buta dengan kekuatan senjata. Bisa jadi itu terjadi pula hingga ring satu istana. Terkooptasi oleh tangan tangan komunis yang sudah berhasil menyusup ke istana. Semoga perkiraan orang-orang tua yang nongkrong di warung kopi di ujung desa ini tidak sampai terjadi.

Keempat, terciptanya kegaduhan secara massif lewat tiga pola: Naikkan harga – harga, hilangkan lapangan kerja, tinggikan angka kriminalitas. Mereka adalah kader kader yang jago agitasi. Kader kadernya dididik untuk menjadi provokator yang hebat. Begitu kegaduhan sosial terjadi, masyarakat sudah chaos, itulah saat yang tepat untuk memprovokasi massa bergerak mewujudkan ide komunisme. Nah apakah suasana seperti itu juga terjadi? Entahlah! Mari kita refleksikan bersama.

.

Ah, belajar sejarah memang bisa bikin kita jadi getir. Bikin kita ketar-ketir. Meski pada saat yang sama bisa membuat kita menjadi lebih cerdas, lebih Wisdom, lebih prediktabel. Belajar sejarah membuat kita jadi lebih peka dan lebih waspada dengan Tanda-tanda.

Inilah sebagian dari hasil renungan malam pada saat orang orang sedang iktikaf di pertengahan Ramadan. Semoga tak ada lagi kebangkitan PKI di negeri yang indah ini. Semoga negeriku selalu aman dan damai. Mari berdoa!

 

Inilah Akhir Hidup yang Tragis si Pembenci Syariat Islam


BataraNews.com – Sudah Banyak contohnya orang-orang yang sangat sombong dan arogan dalam hidupnya memiliki sejarah kelam di akhir hayatnya.

Kali ini pembahasan menuju pada sosok lampau yang dalam sejarah umum, orang ini dikenal sebagai bapak Pembangunan Turki, namun hakikatnya dia adalah seorang pemimpin yang tidak mencintai rakyatnya dan tidak menghormati Islam sebagai dasar dari negara Turki namanya Mustafa Kemal Attaturk.

Dalam fakta sebenarnya yang sengaja dikaburkan, Mustafa Kemal adalah seorang Yahudi dari sebuah kota di Turki bernama Tesalonika (Yahudi Dumamah). Mustafa merupakan seorang agen atau kaki tangan Yahudi Internasional yang disusupkan ke dalam militer Turki sehingga dia menjadi seorang jenderal untuk menghancurkan kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah yang menolak menyerahkan Al-Quds kepada Zionis-Yahudi. Lewat konspirasi Yahudi Internasional inilah, Kekhalifahan Turki Utsmaniyah akhirnya hancur pada tanggal 3 Maret 1924, hanya 27 tahun setelah Kongres Zionis Internasional pertama.

Mustafa Kemal naik menjadi penguasa dan menghancurkan seluruh kehidupan beragama di Turki dan menggantinya dengan paham sekuler. Mustafa Kamal Ataturk merupakan seorang Mason dari Lodge Nidana. Selama berkuasa, Mustafa Kamal memperlihatkan watak seorang Yahudi asli yang sangat membenci agama.

Pernah suatu hari saat berkuasa, setelah melarang adzan menggunakan bahasa Arab dan hanya diperbolehkan berbahasa Turki, Mustafa Kamal melewati suatu masjid yang masih mempergunakan adzan dengan bahasa Arab, seketika itu juga dirinya merobohkan masjid itu. Cerita yang lain mengatakan, ketika Mustafa mewajibkan setiap orang Turki memakai topi Barat yang kala itu di Turki lazim dianggap sebagai simbol kekafiran, maka barangsiapa yang tidak mau menuruti perintahnya memakai topi, orang itu akan dihukum gantung. Hasilnya, banyak lelaki Turki yang digantung di tiang-tiang gantungan yang sengaja dibuat di lapangan-lapangan kantor pemerintahannya.

Namun, sehebat-hebatnya manusia berbuat, namun ada kekuatan yang Maha Besar yang akan siap menghukumnya, bahkan dihukum sebelum orang tersebut mati.

Dalam penuturan syekh Dr.Abdullah ‘Azzam dalam buku yakni ‘Al Manaratul Mafqudah’ (Majalah al Jihad, Pakistan, 1987) detik detik menjelang ajal sang hina Mustafa Kamal Attaturk digambarkan begitu mengerikan. Berikut beberapa gambaran dari siksa sakaratul maut dari orang yang sangat membenci syariat.

1. Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatitis) disebabkan alkohol yang terkandung dalam khamr.

2. Cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti.

3. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO), akibat amat sering berbuat zina.

4. Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum.

5. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak.

6. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.”

7. Selama sakit Mustafa berteriak-teriak sedemikian keras sehingga teriakannya menerobos sampai ke teras istana yang ditempatinya.

8. Tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit. Beratnya hanya 48 kilogram.

9. Giginya banyak yang tanggal hingga mulutnya hampir bertemu dengan kedua alis matanya.

10. Badannya menderita demam yang sangat tinggi sehingga ia tidak bisa tidur.

11. Tubuhnya juga mengeluarkan bau bagaikan bau bangkai. Walau demikian, Mustafa masih saja berwasiat, jika dia meninggal maka jenazahnya tidak perlu dishalati.

12. “Pada hari Kamis, 10 November 1938 jam sembilan lebih lima menit pagi, pergilah Mustafa Kamal dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi…,”

13. Tidak cukup dari itu, Allah tunjukkan lagi balasan azab ketika mayatnya di bawa ke tanah perkuburan.

14. Bila mayatnya hendak ditanam, tanah tidak menerimanya (susah jenazahnya hendak masuk ke liang kubur), diputuskanlah mayatnya di awetkan.

15. Disebabkan putus asa, mayatnya diawetkan sekali lagi dan dimasukkan ke dalam musium yang diberi nama EtnaGrafi di Ankara selama 15 tahun (sampai tahun 1953).

16. Setelah 15 tahun mayatnya hendak dikuburkan kembali, Allah Maha Agung, bumi sekali lagi tak menerimanya.

17. Saking Putus asanya para keluarga, mayatnya dibawa ke suatu bukit dimakamkanlah diantara dua marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dimasukkan kedalam celah batu marmer tersebut.

Mudah-mudahan para pembaca kisah ini dan seluruh pemimpin negeri ini yang membenci syariat Islam dapat mengambil pelajaran dari kisah ini sebelum terlambat dan menyesal kemudian.

=======================

*Do’a-2 agar kita diberikan keistiqomahan dalam dienul Islam hingga akhir hayat:*
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

(Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa min ladunka rohmah, innaka antal wahhaab)
_Wahai Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)_.
(QS. Ali Imran ayat 8).

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

(Yaa Muqollibal quluub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik)
_Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agamaMu_
(H.R At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْحَوْرِ بَعْدَ الْكَوْرِ

(Alloohumma innii a’uudzubika minal haur ba’dal kaur)
_Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari terpeleset dari landasan yang benar setelah mendapat hidayah_
(H.R An-Nasa’i)

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

(Alloohumma a’innii ‘alaa dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibaadatik)
_Ya Allah, bantulah aku dalam mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan memperbaiki ibadahku_
(H.R Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ahmad).

_*Semoga bermanfaat*_

KYAI ABDUL (…)


Sejarah PROKLAMASI yg tak terceritakan dan terkubur adalah Andil besar dari seorang Kyai di jawa barat yg membaca situasi genting saat itu yg menimbulkan keraguan utk di kumandangkan nya proklamasi.
Datanglah Kyai Abdul “…..” (maaf tdk disebutkan nama lengkap nya) kepada Soekarno : “bsk harus kau bacakan proklamasi itu, dan harus kamu yg bacakan bukan yg lain! “,
“itu hasil istikharah ku”,
“jika tdk kaubacakan maka bangsa ini harus menunggu 450 thn lagi utk menyatakan kemerdekaan nya”.

Jawab Soekarno “Bgmn mungkin aku bacakan, sy bisa digantung mati sm Jepang spt yg tjd di Filipine sesaat stlh kemerdekaan mrk bacakan”
“Situasi saat ini semua senjata dilucuti oleh Jepang, siapa yg menjamin keamanan saya stlh proklamasi di bacakan? ”
(**pd saat itu memang semua senjata dilucuti pasukan Jepang, hanya soedirman di banyumas yg malah ganti melucuti senjata pasukan Jepang yg hendak melucutinya, maka layak lah soedirman mjd Panglima BESAR)

Jawab Kiai pd waktu itu “jgn khawatir Soekarno, aku yg menjamin keamanan mu! ”
Maka dirumuskanlah naskah proklamasi dirumah yg dipinjami oleh seorang saudagar Arab. Termasuk ada rumusan asli dari Pak kiayi tsb (yg menurut penuturan si pembawa yg msh hidup sd skg, beliau bertutur sambil menangis bahwa naskah asli Pak kiayi tsb telah hilang dicuri! ).

