Misteri Ilmu Melipat Bumi Bukti Peristiwa Teleportasi


Anda mungkin pernah mendengar kyai sakti yang selalu sholat Jumat ke Mekkah atau Waliyullah yang mengajak santrinya sholat di Baitullah. Padahal, zaman dulu belum ada pesawat terbang yang dapat menyingkat perjalanan. Diduga, para wali itu menggunakan Ilmu Melipat Bumi. Kini, masih adakah ilmu itu?

Ilmu Melipat Bumi, Rahasia Ilmu para Wali dalam ber-Teleportasi

Kisah para kyai atau wali yang dapat bepergian jauh dalam waktu singkat agaknya bukan isapan jempol. Pasalnya, di blantika ilmu kanuragan dikenal istilah Ilmu Melipat Bumi. Dengan ilmu tersebut seseorang dapat mempersingkat waktu perjalanan ribuan kilometer dalam hitungan detik. Konsepnya hampir mirip film Hollywood berjudul “JUMPER”. Dalam film tersebut dikisahkan seorang pemuda yang dapat ‘melompat’ dari suatu tempat ke tempat lain yang berjarak ribuan mil hanya dalam sekejap mata.

Dalam ilmu pengetahuan modern fenomena ini dikenal dengan istilah TELEPORTASI. Sebuah kata yang pertama kali muncul di tahun 1931 dari penulis Amerika bernama Charles Fort. Kata ini ia gunakan untuk menggambarkan anomali (keanehan) suatu materi yang menghilang di satu titik dan muncul di titik lain yang berjarak sangat jauh dalam waktu singkat. Informasi menarik lainnya bisa anda baca di artikel ini.

Konon, Ilmu Melipat Bumi hanya dimiliki oleh orang-orang terpilih saja seperti para kyai atau wali. Sedangkan bila ada cerita punggawa kerajaan, telik sandi, ksatria sakti yang dapat berpindah tempat dengan sangat cepat untuk menyampaikan pesan penting dari raja itu bukanlah ilmu Melipat Bumi melainkan Ilmu Sepi Angin dan Tatar Bayu. Perbedaan dari ketiga ilmu tersebut adalah bila Melipat Bumi prosesnya yang seketika itu juga berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam hitungan tidak lebih dari satu detik sedangkan untuk pemilik Ilmu Sepi Angin membutuhkan waktu lebih lama karena sang pemilik harus berlari secepat angin. Begitu juga dengan pemilik Ilmu Tatar Bayu yang dalam proses berpindahnya adalah dengan terbang di angkasa. Tokoh terkenal pemilik Ilmu Sepi Angin adalah Raden Arya Kamandanu yang dapat menyampaikan pesan Kerajaan ke seluruh Pulau Jawa dalam waktu semalam.

Ilmu tersebut dapat diperoleh tanpa melalui puasa. Yang diperlukan hanyalah sholat dan membaca doa-doa tertentu. Doa tersebut harus dibaca sehabis menjalankan sholat fardhu. Namun tidak semua orang yang mengamalkan dapat berhasil, bahkan ada juga yang tanpa mengamalkannya tiba-tiba mampu menguasai ilmu tersebut. Karena pada dasarnya ilmu ini adalah karomah yang diperuntukan bagi orang-orang yang terpilih di mata Allah. Itulah sebabnya hanya orang yang bergelar “waliyullah” saja yang menguasainya.

“Bisa di bayangkan seandainya Ilmu ini bukan hanya para wali yang bisa, melainkan orang biasa seperti kita mampu menguasai. Pingin sarapan di Paris, makan siang di Roma dan makan malam di Hongkong semua bisa dilakukan dalam sekejap. Begitu juga bila ingin tiap tahun berhaji atau tiap malam sholat Isya di Mekah maka tidak perlu memikirkan segala macam biaya, administrasi, atau keselamatan dalam perjalanan.”

Sumber

Artikel terkait :

BONGKAR DAN LURUSKAN SEJARAH Walisongo, dari Khilafah untuk Indonesia


'BONGKAR DAN LURUSKAN SEJARAH<br /><br />
Walisongo, dari Khilafah untuk Indonesia</p><br />
<p>Dalam kitab Kanzul 'Hum yang ditulis oleh Ibn<br /><br />
Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana<br /><br />
Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo<br /><br />
dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada<br /><br />
tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada<br /><br />
pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang<br /><br />
isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang<br /><br />
memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk<br /><br />
diberangkatkan ke Pulau Jawa.</p><br />
<p>Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai<br /><br />
atau ulama sekaligus merangkap wali(gubernur) distruktur Khilafah yang diutus khalifah di masa<br /><br />
Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di<br /><br />
Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hanya<br /><br />
sembilan (Songo). Ada 7 angkatan yang masing-<br /><br />
masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang<br /><br />
awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin<br /><br />
oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki,<br /><br />
pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi<br /><br />
itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di<br /><br />
Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di<br /><br />
Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua wali<br /><br />
dari Palestina yang berdakwah di Banten. Yaitu<br /><br />
Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa,<br /><br />
dan Sultan Aliudin. Jadi, masyarakat Banten<br /><br />
sesungguhnya punya hubungan biologis dan<br /><br />
ideologis dengan Palestina.</p><br />
<p>Lalu ada Syekh Ja'far Shadiq dan Syarif<br /><br />
Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan<br /><br />
sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.<br /><br />
Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus<br /><br />
mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang<br /><br />
kemudian disebut Kudus – berasal dari nama kota<br /><br />
Al-Quds (Jerusalem dalam peta barat).</p><br />
<p>Dari para wali itulah kemudian Islam menyebar ke<br /><br />
mana-mana hingga seperti yang kita lihat<br /><br />
sekarang. Oleh karena itu, sungguh aneh kalau ada<br /><br />
dari umat Islam sekarang yang menolak khilafah.<br /><br />
Itu sama artinya ia menolak sejarahnya sendiri,<br /><br />
padahal nenek moyangnya mengenal Islam tak lain<br /><br />
dari para ulama yang diutus oleh para khalifah.<br /><br />
Subhanallah...'

Dalam kitab Kanzul ‘Hum yang ditulis oleh Ibn
Bathuthah yang kini tersimpan di Museum Istana
Turki di Istanbul, disebutkan bahwa Walisongo
dikirim oleh Sultan Muhammad I. Awalnya, ia pada
tahun 1404 M (808 H) mengirim surat kepada
pembesar Afrika Utara dan Timur Tengah yang
isinya meminta dikirim sejumlah ulama yang
memiliki kemampuan di berbagai bidang untuk
diberangkatkan ke Pulau Jawa.

Jadi, Walisongo sesungguhnya adalah para dai
atau ulama sekaligus merangkap wali(gubernur) distruktur Khilafah yang diutus khalifah di masa
Kekhilafahan Utsmani untuk menyebarkan Islam di
Nusantara. Dan jumlahnya ternyata tidak hanya
sembilan (Songo). Ada 7 angkatan yang masing-
masing jumlahnya sekitar sembilan orang. Memang
awalnya dimulai oleh angkatan I yang dipimpin
oleh Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki,
pada tahun 1400 an. Ia yang ahli politik dan irigasi
itu menjadi peletak dasar pendirian kesultanan di
Jawa sekaligus mengembangkan pertanian di
Nusantara. Seangkatan dengannya, ada dua wali
dari Palestina yang berdakwah di Banten. Yaitu
Maulana Hasanudin, kakek Sultan Ageng Tirtayasa,
dan Sultan Aliudin. Jadi, masyarakat Banten
sesungguhnya punya hubungan biologis dan
ideologis dengan Palestina.

Lalu ada Syekh Ja’far Shadiq dan Syarif
Hidayatullah yang di sini lebih dikenal dengan
sebutan Sunan Kudus dan Sunan Gunung Jati.
Keduanya juga berasal dari Palestina. Sunan Kudus
mendirikan sebuah kota kecil di Jawa Tengah yang
kemudian disebut Kudus – berasal dari nama kota
Al-Quds (Jerusalem dalam peta barat).