Esok harinya Pak Kyai paham apa yg masih mjd keraguan Soekarno, beliau datangi lagi Soekarno dan berkata : “kenapa blm kamu bacakan juga?”, “kapan mau kamu bacakan?”
Lihatlah diluar! Berbaris ribuan santri ku siap mati bersenjatakan bambu runcing mengawal melingkari tempat proklamasi ini.

Hilang lah keraguan Soekarno, dan alhamdulilaah proklamasi berhasil di bacakan dan bertepatan pd saat bulan suci RAMADHAN dgn dijaga oleh RIBUAN SANTRI.
Fakta tsb terlihat dlm foto proklamasi yg dihadiri oleh seorang PEREMPUAN BERJILBAB yg sampai skg sejarah tdk pernah tau siapakah wanita tsb?

Sbg Ujud Terimakasih Soekarno atas jasa dari Pak kiayi tsb, maka rancangan proklamasi yg beliau rumuskan dipakai dlm pembukaan UUD 1945, yg berbunyi :
“ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH DAN DIDORONG OLEH KEINGINAN LUHUR SUPAYA BERKEHIDUPAN KEBANGSAAN YG BEBAS… ”

Satu lagi fakta sejarah berdiri nya negeri ini tdk lepas dari darah juang para santri.

(agungsoeharto@buriedhistory)

Qatar akan dijadikan Irak II


Di era 80-90 an, banyak orang tidak mengetahui mengapa Saddam Hussein membantai sebagian rakyat Iraq di negerinya sendiri. Seluruh dunia pun mengecam dan menyumpah serapah Saddam. Ia ditahbiskan sebagai seorang pembantai kejam yang tidak berperi kemanusian.
Dua puluh tahun kemudian, terungkap bahwa orang-orang yang dihabisi oleh Saddam tersebut adalah penganut Syi’ah di negerinya. Selama lebih dari dua dekade, kenyataan ini dilindungi dan disembunyikan oleh media-media barat.
Sejak lama Saddam sudah tahu akan bahaya Syiah. Di zamannya, sudah berbondong-bondong penganut Syiah dari Iran masuk ke negerinya. Jika hanya sekadar tinggal, mungkin Saddam tidak akan mempermasalahkannya. Tapi para penganut agama Syiah ini merusak semua tatanan kehidupan yang ada, terutama dengan konsep kawin mut’ah-nya yang memang tak ada bedanya dengan prostitusi.
Di wilayah Timur Tengah sendiri, satu-satunya negara yang menyadari keberadaan Iran sebagai negara Syiah adalah Iraq. Saddam—memerintah hampir bersamaan dengan Khomeini pada tahun 1979, jauh-jauh hari sudah melihat pengaruh besar Iran ke Iraq dan negara-negara Arab lainnya.
Sejarah juga menunjukkan bahwa Iran yang Syi’ah lah yang kemudian mendesak PBB untuk memerangi Saddam. Iran juga yang menyediakan pangkalan militer ketika Amerika menyerang Iraq, mulai dari laut, udara, dan darat.
KINI, TERBUKTILAH PREDIKSI SADDAM HUSEIN.
Secara resmi Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak dengan kode “Operasi Pembebasan Irak” pada tanggal 19 Maret 2003. Tujuan utamanya adalah untuk melucuti senjata pemusnah masal Irak, yang sampai detik ini tuduhan tersebut tidak kunjung terbukti. Bahkan Tim Inspeksi PBB yang diketuai oleh Hans Blix secara tegas telah menyatakan tidak menemukan bukti bahwa Irak memiliki senjata pemusnah masal. Untuk menjalankan misi ini, pada 18 Februari, AS telah mengirimkan 100.000 pasukan ke Kuwait. Pasukan ini mendapatkan dukungan dari pasukan koalisi yang terdiri dari lebih dari 20 negara dan Syiah Kurdi di Irak Utara.
Operasi Pembebasan Irak, yang sejatinya lebih tepat dikatakan sebagai ‘Operasi Pendudukan Irak’ ini menyisakan banyak sekali kejanggalan. Alasan AS untuk membebaskan rakyat Irak dari kediktatoran Saddam Husein sangat bertentangan dengan fakta di lapangan, di mana nama Saddam Hussein begitu dieluh-eluhkan oleh rakyat Irak, kecuali oleh suku Kurdi di utara Irak, yang berediologi Syiah. Invasi ini tidak lebih dari ketakutan berlebihan AS di bawah kepemimpinan Bush bahwa eksistensi Israel akan terancam jika Irak memiliki senjata atau peralatan tempur yang canggih. Kekhawatiran ini dipertegas dengan laporan intelijen Bush yang mengatakan bahwa Irak memiliki rudal dengan jarak jangkau 900 kilometer. Padahal setelah dicek langsung oleh Tim Inspeksi PBB, Irak hanya memiliki rudal yang mampu menjangkau sekitar 10 sampai 15 kilometer saja. Hasil laporan PBB inilah yang membuat Saddam Hussein menyatakan kepada dunia, “Mampukah rudal ini menembus Israel? Mampukah mencapai AS?”.
Akhirnya pada tanggal 9 April 2003, perang AS-Irak dinyatakan telah selesai dengan dikuasainya kota Bagdad oleh AS dan tertangkapnya Saddam Hussein. Saddam ditangkap dalam sebuah operasi bersandi ‘Red Dawn’ (Fajar Merah), yang melibatkan pasukan Divisi Infanteri IV Angkatan Darat AS dan satuan operasi khusus pasukan koalisi. Sebagaimana keterangan yang disampaikan oleh Komandan Pasukan Koalisi Letnan Jenderal Ricardo Sanchez, data keberadaan Saddam Hussein diperoleh dari hasil penyelidikan intelijen dan keterangan para tahanan.
Dalam pemerintahan Irak yang baru pasca tumbangnya Saddam Hussein, Hakim Abdul Rauf Abdul Rahman, hakim keturunan Kurdi yang menggantikan Rizgar Amin yang sebelumnya telah mengundurkan diri, menjatuhkan hukuman mati (gantung) kepada mantan presiden Irak Saddam Hussein, dengan tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap 148 orang Syiah di wilayah Dujail. Keputusan ini pun disambut dengan teriakan takbir oleh Saddam Hussein, “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Hidup rakyat Irak, hidup umat Islam, hancurlah para penjajah, hancurlah para pengkhianat.”
Saat ia berada di tiang gantungan, ia masih sempat mengirimkan pesan kepada para pemimpin Arab, “Amerika akan menggantung saya, dan kalian akan digantung oleh rakyat kalian sendiri. Saya hanya ingin umat ini dapat mengangkat kepalanya dan tidak tertunduk kepada Zionis. Untuk dapat menjadi pemimpin maka rakyat yang anda pimpin harus percaya bahwa anda adalah orang yang adil meskipun anda bersikap keras jika memang kondisi mengharuskan demikian. Jagalah rahasia orang, jangan ceritakan kepada orang lain, atau menggunakan rahasia seorang sahabat untuk menjatuhkannya. Percayalah kepada mereka yang tidak ragu untuk melakukan tugas-tugas berat yang seakan tampak di luar batas kemampuan mereka. Jangan memilih mereka yang hanya mau menjalankan tugas-tugas ringan di bawah kemampuan asli mereka.”
Kemudian Saddam Hussein melanjutkan, “Saya benar-benar menentang Zionis dan Amerika. Akan tetapi kesalahan saya adalah karena tidak begitu memahami pergerakan Islam dan persatuan antar kelompok-kelompok Islam, sebagaimana umat Islam juga tidak begitu memahami saya dan keinginan saya untuk merealisasikan proyek Islam yang sangat besar. Namun saat ini saya telah memahami hal itu, meskipun sudah terlambat, bahwa merekalah (umat Islam) satu-satunya yang mampu membungkam proyek Zionis, seandainya mereka benar-benar diberi kesempatan dan infrastruktur pendukungnya. Penyesalan selalu datang di akhir.”
Pernyataan Saddam Hussein bahwa para pemimpin Arab akan digantung (dibunuh, diperangi) oleh rakyatnya sendiri telah terbukti sejak tahun 2011, 8 tahun setelah invansi Amerika ke Irak tahun 2003. Api revolusi yang terjadi di Timur Tengah (Arab) yang lebih dikenal dengan sebutan ‘ar-Rabi’ al-Arabi’ (Arab Spring) telah berhasil menumbangkan para pemimpin Arab yang dianggap diktator, sebagaimana terjadi di Tunisia, Libya, Mesir, dan terakhir Suriah yang tidak kunjung usai.
Saddam mengerti betul bagaimana siasat dan konspirasi Amerika dalam memecah-belah dunia Arab khususnya, dan dunia Islam secara umum, demi mengamankan hegemoninya di bidang politik, sosial, dan ekonomi.
Kini Qatar tengah terancam, Turkey sudah memplokamirkan berada di sisi Qatar. Qatar difitnah mendalangi teroris sebagaimana Iraq dulu difitnah menyimpan senjata pembunuh massal. Sementara kita sebagai negera terbesar muslimnya hanya mampu mengirimkan do’a semoga Allah SWT menjaga saudara-saudara kita di belahan timur tengah.
By #Agus_santoso