Dari para wali itulah kemudian Islam menyebar ke
mana-mana hingga seperti yang kita lihat
sekarang. Oleh karena itu, sungguh aneh kalau ada
dari umat Islam sekarang yang menolak khilafah.
Itu sama artinya ia menolak sejarahnya sendiri,
padahal nenek moyangnya mengenal Islam tak lain
dari para ulama yang diutus oleh para khalifah.
Subhanallah…

'‎PESAN PENGASUH TENTANG NU DAN KHILAFAH ISLAMIYAH: SEHARUSNYA NU YANG TERDEPAN MEMPERJUANGKAN KHILAFAH SESUAI LAMBANG NU YAITU BOLA DUNIA DI IKAT DENGAN TALI DAN PESAN SALAM DARI NABI KHIDHIR AS UNTUK BELIAU</p><br />
<p>"Sudah semestinya NU berjuang di garda terdepan menegakkan syariah dan khilafah Islamiyyah sesuai lambang NU bola dunia diikat tali yang bermakna ukhuwwah Islamiyah secara global". (Syaikhuna KH. Masrur Afandi Mustasyar  Nahdlatul Ulama)</p><br />
<p>LAMBANG NU DAN RU'YAH AL HAQ (MIMPI YANG BENAR)</p><br />
<p>Lambang NU terdiri dari bumi dikelilingi tampar yang mengikat, untaian tampar berjumlah 99, lima bintang di atas bumi (yang tengah berukuran paling besar) dan empat bintang di bawah bumi. Terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab melintang di tengah bumi dan di bawah bumi ada tulisan NU dalam huruf latin.<br /><br />
Lambang NU diciptakan oleh K.H RIDWAN ABDULLAH (Surabaya) salah seorang a'wan syuriah PBNU periode pertama pada tahun 1926. Lambang itu dihasilkan dari sebuah mimpi setelah melakukan sholat istikhoroh, Sehingga diyakini bukan lambang sembarangan tapi memiliki makna yang sangat dalam.</p><br />
<p>Saat massa awal Muktamar NU generasi pertama, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari memanggil KH Ridwan Abdullah dan menanyakan asal mula pembuatan lambang NU yang diciptakannya. KH Ridwan Abdullah menyebutkan bahwa yang memberi tugas beliau adalah KH Abdul Wahab Hasbullah. Pembuatan gambar itu memakan waktu satu setengah bulan. KH Ridwan Abdullah juga menjelaskan bahwa sebelum menggambar lambang NU, terlebih dahulu dilakukan shalat istikharah, meminta petunjuk kepada Allah Swt. Hasilnya, beliau bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru jernih. Bentuknya persis dengan gambar lambang NU yang kita lihat sekarang.</p><br />
<p>Setelah mendengar penjelasan KH Ridwan Abdullah, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari merasa puas. Kemudian beliau mengangkat kedua tangan sambil berdoa. Setelah memanjatkan doa beliau berkata, “Mudah mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di lambang Nahdatul Ulama.”</p><br />
<p>KH Ridwan Abdullah telah dikenal sebagai Ulama yang punya bakat melukis, makanya KH Wahab Hasbullah meminta agar dibuatkan lambang NU yang bagus buat Jam’iyah kita ini agar lebih mudah mengenalinya, ujar KH Wahab kala itu. </p><br />
<p>Tentu saja permintaan KH Wahab yang mendadak tersebut agak sulit diterima, tetapi akhirnya disepakati juga demi kehebatan NU, maka Kiai Ridwan mulai mencari inspirasi. Beberapa kali sketsa lambang dibuat. Tetapi semuanya dirasakan masih belum mengena di hati, maka gambar dasar tersebut diganti lagi sampai beberapa kali. Usaha membuat gambar dasar lambang NU tersebut sudah diulang beberapa kali dengan penuh kesabaran hingga memakan waktu satu bulan setengah dengan demikian Kongres sudah diambang pintu semestinya sudah diselesaikan.</p><br />
<p>Sampai tiba waktunya KH Wahab pun datang menagih pesanan “mana Kyai, lambang NU-nya ?” Tanya Kiai Wahab, maka dijawab oleh KH Ridwan “Sudah beberapa sketsa lambang NU dibuat, tapi rasanya masih belum sesuai, untuk lambang NU, karena itu belum bisa kami selesaikan”. Mendengar jawaban itu KH Wahab mendesak dengan mengatakan “seminggu sebelum Kongres sebaiknya gambar sudah jadi lho”. Melihat ketidakpastian itu Kiai Ridwan hanya menjawab “Insya Allah”.</p><br />
<p>Bagaimanapun waktu untuk membuat gambar yang sempurna, sudah demikian sempitnya. Maka jalan yang ditempuh oleh KH Ridwan adalah melakukan shalat “istikharoh”. Minta petunjuk kepada Allah SWT. Pada suatu ketika Sholat malampun dilakukan. Seusai sholat KH Ridwan tidur lagi. Dalam tidurnya KH Ridwan mendapat petunjuk melalui mimpi, ia tiba-tiba melihat sebuah gambar di langit biru. Bentuknya sama dengan lambang NU yang sekarang.</p><br />
<p>Pada waktu itu, jam dinding sekitar pukul 2 malam. Setelah terbangun dari tidur KH Ridwan langsung mengambil kertas dan pena. Sambil mencoba mengingat-ingat sebuah tanda di langit biru, dalam mimpinya, pelan-pelan symbol dalam mipimpi tersebut dicoba divisualisasikan. Tak lama kemudian sketsa lambang NU pun jadi dan mirip betul dengan gambar dalam mimpinya.</p><br />
<p>Pada pagi harinya, sketsa kasar tersebut disempurnakan dan diberi tulisan Nahdlatul Ulama dari huruf Arab dan NU huruf latin. Dalam sehari penuh gambar tersebut dapat diselesaikan dengan sempurna. Maklum Kiai Ridwan adalah seorang pelukis yang berbakat. </p><br />
<p>Kesulitan yang kedua dihadapi oleh KH Ridwan adalah bagaimana mencari bahan kain untuk menuangkan lambang tersebut sebagai dekorasi dalam medan Kongres. Beberapa toko di Surabaya dimasuki tak ada yang cocok karena warna warna yang terlihat didalam mimpi tak ada yang cocok dengan warna kain yang ada di toko-toko Surabaya. Akhirnya KH RIdwan mencoba carinya ke Malang, kebetulan kain yang dicari-cari ditemukan sayang hanya sisa 4 X 6 meter. Walaupun jumlahnya hanya sedikit tapi tetap dibeli dan di bawa pulang ke Surabaya dan langsung dipotong sesuai dengan ukuran gambar yang sudah dirancang. Bentuk lambang NU itu dibuat memanjang ke bawah. Lebar 4 meter Panjang 6 meter, ini merupakan bentuk asli lambang NU.</p><br />
<p>Menjelang pembukaan Muktamar symbol NU telah dipasang di arena Muktamar yang megah, symbol baru itu menambah keindahan suasana. Ketika Muktamar dibuka dan pada Muktamirin diperkenalkan symbol baru tersebut, maka semua hadirin yang berjumlah 18 ribu orang itu berdecak kagum melihat gambar yang indah dan sakral tersebut. Simbol tersebut memang mewakili dinamika abad ke 19. Karena itu pada perjalanan berikutnya mengalami penyederhanaan sebagai pendinamisasian, sesuai dengan semangat zaman yang mulai bergerak menuju kemajuan, dan didorong oleh semangat perjuangan menuju Khilafah Islamiyyah.</p><br />
<p>Kebenaran Mimpi Orang Mukmin Pada Akhir Zaman</p><br />
<p>Pada akhir zaman, Sesuatu yang tidak diragukan lagi bahwa mimpi baik atau benar atau mendekati kebenaran yang dilihat orang mukminin apalagi seorang Ulama merupakan dalil dalil atau tanda tanda khusus dari Allah SWT baginya. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa mimpi yang baik dan benar itu merupakan seperempat puluh enam (1/46) dari kenabian.</p><br />
<p>Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:<br /><br />
ﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ<br /><br />
“Mimpi baik yang berasal dari seorang yang saleh adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p><br />
<p>Hadits Tirmidzi 2196<br /><br />
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻧَﺼْﺮُ ﺑْﻦُ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺍﻟﺜَّﻘَﻔِﻲُّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﻳُّﻮﺏُ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺳِﻴﺮِﻳﻦَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻟَﻢْ ﺗَﻜَﺪْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺗَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﺃَﺻْﺪَﻗُﻬُﻢْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺃَﺻْﺪَﻗُﻬُﻢْ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺛَﻠَﺎﺙٌ ﻓَﺎﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ ﺑُﺸْﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺰِﻳﻦِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺘْﻔُﻞْ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙْ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺃُﺣِﺐُّ ﺍﻟْﻘَﻴْﺪَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡِ ﻭَﺃَﻛْﺮَﻩُ ﺍﻟْﻐُﻞَّ ﺍﻟْﻘَﻴْﺪُ ﺛَﺒَﺎﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ</p><br />
<p>Bila waktu sudah terasa dekat kiamat, hampir mimpi mu`min bukanlah bohong, & mimpi mereka yg paling benar adl yg paling benar kata-katanya & mimpi muslim adl satu dari empat puluh enam bagian kenabian, mimpi itu ada tiga; mimpi yg baik adl khabar gembira dari Allah, mimpi dari kesedihan yg dibuat setan & mimpi yg dibisikkan oleh jiwa seseorang, bila salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yg tak ia suka, hendaklah meludah & tak memberitahukannya kepada orang-orang. Beliau bersabda: Aku suka ikatan dalam tidur & aku tak suka pengkhianatan, ikatan itu adl teguh dalam agama. Berkata Abu Isa: Hadits hasan shahih. [HR. Tirmidzi No.2196 ].<br /><br />
Hadits Tirmidzi 2197</p><br />
<p>ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩُ ﺑْﻦُ ﻏَﻴْﻠَﺎﻥَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﻋَﻦْ ﺷُﻌْﺒَﺔَ ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺃَﻧَﺴًﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻋَﻦْ ﻋُﺒَﺎﺩَﺓَ ﺑْﻦِ ﺍﻟﺼَّﺎﻣِﺖِ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺎﺏ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻭَﺃَﺑِﻲ ﺭَﺯِﻳﻦٍ ﺍﻟْﻌُﻘَﻴْﻠِﻲِّ ﻭَﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﻭَﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻭَﻋَﻮْﻑِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻭَﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻭَﺃَﻧَﺲٍ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋُﺒَﺎﺩَﺓَ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ</p><br />
<p>Mimpi seorang mukmin adl satu dari empat puluh enam bagian kenabian. Berkata Abu Isa: Dan dalam bab ini ada hadits dari Abu Hurairah, Abu Razin Al 'Uqaili, Abu sa'id, Abdullah bin 'Amru, 'Auf bin Malik, Ibnu Umar & Anas. Berkata Abu Isa: Hadits Ubadah adl hadits shahih. [HR. Tirmidzi No.2197 ].</p><br />
<p>Disebutkan dalam riwayat Imam Muslim no. 4200 dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu':</p><br />
<p>ﺇِﺫَﺍ ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻟَﻢْ ﺗَﻜَﺪْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺗَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﺃَﺻْﺪَﻗُﻜُﻢْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺃَﺻْﺪَﻗُﻜُﻢْ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ<br /><br />
ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺧَﻤْﺲٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ<br /><br />
ﻓَﺮُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔِ ﺑُﺸْﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺗَﺤْﺰِﻳﻦٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﻣِﻤَّﺎ<br /><br />
ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﺈِﻥْ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ ﻓَﻠْﻴُﺼَﻞِّ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙْ ﺑِﻬَﺎ<br /><br />
ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ</p><br />
<p>“Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan orang yang paling benar mimpinya di antara kalian adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.”</p><br />
<p>PESAN SALAM DARI NABI KHIDHIR AS BUAT KH. MASRUR AFANDI</p><br />
<p>Pernah suatu ketika datang tamu dari ahli Thoriqot dari kampung kepada Kiai Masrur. Tamu tersebut datang karena di datangi dan di temui Nabi Khidhir AS. Nabi Khidhir berkata : بلغ السلام عني إلي كياهي Masrur. "Sampaikan Salam Dariku (Nabi Khidhir) Untuk Kiyai Masrur. Wallahu Alam</p><br />
<p>Sumber: <a href=https://www.facebook.com/pages/Pondok-Pesantren-Al-Anshory-Tulusrejo-Grabag-Purworejo/157940200961628‎'" width="480" height="360" />

PESAN PENGASUH TENTANG NU DAN KHILAFAH ISLAMIYAH: SEHARUSNYA NU YANG TERDEPAN MEMPERJUANGKAN KHILAFAH SESUAI LAMBANG NU YAITU BOLA DUNIA DI IKAT DENGAN TALI DAN PESAN SALAM DARI NABI KHIDHIR AS UNTUK BELIAU

“Sudah semestinya NU berjuang di garda terdepan menegakkan syariah dan khilafah Islamiyyah sesuai lambang NU bola dunia diikat tali yang bermakna ukhuwwah Islamiyah secara global”. (Syaikhuna KH. Masrur Afandi Mustasyar Nahdlatul Ulama)

LAMBANG NU DAN RU’YAH AL HAQ (MIMPI YANG BENAR)

Lambang NU terdiri dari bumi dikelilingi tampar yang mengikat, untaian tampar berjumlah 99, lima bintang di atas bumi (yang tengah berukuran paling besar) dan empat bintang di bawah bumi. Terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dalam huruf Arab melintang di tengah bumi dan di bawah bumi ada tulisan NU dalam huruf latin.
Lambang NU diciptakan oleh K.H RIDWAN ABDULLAH (Surabaya) salah seorang a’wan syuriah PBNU periode pertama pada tahun 1926. Lambang itu dihasilkan dari sebuah mimpi setelah melakukan sholat istikhoroh, Sehingga diyakini bukan lambang sembarangan tapi memiliki makna yang sangat dalam.

Saat massa awal Muktamar NU generasi pertama, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari memanggil KH Ridwan Abdullah dan menanyakan asal mula pembuatan lambang NU yang diciptakannya. KH Ridwan Abdullah menyebutkan bahwa yang memberi tugas beliau adalah KH Abdul Wahab Hasbullah. Pembuatan gambar itu memakan waktu satu setengah bulan. KH Ridwan Abdullah juga menjelaskan bahwa sebelum menggambar lambang NU, terlebih dahulu dilakukan shalat istikharah, meminta petunjuk kepada Allah Swt. Hasilnya, beliau bermimpi melihat sebuah gambar di langit yang biru jernih. Bentuknya persis dengan gambar lambang NU yang kita lihat sekarang.

Setelah mendengar penjelasan KH Ridwan Abdullah, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari merasa puas. Kemudian beliau mengangkat kedua tangan sambil berdoa. Setelah memanjatkan doa beliau berkata, “Mudah mudahan Allah mengabulkan harapan yang dimaksud di lambang Nahdatul Ulama.”

KH Ridwan Abdullah telah dikenal sebagai Ulama yang punya bakat melukis, makanya KH Wahab Hasbullah meminta agar dibuatkan lambang NU yang bagus buat Jam’iyah kita ini agar lebih mudah mengenalinya, ujar KH Wahab kala itu.

Tentu saja permintaan KH Wahab yang mendadak tersebut agak sulit diterima, tetapi akhirnya disepakati juga demi kehebatan NU, maka Kiai Ridwan mulai mencari inspirasi. Beberapa kali sketsa lambang dibuat. Tetapi semuanya dirasakan masih belum mengena di hati, maka gambar dasar tersebut diganti lagi sampai beberapa kali. Usaha membuat gambar dasar lambang NU tersebut sudah diulang beberapa kali dengan penuh kesabaran hingga memakan waktu satu bulan setengah dengan demikian Kongres sudah diambang pintu semestinya sudah diselesaikan.

Sampai tiba waktunya KH Wahab pun datang menagih pesanan “mana Kyai, lambang NU-nya ?” Tanya Kiai Wahab, maka dijawab oleh KH Ridwan “Sudah beberapa sketsa lambang NU dibuat, tapi rasanya masih belum sesuai, untuk lambang NU, karena itu belum bisa kami selesaikan”. Mendengar jawaban itu KH Wahab mendesak dengan mengatakan “seminggu sebelum Kongres sebaiknya gambar sudah jadi lho”. Melihat ketidakpastian itu Kiai Ridwan hanya menjawab “Insya Allah”.

Bagaimanapun waktu untuk membuat gambar yang sempurna, sudah demikian sempitnya. Maka jalan yang ditempuh oleh KH Ridwan adalah melakukan shalat “istikharoh”. Minta petunjuk kepada Allah SWT. Pada suatu ketika Sholat malampun dilakukan. Seusai sholat KH Ridwan tidur lagi. Dalam tidurnya KH Ridwan mendapat petunjuk melalui mimpi, ia tiba-tiba melihat sebuah gambar di langit biru. Bentuknya sama dengan lambang NU yang sekarang.

Pada waktu itu, jam dinding sekitar pukul 2 malam. Setelah terbangun dari tidur KH Ridwan langsung mengambil kertas dan pena. Sambil mencoba mengingat-ingat sebuah tanda di langit biru, dalam mimpinya, pelan-pelan symbol dalam mipimpi tersebut dicoba divisualisasikan. Tak lama kemudian sketsa lambang NU pun jadi dan mirip betul dengan gambar dalam mimpinya.

Pada pagi harinya, sketsa kasar tersebut disempurnakan dan diberi tulisan Nahdlatul Ulama dari huruf Arab dan NU huruf latin. Dalam sehari penuh gambar tersebut dapat diselesaikan dengan sempurna. Maklum Kiai Ridwan adalah seorang pelukis yang berbakat.