Mengapa Rumah Sakit di Makkah selalu sepi..??


Di Makkkah rumah sakit pada sepi,, beda dengan di Indonesia..
Memang beda dan tidak sama.. Yang membedakan adalah Aqidah dan Syariatnya,,,

Inilah rahasia mengapa di Makkah rumah sakit sangat sepi,, jarang sekali pasien yang datang…

Ada seorang dokter dari klinik di Tanah suci ( Makkah Al-Mukarromah ). Selama 6 bulan berprakter, tidak ada seorang pasien pun yang datang untuk berobat. Hingga beliau meras heran, Apakah orang-orang disini tidak pernah sakit??

Akhirnya beliau mendapatkan jawabannya, dari salah seorang Muslim disana :

Bila kami sakit,,,
* Ikhtiar pertama
Yang kami lakukan adalah Sholat dua rokaat dan memohon kesehatan kepada Allah.
Insya Allah sembuh dengan izin dan kasih sayang-NYA.

Kalau belum sembuh,,,
* Ikhtiar kedua
Yaitu baca Al-Fatihah / Surat-surat lain, tiupkan pada air minum dengan amalan tambahan :
– Jika badan panas,, maka kami banyakin baca Sholawat ( karena Sholawat sebagai penyejuk )
– Jika badan dingin,, maka kami banyakin baca Ayat Kursi.
– Jika sakit yang terlihat,, maka kami bacakan Surat Al-Fatihah sambil mengusap-usap dibagian yang sakit.
– Jika sakit tak terlihat,,maka kami banyakin bacaan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas ( Sebagai penolak sihir )
Dan Alhamdulillah kami akan sehat . Inilah Ruqyah untuk diri sendiri.

Tapi kalau belum sehat juga, kami lakukan ikhtiar ketiga.
* Ikhtiar ketiga
Yaitu bersedekah,, dengan niat menapatkan pahala kebaikan dan dijadikan jalan penyembuh sakit kami.
Insya Allah akan sembuh.

Dan kalau tidak sembuh juga, akan kami tempuh ikhtiar yang keempat.
* Ikhtiar ke-empat
Yaitu banyak-banyak Istighfar untuk bertaubat. Sebab Nabi SAW beritahu kami, bahwa sakit adalah salah satu sebab diampuninya dosa-dosa.

Kalau belum sembuh juga, baru kami lakukan ikhtiar ke-lima.
* Ikhtiar ke-lima
YAitu minum Madu dan Habbatussauda.
* ikhtiar ke-enam
Yaitu dengan mengambil makanan herbal seperti bawang putih, buah tin, zaitun.
Dan Alhamdulillah,, Laa Hawlaa Wa laa quwwata illa billah..
Jika belum sembuh sembuh, baru kami.
* Ikhtiar ke-tujuh
yaitu pergi ke Dokter yang sholeh.
Insya Allah akan diberi kesembuhan dari Allah..

Semoga bermanfaat,, silahkan di share

*AMBIL HIKMAH DIBALIK KISAH INI*


وأدخلت للعناية المركزه
*Ibunya dirawat di ICU*

وفي يوم من الأيام صارحه الأطباء
*Beberapa hari kemudian dokter berterus terang kepadanya*

بأن حال والدته ميؤوس منها وأنها في أي لحظة تفارق
*Keadaan ibunya tiada harapan sembuh dan khawatir meninggal dunia tiba2*

وخرج من عند أمه هائما على وجهه
*Pemuda itupun meninggalkan rmh sakit dengan air mata, dan muka yg sedih mengenang sakit ibunya*

وفي طريق عودته لزيارة والدته
*Dalam perjalanan untuk melawat ibunya sekali lagi*

وقف في محطة البنزين
*Pemuda itu berhenti di sebuah SPBU*

وهو ينتظر العامل ليضع البنزين
في سيارته
*Ketika dia menunggu pekerja SPBU itu mengisi bensin*