Kesulitan yang kedua dihadapi oleh KH Ridwan adalah bagaimana mencari bahan kain untuk menuangkan lambang tersebut sebagai dekorasi dalam medan Kongres. Beberapa toko di Surabaya dimasuki tak ada yang cocok karena warna warna yang terlihat didalam mimpi tak ada yang cocok dengan warna kain yang ada di toko-toko Surabaya. Akhirnya KH RIdwan mencoba carinya ke Malang, kebetulan kain yang dicari-cari ditemukan sayang hanya sisa 4 X 6 meter. Walaupun jumlahnya hanya sedikit tapi tetap dibeli dan di bawa pulang ke Surabaya dan langsung dipotong sesuai dengan ukuran gambar yang sudah dirancang. Bentuk lambang NU itu dibuat memanjang ke bawah. Lebar 4 meter Panjang 6 meter, ini merupakan bentuk asli lambang NU.

Menjelang pembukaan Muktamar symbol NU telah dipasang di arena Muktamar yang megah, symbol baru itu menambah keindahan suasana. Ketika Muktamar dibuka dan pada Muktamirin diperkenalkan symbol baru tersebut, maka semua hadirin yang berjumlah 18 ribu orang itu berdecak kagum melihat gambar yang indah dan sakral tersebut. Simbol tersebut memang mewakili dinamika abad ke 19. Karena itu pada perjalanan berikutnya mengalami penyederhanaan sebagai pendinamisasian, sesuai dengan semangat zaman yang mulai bergerak menuju kemajuan, dan didorong oleh semangat perjuangan menuju Khilafah Islamiyyah.

Kebenaran Mimpi Orang Mukmin Pada Akhir Zaman

Pada akhir zaman, Sesuatu yang tidak diragukan lagi bahwa mimpi baik atau benar atau mendekati kebenaran yang dilihat orang mukminin apalagi seorang Ulama merupakan dalil dalil atau tanda tanda khusus dari Allah SWT baginya. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa mimpi yang baik dan benar itu merupakan seperempat puluh enam (1/46) dari kenabian.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah bersabda:
ﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ
“Mimpi baik yang berasal dari seorang yang saleh adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadits Tirmidzi 2196
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻧَﺼْﺮُ ﺑْﻦُ ﻋَﻠِﻲٍّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺍﻟﺜَّﻘَﻔِﻲُّ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﻳُّﻮﺏُ ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺳِﻴﺮِﻳﻦَ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَﺍ ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻟَﻢْ ﺗَﻜَﺪْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺗَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﺃَﺻْﺪَﻗُﻬُﻢْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺃَﺻْﺪَﻗُﻬُﻢْ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺛَﻠَﺎﺙٌ ﻓَﺎﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔُ ﺑُﺸْﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﻣِﻦْ ﺗَﺤْﺰِﻳﻦِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ ﻓَﻠْﻴَﺘْﻔُﻞْ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙْ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺃُﺣِﺐُّ ﺍﻟْﻘَﻴْﺪَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡِ ﻭَﺃَﻛْﺮَﻩُ ﺍﻟْﻐُﻞَّ ﺍﻟْﻘَﻴْﺪُ ﺛَﺒَﺎﺕٌ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺣَﺴَﻦٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ

Bila waktu sudah terasa dekat kiamat, hampir mimpi mu`min bukanlah bohong, & mimpi mereka yg paling benar adl yg paling benar kata-katanya & mimpi muslim adl satu dari empat puluh enam bagian kenabian, mimpi itu ada tiga; mimpi yg baik adl khabar gembira dari Allah, mimpi dari kesedihan yg dibuat setan & mimpi yg dibisikkan oleh jiwa seseorang, bila salah seorang dari kalian bermimpi sesuatu yg tak ia suka, hendaklah meludah & tak memberitahukannya kepada orang-orang. Beliau bersabda: Aku suka ikatan dalam tidur & aku tak suka pengkhianatan, ikatan itu adl teguh dalam agama. Berkata Abu Isa: Hadits hasan shahih. [HR. Tirmidzi No.2196 ].
Hadits Tirmidzi 2197

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩُ ﺑْﻦُ ﻏَﻴْﻠَﺎﻥَ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺩَﺍﻭُﺩَ ﻋَﻦْ ﺷُﻌْﺒَﺔَ ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ ﺃَﻧَّﻪُ ﺳَﻤِﻊَ ﺃَﻧَﺴًﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﻋَﻦْ ﻋُﺒَﺎﺩَﺓَ ﺑْﻦِ ﺍﻟﺼَّﺎﻣِﺖِ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺳِﺘَّﺔٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺎﺏ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻭَﺃَﺑِﻲ ﺭَﺯِﻳﻦٍ ﺍﻟْﻌُﻘَﻴْﻠِﻲِّ ﻭَﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ ﻭَﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ ﻭَﻋَﻮْﻑِ ﺑْﻦِ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻭَﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﻭَﺃَﻧَﺲٍ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋُﺒَﺎﺩَﺓَ ﺣَﺪِﻳﺚٌ ﺻَﺤِﻴﺢٌ

Mimpi seorang mukmin adl satu dari empat puluh enam bagian kenabian. Berkata Abu Isa: Dan dalam bab ini ada hadits dari Abu Hurairah, Abu Razin Al ‘Uqaili, Abu sa’id, Abdullah bin ‘Amru, ‘Auf bin Malik, Ibnu Umar & Anas. Berkata Abu Isa: Hadits Ubadah adl hadits shahih. [HR. Tirmidzi No.2197 ].

Disebutkan dalam riwayat Imam Muslim no. 4200 dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu':

ﺇِﺫَﺍ ﺍﻗْﺘَﺮَﺏَ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥُ ﻟَﻢْ ﺗَﻜَﺪْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺗَﻜْﺬِﺏُ ﻭَﺃَﺻْﺪَﻗُﻜُﻢْ ﺭُﺅْﻳَﺎ ﺃَﺻْﺪَﻗُﻜُﻢْ ﺣَﺪِﻳﺜًﺎ
ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﺟُﺰْﺀٌ ﻣِﻦْ ﺧَﻤْﺲٍ ﻭَﺃَﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﺟُﺰْﺀًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨُّﺒُﻮَّﺓِ ﻭَﺍﻟﺮُّﺅْﻳَﺎ ﺛَﻠَﺎﺛَﺔٌ
ﻓَﺮُﺅْﻳَﺎ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺔِ ﺑُﺸْﺮَﻯ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﺗَﺤْﺰِﻳﻦٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻭَﺭُﺅْﻳَﺎ ﻣِﻤَّﺎ
ﻳُﺤَﺪِّﺙُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻓَﺈِﻥْ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﻓَﻠْﻴَﻘُﻢْ ﻓَﻠْﻴُﺼَﻞِّ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺤَﺪِّﺙْ ﺑِﻬَﺎ
ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ

“Apabila hari kiamat telah dekat, maka jarang sekali mimpi seorang muslim yang tidak benar. Dan orang yang paling benar mimpinya di antara kalian adalah yang paling benar ucapannya. Mimpi seorang muslim adalah sebagian dari 45 macam nubuwwah (wahyu). Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain.”

PESAN SALAM DARI NABI KHIDHIR AS BUAT KH. MASRUR AFANDI

Pernah suatu ketika datang tamu dari ahli Thoriqot dari kampung kepada Kiai Masrur. Tamu tersebut datang karena di datangi dan di temui Nabi Khidhir AS. Nabi Khidhir berkata : بلغ السلام عني إلي كياهي Masrur. “Sampaikan Salam Dariku (Nabi Khidhir) Untuk Kiyai Masrur. Wallahu Alam

Sumber:

.:: Mengapa Yoga Diharamkan Untuk Kaum Muslimin ? ::.


.:: Mengapa Yoga Diharamkan Untuk Kaum Muslimin ? ::.

-) KESESATAN MEDITASI YOGA

Yoga berasal dari suku kata yuj, dalam bahasa Sansekerta berarti “menghubungkan” atau “mempersatukan”.

Secara bahasa yoga bermakna menyatu, manunggal dengan kesadaran Tuhan atau kenyataan diri sendiri. Dengan kata lain yoga merupakan salah satu ritual yang mengantarkan seseorang pada kemanunggalan dirinya dengan sang pencipta. Pada terminologi Yoga, meditasi disebut dengan Dhyana yang artinya adalah aliran pikiran. Meditasi dalam Yoga berdasarkan pada pengetahuan Tantra (yang selanjutnya dikenal sebagai Astaunga Yoga). Tantra berarti kebebasan dari kegelapan dengan cara penyatuan dengan Yang Maha Tinggi/Tuhan.

Perlu diketahui bahwa keberadaan yoga yang banyak dilakukan oleh masyarakat dan perkumpulan yoga hari ini sebenarnya bukan yoga yang murni olah tubuh. Melainkan mereka (para praktisi yoga) banyak mencampur adukkan gerakan yoga dari tahapan meditasi diam hingga meditasi gerak (Yoga memang tak ubahnya dengan meditasi. Secara umum, senam yoga adalah meditasi dalam gerak sebab dalam melakukan gerakan yoga juga pikiran kita dilatih untuk tenang dan khusyuk) dengan selalu mengiringinya dengan bacaan-bacaan khusus disertai dengan menghadirkan hati dan kekhusyu’an. memusatkan pikiran dan konsentrasi, atau melihat pada objek gambar tertentu. Setelah mereka melakukannya, biasanya mereka merasakan sensasi yang berbeda. Terutama bagi praktisi yoga yang ingin mendapatkan suatu kesaktian tertentu, ada yang mengklaim bahwa mereka didatangi oleh mahkluk astral (Dewa-dewi) yang sesungguhnya itu adalah setan. Atau merasa kundalininya telah bangkit yang sesungguhnya adalah syetan yang berjalan di sepanjang tulang punggungnya dengan menstimulir syaraf tubuhnya hingga merasa seolah-olah ada yang menjalar panas, dingin, getaran halus dan berbagai macam sensasi lainnya.

Dari sini jelas sekali bahwa yoga ini merupakan ibadah orang-orang Hindu.Terkhusus untuk para devotes sai baba, yoga merupakan menu wajib baginya. Dan sebagaian besar perkumpulan Sai Organisation berlindung di balik perkumpulan-perkumpulan ini. Salah satu gelar dan julukan sai baba sendiri adalah Maha Master Yogi (raja diraja Yoga). Meditasi yoga mengajarkan bahwa seseorang akan sampai pada puncak kesadaran ini yang tertinggi, atau berada pada maqam manunggaling kawula gusti karena kesempurnaan gerakan yoga yang dilakukannya, maka sai baba dianggap salah satu master yoga yang telah mencapai maqam itu. Kehebatan ilmu yoga Sai Baba diklaim telah mengantarkan dirinya pada derajad seorang avatar (menjelmanya tuhan dalam dirinya). Saibaba sendiri selalu mengingatkan pada devotesnya bahwa tuhan berada dalam diri setiap orang. Bahkan, Sai Baba menyebutkan bahwa setiap manusia adalah tuhan. Inilah buah dari pengamalan yoga yang dipraktekkan oleh para pengikut Sai Baba.

Ajaran meditasi yoga yang mengajarkan pencapaian puncak spiritual tertinggi ini sangat rawan tersusupi ideologi wihdatul wujud, sebuah ideologi yang sudah divonis kafir oleh jumhur ulama. Dengan demikian, tingkat bahaya ajaran ini bukan semata gerakan-gerakan bid’ah, melainkan juga bisa menjerumuskan seseorang dalam kemusryikan yang mengeluarkan seseorang dari millah.

-) KESESATAN MANTRA YOGA

Penggunaan mantra yoga ini banyak dilakukan oleh berbagai “rumah/padepokan yoga”. Pengistilahan penyebutan mantra syirik dikalangan para praktisi yoga kadang disamarkan dengan istilah chanting. Chanting adalah menyebutkan kalimat yang diulang seperti om yoga om, adalah untuk meditasi memusatkan konsentrasi dengan membuang pikiran yang ada di luar sebelum berlatih Yoga.

Mantra om yoga om yang sering dilafalkan sebelum latihan yoga adalah sebuah mantra syirik. Dimana kita ketahui penyebutan suku kata om sering dilakukan pemeluk agama hindu atau budha. Maka jika kita menyebutkan om yoga om maka tanpa sadar kita akan terjerumus pada kesyirikan. Sama seperti penyebutan simbol-simbol Reiki seperti simbol Raku (bentuk petir) yang mempunyai fungsi mengusir kekuatan jahat. Namun simbol Raku ini sebetulnya adalah lambang kekuatan Dewa Petir Tibet yang bernama Vajrapani atau dalam bahasa Tibet disebut Dorju Raiten (kekuatan langit yang terang benderang). Simbol ini dianggap lambang kekuatan tertinggi di bumi yang bisa dikuasai manusia dan hanya dapat digunakan secara sempurna oleh seorang Dewa.

Hakikatnya jika kita memanggil simbol Raku dan memanggil namanya sesungguhnya kita memanggil kekuatan Dewa Petir Tibet dengan kata lain kita disadari atau tidak disadari akan berbuat syirik pada Allah karena memanggil dan meminta kekuatan Dewa-Dewanya masyarakat Tibet. Begitu pula halnya jika menyebut om yoga om. Kalimat tersebut adalah bahasa weda yang berarti sebutan bagi Tuhan / Dewa-dewanya agama Hindu.

Maha Suci Allah dari yang orang-orang kafir sifatkan. Tiada dewa atau tuhan selain Allah.

Firman Allah Ta’ala:

لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
“Sekiranya ada di langit dan bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa.Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.”(QS.Anbiyaa’(21):22)

-) KESESATAN RITUAL DAN SPIRITUALITAS YOGA

Dalam prakteknya, yoga mirip dengan kegiatan olah raga/ olah tubuh dengan tujuan tertentu. Nama asli olah tubuh ini sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu sastanga suriyanama sakar yang artinya sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan. Dengan demkian, yoga bukanlah olahraga murni yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh maupun ketenangan batin, sebagaimana klaim para praktisinya. Secara esensi yoga lebih dekat pada salah satu bentuk ritual setan atau praktik ibadah yang ditujukan oleh pengikutnya kepada dewa matahari. Bentuk ritual ini merupakan praktik yang sudah berlangsung selama ribuan tahun yang lalu di India.

Gerakan yoga secara khususnya bertumpu pada sepuluh gerakan. Salah satu bentuk gerakannya adalah gerakan menelungkup di atas tanah dengan keadaan memanjang hingga ke delapan anggota tubuh menyentuh tanah (dua tangan, hidung, dada, dua lutut, dan jari-jemari dua telapak kaki). Gerakan ini serupa dengan bentuk gerakan sujud kepada matahari dengan menggunakan anggota tubuh yang delapan.

Jika kita amati, maka gerakan-gerakan yoga ini menyerupai gerakan para dewa yang disembah oleh orang-orang India (di dalam buku senam yoga untuk ibu hamil terdapat gerakan-gerakan seperti ini dimana gerakan-gerakan ini dijelaskan merupakan gerakan seperti gerakan dewa, jelaslah disini bahwa senam yoga memang merujuk gaya dan gerakan para dewa yang disembah oleh kaum pagan).

Dalam Yoga, menggunakan doa-doa disebut mantra yoga dan gerakan-gerakan disebut hatha yoga. Dalam melakukan gerakan ini, mereka mengiringinya dengan lafadz-lafadz dan bacaaan tertentu yang beraroma mantra. Mereka melakukannya dengan irama teratur. Sebagian dari bait-bait mantra ini mengandung nama-nama matahari yang berjumlah 12. Dalam mengucapkan mantra-mantra (mereka menyebutnya afirmasi) terkadang mereka menambahinya dengan lafadz aum haraam, aum hariim, aum haruum, yang memiliki makna dalam bahasa Indonesia “Ya, Dewa atau Wahai Dewa”.

Waktu-waktu yang digunakan untuk melakukan kegiatan yoga ini adalah ketika terbit matahari dan terbenamnya. Kedua waktu tersebut merupakan kondisi dimana matahari berada di antara dua tanduk setan. Hendaknya seorang muslim menghindari waktu-waktu yang menjadi kebiasaan para praktisi yoga saat melakukan ritualnya. Bahkan untuk ibadah sholat sekalipun, Rasulullah melarang seseorang melakukan pada waktu-waktu tersebut.

Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa di saat seseorang melakukan gerakan-gerakan dewa ini, maka dengan mudah setan akan masuk ke dalam tubuhnya. Setan akan dengan cepat masuk ke dalam aliram darahnya ketika ia melakukan gerakan-gerakan ini. Salah seorang praktisi yoga yang diruqyah menceritakan bahwa di dalam dirinya terdapat pulihan ribu jin. Ketika ditanyakan kepada ustadz yang meruqyah dirinya, jin-jin tersebut masuk ke dalam tubuh saat melakukan gerakan-gerakan ritual itu.

-) PAHAM REINKARNASI DALAM YOGA

REINKARNASI yaitu ruh/nyawa pindah dari badannya setelah mati ke badan yang lain.Menurut Ensiklopedi Indonesia, Reinkarnasi adalah ajaran Timur Kuno tentang kelahiran kembali. Ajaran ini berpatokan kepada paham, manusia memiliki hubungan keluarga dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Manusia tunduk kepada rantai eksistensi yang disebut samsara. Tenaga pendorong cakra kelahiran kembali adalah hukum Karma, hukum akibat dari perbuatan. Akibat itulah yang menyebabkan manusia lahir kembali dalam ujud mahluk yang lebih tinggi atau lebih rendah martabatnya.