رأى تحت قطعة كرتون قطة قد ولدت قططا صغارا
*Pemuda itu memandang seekor kucing yg memiliki beberapa anak berteduh dibawah kotak*

وهم لا يستطيعون المشي
*Kucing itu kelihatan tak mampu berjalan*

فتساءل!!!!!
*Dia termenung sejenak bertanya2*…

من يأتي لهم بالطعام وهم في هذه الحال؟
فدخل للبقالة
*Siapakah yg akan memberi kucing itu makan& dalam keadaan begitu, dan pemuda itu masuk ke toko di area SPBU*

واشترى تونة
*Dibelikannya tuna*

وفتح العلبة ووضعها للقطة
وانصرف للمستشفى
*Dibukannya tuna itu utk diberi kepada kucing tadi dan meneruskan perjalanannya ke RUMAH SAKIT*

وعندما قدم للعناية مكان تنويم أ
*tatkala masuk ruang ICU*

*لم يجدها على سريرها فوقع ما في يده فزعا*
*Alangkah terperanjatnya dia tatkala ibunya tiada di ruang ICU itu dan kaget, sehingga jatuh benda yg dipegangnya*

فاسترجع وسأل الممرضة*
*Dia bergegas lari utk bertanya kepada perawat yg bertugas*

أين فلانة؟
*Di mana ibuku.?*

فقالت تحسنت حالتها فأخرجناها للغرفة المجاورة
*Perawat itu berkata: Ibumu sudah berangsur pulih dan kami pindahkan ke kamar biasa*

فذهب إليها
*Pemuda itu terus mendapatkan ibunya*

فوجدها قد أفاقت من غيبوبتها
*Maka ia menjumpai ibunya dalam keadaan sudah sadar dari komanya*

فسلم عليها وقبلها فسألها
*Dia bersalaman dan mencium ibunya sambil bertanya apa yg terjadi*

فقالت أنها رأت وهي مغمى عليها
*Ibunya memberitahu, ketika dalam keadaan tidak sadar di kasur*

قطة وأولادها رافعين أيديهم يدعون الله لها
*Ibunya melihat kucing dan anak2nya menengadahkan tangan ke arah langit sambil berdoa memohon ibunya disembuhkan segera*

فتعجب الشاب
*Pemuda itu terkejut mendengar apa yg diceritakan ibunya*

فسبحان من وسعت رحمته كل شيء
*Maha suci Allah Tuhan yg rahmatnya meliputi setiap sesuatu.*

سبحان الله الصدقةدفعت بلاء بإذن الله
*Segala puji bagi Allah, sedekah melepaskan kita daripada penderitaan, dengan izin Allah.*

(داووا مرضاكم بالصدقه)
*(Sembuhkan penyakitmu dengan memberi sedekah)*

هذه فقط علبة تونه والرسول صلى الله عليه واله وسلم قال: ( إتقوا النار ولو بشق تمره)
*Ini hanya karena ikan tuna. Rasulullah SAW bersabda: (Lindungi diri kamu daripada panas api neraka walaupun dengan separuh tamar)*

سبحان الله ألا تريد أن تكون جوادا
*SubhanAllah Jadikan ini tindakan kamu utk menjadi seorang yg pemurah*

حتى لو كنت مشغولا أرسل هذه الرسالة الى أكثر أصحابك”
*Walaupun anda sibuk, silahkan sebarkan tulisan ini kepada saudara2mu..!*

(لاإله إلا الله)
? “يارب فرج هم من ينشره”
““`Ya Allah! Ringankanlah beban siapa saja yg menyebarkannya”….Aamiin …“`

KISAH JENAZAH MUAWIYAH R.A YANG DISHOLAWATI 70 RIBU MALAIKAT


Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. : Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.
Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : “Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?”
“Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya.” jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : “Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?”
“Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat.” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?”

Kemudian Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu.”

“Siapakah dia, wahai Jibril?” tanya Rasulullah SAW.
“Dialah Muawiyah…!!!” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”
Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas.”

Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : “Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”
SubhanAllah ..
Walhamdulillah ..
Wala ilaha illallah ..
Wallahu akbar.

Rasulullah SAW bersabda : ”Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam?” Mereka menjawab, “Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur’an?” Lalu Nabi SAW bersabda, “Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.” (H.R. Muslim no. 1922)