Dalam hal hubungan ajaran reinkarnasi dalam yoga yang bertentangan dengan ajaran islam, ada para praktisi yoga muslim yang kini mempercayai keyakinan reinkarnasi. Dalam yoga diajarkan untuk membangkitkan kundalini dan membuka chakra-chakra untuk terlepas dari lingkaran reinkarnasi. Dengan bangkitnya kundalini maka seseorang bisa membakar karma negatifnya dari masa kelahirannya yang berulangkali hingga pada saat dia lahir saat ini hingga akan membuat dirinya terlepas dari samsara.

Betulkah ada kebenaran paham reinkarnasi yang diajarkan oleh filsafat yoga? Mari kita bahas mengenai sesatnya kepercayaan reinkarnasi yang dibawa ajaran yoga. Yang telah difatwakan sesat oleh para ulama.

-) Reinkarnasi, faham kafir

1. Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi, Al-Mubarokafuri Abul’ala w 1353H, 10 juz, Darul Kutub Ilmiyyah, Beirut, tt., juz 5, h 222 menegaskan:

Ketahuilah, tanasukh/reinkarnasi adalah kembalinya roh-roh ke badan-badan di dunia ini tidak di akherat karena mereka mengingkari akherat, surga dan neraka, maka karena itu mereka kafir. Titik. Aku (Al-Mubarokafuri, penulis Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Kitab Hadits Jami’ at-Tirmidzi) katakan atas batilnya tanasukh/reinkarnasi itu ada dalil-dali yang banyak lagi jelas di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Di antaranya:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (QS AL-Mukmin: 99-100).

2. Dalam Kitab al-Muhalla, Ibnu Hazm mengemukakan hadits dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang meninggal maka dibentangkan atasnya tempat duduknya pagi dan sore. Apabila ia termasuk ahli surga maka surga lah (yang dibentangkan padanya) dan apabila ia termasuk ahli neraka maka neraka lah (yang dibentangkan padanya). Kemudian dikatakan padanya, ini tempat dudukmu yang kamu dibangkitkan kepadanya pada hari qiyamat. ”

Maka dalam hadits ini bahwa ruh-ruh itu merasakan mengetahui dipilih-pilih setelah berpisahnya dari jasad. Adapun orang yang mengira bahwa ruh-ruh itu berpindah ke jasad yang lain maka persangkaan itu adalah perkataan orang-orang yang berfaham reinkarnasi/ tanasukh, dan itu adalah kekafiran menurut seluruh umat Islam.

-) KESIMPULAN

Dari penjabaran diatas maka saran kami, TINGGALKANLAH YOGA!! WASPADALAH!!! Jika kita meyakini RITUAL YOGA dapat meningkatkan spiritualitas dibanding dengan ibadah-ibadah yang telah dituntunkan Rasulullah maka lenyaplah amalan-amalan yang telah ia kerjakan dan setanlah yang menjadi temannya.

Firman Allah Ta’ala:

ذَلِكَ هُدَى اللهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Itulah petunjuk Allah, yang dengan-Nya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”(Al-An’am;88).

Allah SWT juga berfirman:

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
”Barangsiapa yang berpaling dari ketentuan Allah (Al-Qur’an dan As-Sunnah),Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan),maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu mengikutinya.”(Az-Zukhruf:36)

Tidak ada gunanya lagi kita shalat, dzikir jika dalam hati kita telah ada kerusakan akidah Tauhid, semua amalan kita tidak akan diterima Allah SWT!

Yoga sesungguhnya berada dalam konteks Hinduisme oleh karena itu bersifat sangat sinkretistik. Ia menyamakan agama yang satu dengan yang lain. Hingga dikatakan yoga dapat diikuti oleh berbagai macam agama. Ajaran mereka menganut spiritual perenial yang mengedepankan “kebaikan” universal. Hingg tanpa sadar banyak para praktisi yoga muslim yang akhirnya tersesat hingga hilang dalam dirinya ghiroh keislaman. Padahal Allah telah menyatakan Agama yang diridoi adalah Islam jelas menunjukkan bahwa agama atau kepercayaan lain selain Islam tidak diridoi dan merupakan kesesatan.

Allah Ta’ala juga berfirman :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai din (agama) maka sama sekali tidak diterima daripadanya dan dia di akhirat kelak termasuk daripada kalangan golongan yang rugi” (Surah Ali `Imran : 85)”.

Jika ada para praktisi Yoga, menganggap bahwa ilmu Yoga sebagai salah satu metode dalam mendekatkan diri pada Allah hingga ibadah-ibadah syar’iah kita banyak tergantikan dengan “peribadatan” ala yoga. Maka sia-sialah yang dia lakukan.

Tidakkah ia membaca firman Allah Ta’ala.

الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
” Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82).

Al-Imam Ibn Kathir dalam Tafsir al-Quran al-`Azim, menafsir ayat dalam Surah Ali `Imran di atas menyatakan: “Barangsiapa yang melalui suatu cara yang lain dari apa yang di syari’atkan Allah maka sama sekali amalnya tidak diterima”.

Bahkan kita tanpa sadar dipaksa untuk meyakini kebenaran doktrin konsep ketuhanan selain Islam yang menggugat ke-Esaan Allah. Dengan tanpa sadar meyakini adanya para dewa yang berada dalam setiap gerakan Yoga, ataupun pada saat kita meditasi chakra dengan meyakini ada dewa penjaga chakra.

Ingatlah firman Allah Ta’ala:

شَهِدَ اللهُ أَنَّهُ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ َلآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Allah menyatakan tiada Tuhan selain Ia, Demikian pula para malaikat dan orang-orang yang berilmu, menyatakan demikian. Tiada Tuhan selain Ia Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana”.(Ali Imran:18).

Bahkan lebih dari itu jika kita sudah berbuat syirik. Allah telah berfirman bagi siapa saja yang mempersekutukan-Nya dan menganggap adanya Ilah lain selain Allah maka Allah tidak akan mengampuninya.

Firman Allah Ta’ala:

إِنََّ اللهَ لاَ يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ ضَلََّ ضَلَلا بَعِيدًا
“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. “(An-Nisaa’ : 116).

Saya sangat mengharap ada dari kaum muslim yang masih mempunyai keimanan dan keikhlasan (untuk membela agamanya dari anasir-anasir jahad) yang mau menyebarluaskan artikel ini, semoga amal ibadah ikhwan dan akhwat sekalian dicatat amal kebaikan oleh Allah Ta’ala dan akan menjadi tabungan pahala kita di hari akhirat kelak. Amin…….

Wallahu a’lam….

sumber

Misteri Kisah Keajaiban Ashabul Kahfi, 7 Pemuda Tidur Selama 309 Tahun


Gua Ashabul Kahfi (google) Kahf Ahlil Kahf terletak kira-kira 7km dari pusat bandar Amman, Jordan. Kawasan ini suatu ketika dahulu dikenali dengan Ar-Raqim kerana terdapat kesan tapak arkeologi yang bernama Khirbet Ar-Raqim di kawasan tersebut. Perkataan Ar-Raqim juga disebut di dalam Al-Quran dan Ahli Tafsir menafsirkan Ar-Raqim sebagai nama anjing dan ada yang menyatakan ia sebagai batu bersurat. Kahf Ahlil Kahf merupakan lokasi sejarah yang membuktikan kebenaran kisah di dalam Al-Quran iaitu di dalam Surah Kahfi mulai ayat 9 hingga 26. Ayat di dalam Surah tersebut menceritakan bagaimana 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun Qamariah (300 tahun Shamsiah) sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh suara apa sekalipun.

Firman Allah;

“Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (al-Kahfi: 9)

Ashabul kahfi (penghuni-penguni gua) yang dimaksudkan dalam ayat di atas, menurut para ulama’- terdiri dari tujuh orang pemuda yaitu:

  1. Maksalmina
  2. Tamlikha
  3. Martunus
  4. Bainunus atau Nainunus
  5. Sarbunus
  6. Dzunuanus
  7. Kasyfitatanunus

Bersama mereka seekor anjing bernama Qitmir mengekori mereka. Pemuda-pemuda ini beriman kepada Allah di tengah kekufuran kaum dan bangsa mereka. Identiti mereka sebagai pemuda yang beriman diakui oleh Allah dengan firmanNya;

“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk”. (al-Kahfi: 13)

Menurut ahli sejarah, kisah ini berlaku pada zaman sebelum kedatangan Islam di satu negeri bernama Afsus yang terletak di Turki (ada pendapat menyatakan di Jordan, dan ada juga mengatakan di Syria). Asalnya penduduk negeri itu beriman kepada Allah dan beribadat mengesakanNya.
Namun keadaan berubah selepas kedatangan seorang raja bernama Diqyanus. Raja ini menganut fahaman kufur/berhala dan dia memaksa rakyat di bawah pemerintahannya supaya murtad dari agama Allah yang dibawa Nabi Isa a.s. dan bertukar kepada agama kufur/berhala yang dianutinya. Rakyat yang takut dengan ancaman dan seksaan raja itu terpaksa akur dengan arahan yang zalim itu.
Namun tujuh pemuda beriman tadi tidak mahu tunduk dengan tekanan raja kafir itu. Mereka tetap teguh mempertahankan aqidah mereka walaupun menyedari nyawa dan diri mereka mungkin terancam dengan berbuat demikian. Akhirnya mereka dipanggil mengadap raja itu.
Di hadapan raja yang zalim itu, mereka dengan penuh berani dan bersemangat berhujjah mempertahankan iman dan prinsip aqidah Ilahi yang mereka yakini. Allah berfirman menceritakan peristiwa mereka berhujjah;

“Dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan raja) lalu mereka berkata (membentangkan hujjah kepada raja): ”Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?”. (al-Kahfi: 14-15)

Walaupun tidak mampu menjawab hujjah-hujjah yang mantap dari pemuda-pemuda beriman ini, raja yang kufur dan zalim itu tetap berkeras mahu mereka murtad dari agama mereka. Ia memberikan tempoh beberapa hari kepada mereka. Jika selepas tempoh itu pemuda-pemuda ini tetap berkeras, maka mereka akan dimurtadkan secara paksa atau akan dibunuh. Kerana sayangkan aqidah dan agama mereka, pemuda-pemuda ini bermesyuarat sesama mereka untuk mencari keputusan yang muafakat. Apakah tindakan yang sepatutnya diambil untuk mempertahankan diri dan juga agama mereka? Akhirnya mereka memutuskan untuk lari bersembunyi dan berlindung di dalam gua di kawasan pedalaman/kampung.
Firman Allah;

“Dan oleh kerana kamu telah mengasingkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, maka pergilah kamu berlindung di gua itu, supaya Tuhan kamu melimpahkan dari rahmat-Nya kepada kamu dan menyediakan kemudahan-kemudahan untuk menjayakan urusan kamu dengan memberi bantuan yang berguna”. (al-Kahfi: 16)

Mereka lari ke pedalaman di kawasan pergunungan bernama Nikhayus. Di situ terdapat sebuah gua dan di situlah mereka bersembunyi dan berlindung. Kebetulan semasa perjalanan mereka ke situ mereka telah diekori oleh seekor anjing bernama ar-raqiim. Maka anjing itu turut bersama-sama dengan mereka berlindung dan menetap di gua itu. Di dalam gua itu mereka diberi ketenangan dan ketenteraman oleh Allah.Allah telah menidurkan mereka dengan nyenyak dalam gua tersebut.
Firman Allah menceritakan tentang mereka di dalam gua;

“Lalu Kami tidurkan mereka dengan nyenyaknya di dalam gua itu bertahun-tahun lamanya”. (al-Kahfi: 11).

Allah ingin menzahirkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka masa yang amat lama iaitu selama 300 tahun (mengikut perkiraan tahun Masihi) atau 309 tahun (mengikut tahun Hijrah).

“Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahawa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu nescaya kita tidak akan percaya bahawa mereka sedang tidur.

“Dan engkau sangka mereka sedar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18)

Setelah sampai tempoh yang ditetapkan Allah (iaitu 300 tahun atau 309 tahun), mereka dibangunkan. Ketika mereka bangun mereka sendiri tidak menyedari bahawa mereka tidur dalam jangka masa yang amat lama. Mereka menyangka mereka hanya tidur dalam masa sehari atau separuh hari sahaja.“Berkatalah salah seorang di antara mereka:

“Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari….”. (al-Kahfi: 19)

Sebaik bangun dari tidur mereka, mereka terasa lapar. Maka sebahagian dari mereka mencadangkan agar dihantar seorang wakil untuk ke Bandar bagi mencari sesuatu untuk di makanan. Akhirnya mereka memilih Tamlikha untuk ke kota Afsus. Kebetulan semasa mereka melarikan diri dulu mereka membawa bersama bekalan wang perak.
Firman Allah menceritakan cadangan sebahagian dari mereka itu;

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak kamu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang paling baik (yakni yang bersih dan halal), maka hendaklah dia membawa makanan itu untuk kamu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan hal kamu kepada seseorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. (al-Kahfi: 19-20)

Lihatlah betapa bersihnya hati dan akhlak mereka. Walaupun dalam keadaan yang gawat dan susah serta kelaparan, tetapi mereka masih berpesan kepada sahabat mereka yang ditugaskan ke kota mencari makanan itu supaya mencari dan memilih makanan yang bersih dan halal. Ini menandakan bahawa mereka adalah pemuda-pemuda yang bertakwa kepada Allah. Di dalam al-Quran, Allah memerintahkan kita supaya bertakwa kepadaNya sedaya yang kita mampu, dalam keadaan mana sekalipun, sama ada senang atau susah.
Allah SWT Berfirman;

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu”. (at-Taghabun: 16)

sumber

Setelah Diculik Alien, Wajah Pilot ini Tetap Awet Muda


Alam semesta penuh dengan misteri yang menantang pengetahuan kita saat ini. Dalam rubrik “Melampaui Sains” Epoch Times mengumpulkan berbagai cerita tentang fenomena misterius untuk membuka imajinasi dan kemungkinan yang tidak pernah kita bayangkan. Apakah itu benar? Anda boleh putuskan.

Berita penculikan oleh pesawat UFO banyak beredar di berbagai media. Ada yang menganggapnya hoax, namun, karena cerita yang sulit dipungkiri, banyak pula yang meyakininya. Berikut adalah salah satu kisahnya.

Frederick Valentich, adalah seorang calon pilot Angkatan Udara Australia. Pada suatu malam pada tahun 1978, Ia lepas landas dalam sebuah pelatihan ke Pulau Raja, Tasmania.

Kejadian yang sangat misterius terjadi. Ini adalah kata-kata terakhir Valentich, seperti dicatat oleh menara kontrol lalu lintas udara Melbourne:

“… Ini bukan pesawat, ini …”

“… ia terbang begitu cepat, ia memiliki bentuk panjang …”

“Saya tidak bisa mengidentifikasi lebih dari itu, tetapi ia sangat cepat!”

“Ia sekarang ada di belakang saya, Melbourne!”

“Sepertinya ia tidak bergerak.”

“Apa yang saya lakukan sekarang adalah terbang.. dan benda ini terbang di atas saya!”

“Juga, ia memiliki lampu hijau … dan ia seperti semacam logam, bagian luar benda ini semuanya mengkilap…”

“… ia tiba-tiba menghilang begitu saja!”

“Melbourne, apakah Anda tahu jenis pesawat misterius apa yang saya lihat? Apakah jenis pesawat militer?”

“… Ia sekarang mendekati saya dari barat daya!”

“Uhhh, Melbourne … pesawat aneh ini melayang di atas saya lagi… Ia melayang! Dan ini bukan pesawat!”

Kata-kata terakhir Valentich ini diikuti dengan 17 detik suara gesekan logam dan kemudian suara statis.

Tim penyelamat dikirim, namun akhirnya dihentikan empat hari kemudian setelah menyisir 1.000 mil persegi tanpa menemukan jejak Valentich ataupun bangkai pesawatnya. Namun, ini bukanlah akhir dari cerita.

Artikel terkait :

Beberapa tahun kemudian, ada kabar menyebutkan bahwa di Spanyol, muncul orang yang mengaku sebagai Federich Valentich. Ia bertemu dengan beberapa orang, dan bahkan menunjukkan pas****ya.

Yang mengejutkan adalah konon wajahnya tidak memperlihatkan tanda menua, orang tersebut bercerita bahwa dia “direkrut” oleh Alien dan kini menjadi bagian dari anggota mereka. Benarkah ia memang benar Federick Valentich, seperti yang diakuinya? Hingga kini, jasad dan bangkai pesawatnya tidak pernah ditemukan, dan hal ini tetap menjadi misteri.

Simbol Mawar Dalam Budaya, Agama Dan Sufisme


Simbolisme mawar tidak hanya menggambarkan tentang cinta dan ketulusan. Dalam makna yang kuat, mawar mengisyaratkan sesuatu yang lebih besar daripada cinta seseorang kepada manusia ataupun duniawi. Dikalangan sufi dan para imam agama lain mengisyaratkan hubungan besar antara manusia dan Tuhannya, semua ini tertulis dalam teks terdahulu dan puisi para sufi yang terkenal di abad pertengahan masehi.
Allah menciptakan ribuan bunga, namun mawar tetap menjadi favorit sepanjang sejarah manusia dan telah diasumsikan arti yang sangat berwarna-warni diantara budaya yang berbeda. Mengapa mawar terlihat abadi dalam hati, mungkin karena manusia mampu mempertahankan ingatan tentang mawar yang ditemukan dalam jiwa. Mungkin juga puisi yang tak terlupakan, serta cerita cinta dan kebajikan yang melekat pada mawar.

Simbol Mawar Dalam Budaya Dan Agama

Simbol mawar mulai dikenal sejak 5000 tahun yang lalu, menurut beberapa pendapat sudah dikenal di China dari catatan fosil yang menjelaskan mawar telah berkembang selama jutaan tahun. Di semua wilayah dunia, mawar tumbuh dan menjadi simbol tertentu diantaranya cinta, kecantikan, kemewahan, kematian, bahkan perang dan politik, adapula yang menggunakan mawar mewakili tokoh terkenal dalam sejarah.
Ketika memasuki masa Kekaisaran Romawi, mawar berkembang di Timur Tengah. Keharuman mawar membuatnya dijadikan bahan utama pembuatan parfum, aroma yang kuat dianggap memiliki makna mistis yang mendalam. Tetapi mawar yang tumbuh di Cina tidak beraroma seperti itu, dan hal inilah yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa simbol mawar tidak begitu populer di Cina.
simbol mawar, mawar sufi
Sejak dahulu simbol mawar telah digunakan dalam penulisan sastra, contohnya dalam sastra Iliad, sebuah puisi epik Yunani kuno yang menyebutkan tubuhnya diolesi minyak mawar. Bunga mawar sering disebutkan dalam mitos Yunani kuno dalam berbagai bentuk yang berbeda. Sebagai contoh, putih melambangkan kemurnian yang melambangkan Aphrodit dan lambang kesucian, keinginan dan semangat ditujukan kepada Adonis, sementara cinta yang terluka diwakili beberapa tetes darah yang merubah mawar putih menjadi mawar merah. Mitos lain menyebutkan bahwa Zeus menyebarkan bunga mawar di tanah sebagai hadiah pernikahan Eros dan Psyche.
Mitos orang Romawi sering diwakili dengan simbol mawar, mereka menggunakan mawar di pemakaman sebagai tanda kebangkitan. Misalnya Flora sebagai dewi bunga dan musim semi, beberapa pendapat mengatakan bahwa dia menciptakan bunga mawar dan dewa Yunani lainnya membantu Flora memberikan kehidupan, aroma manis dan bentuk yang indah.
Kristen menggunakan mawar merah sebagai simbol semangat Yesus, kemartiran dan kebangkitan, ditujukan untuk Maria dan simbol kemurnian terkait dengan mawar putih. Bentuk bunga mawar menyiratkan liturgi, misalnya dalam puisi menyebutkan Maria dikelilingi dengan mawar tertulis dalam buku Wordsworth tahun 1807. Sastra tentang Maria sering dituliskan dengan hujan kelopak mawar yang harum, jendela kaca bergambar Bunda Maria menunjukkan dia memegang mawar, hal ini mendasari bahwa mawar beraroma baik.

Mawar Dan Sufisme

Di abad ke-7, Muhammad dilambangkan dengan bunga mawar sehingga popularitas bunga mawar meningkat seribu kali lipat setelah kedatangannya. Kepribadian rasul menerangi warna mawar dan moralitas yang sempurna merupakan sumber aroma yang harum. Salah satuny Farid Ad-Din Attar, penyair mistik Sufi terbesar tahun 1230 menulis dalam bukunya ‘The Rose Garden';

Di tempat tidur mawar, misteri bersinar. Rahasianya tersembunyi dalam mawar 

Hazrat Inayat Khan (1882-1927) mengatakan, mawar terdiri dari beberapa kelopak yang menyatu bersama-sama, sehingga jiwa Sufi menunjukkan berbagai kualitas yang berbeda. Kualitas ini memancarkan aroma bentuk kepribadian spiritual. Bunga mawar memiliki struktur yang indah, Sufi memiliki struktur halus, sebuah cara berhubungan dengan orang lain melalui ucapan, tindakan, dan sebagainya. Sama seperti parfum mawar parfum yang menembus seluruh ruangan, seorang sufi menembus masyarakat dan membantu menyelesaikan masalah. Quran Ar-Rahman 55:37-38 menyebutkan mawar merah:

Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? 

Bunga mawar memiliki bentuk yang berbeda dan mawar diciptakan untuk alasan yang signifikan. Dalam tradisi Islam, mengenakan parfum merupakan makanan bagi jiwa dan roh. Salah satu hadis menceritakan bahwa nabi sangat menyukai aroma yang baik, dan tradisi muslim sering memakai esensi murni dari air mawar, terutama sebelum shalat. Mawar adalah salah satu aroma surgawi, esensi mawar memiliki beberapa keuntungan aromatherapeutic diantaranya sebagai anti-depresi yang kuat dan mampu menenangkan pikiran.
Mawar terdiri dari beberapa kelopak, menjadi puncak perlambangan spiritual bagi hampir semua sufi dan para wali Allah, khususnya Syech Abdul Qadir Al-Jailani. Dalam sebuah kisah yang diceritakan ketika dia berada di kota Bagdad, beliau didatangi oleh utusan para wali dan mengatakan kepadanya:

“Wahai Abdul Qadir Al-Jailani, engkau tidak mempunyai tempat di kota Bagdad, karena kota Bagdad telah di penuhi oleh para Wali-wali Allah”.
Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan sambil menunjukkan gelas yang telah berisi air bening: “Seperti inilah kota Bagdad itu, gelas adalah kota Bagdad dan airnya adalah para wali Allah”
Lalu dia mengambil sekuntum Mawar Merah dari langit, kemudian diletakkan ditengah air dalam gelas itu, sambil berkata: “Dan aku adalah Mawar diantara para wali-waliNya”. 
Pada saat itu juga wali utusan tersebut tersungkur lalu bersujud meminta ampunan kepada Allah atas kesombongannya.

Semua orang Yahudi, Kristen, dan Muslim, miliki simbolisme mawar tersendiri. Monoteistik ini terikat bersama-sama satu sama lain, dimana asal-usul ketiga agama mengarah ke Timur Tengah dan sekaligus tempat berkembangnya syair mawar. Beberapa budaya lain juga berkaitan dengan simbol mawar, misalnya sekte yang berbeda dalam agama Hindu, legenda Persia kuno mengisahkan burung bulbul yang sangat mencintai mawar putih dan menggenggam erat. Duri menembus dadanya dan menyebabkan darah jatuh pada mawar sehingga mengubah mawar menjadi merah.

Referensi

  • The Rose and the Lotus, by Yousef Daoud, publish in 2009
  • Symbolic Rose, by Barbara Seward, publish in 1998
  • Rosa gallica Eveque, painted by Redoute, public domain image by Wikimedia Commons
Artikel Terkait :

Mengapa Yahudi Menggali Di Bawah Masjid Al-Aqsa???


Apa yang terjadi di Palestina. Ketahuilah apa yang Zionis lakukan dan yang lebih penting Anda tahu mengapa dan kenapa.

Penggalian di bawah Masjid Al-Aqsha sedang dijalankan
Pertama. Lihatlah galian di bawah Masjid Al-Aqsha. Cukup cemas, bahaya dan merusak dasar bangunan Masjidil Al-Aqsha. Jika sebelum ini Anda membaca melalui portal dan media yang berat sebelah. Kini saksikanlah sendiri kerusakan yang parah akibat kerja galian ini. Keretakkan merata-rata di tiang besar, lantai dan dinding masjid yang suci bagi umat Islam.

Penggalian yang merusak dasar bangunan masjid Al-Aqsha
Pihak Israel sedang menggali di bawah Masjidil Al-Aqsha. Mereka mengakui secara terbuka niat mereka untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha untuk “membangkitkan kembali” Temple of Solomon. “Yaitu Kuil Sulaiman.
Arkeologi dan ahli kaji sejarah mengetahui bahwa reruntuhan “Kuil Sulaiman” berada di bawah Masjidil Al-Aqsha. Kita tidak tahu berapa dalam penggalian tersebut, namun kita tidak bisa berdiam diri dan membiarkan saja hal ini terjadi. Ini membutuhkan perhatian dunia Islam.

Saudara Islam seluruh dunia harus tahu apa yang terjadi dan dampak galian ini. Ini satu kebenaran yang mengejutkan.

Mereka begitu bangga dengan hasil kerja mereka (gambar di bawah masjid)

Kubah emas bukanlah Masjid Al-Aqsha tetapi adalah Masjid Batu tergantung “Dome Of The Rock. Setiap kali Masjidil Aqsha diucapkan di media, mereka akan menunjukkan Masjid” Dome of the rock “sebagai Masjidil Al-Aqsha. Sehingga masyarakat tidak mengetahui yang mana satu Masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya.

Dome Of The Rock
Ini merupakan cara Zionis. Mungkin sehingga Masjidil Al-Aqsha dihancurkan, umat Islam tidak mengetahui akan kehancurannya. Menjadi kewajiban umat Islam untuk tahu yang mana satu masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya.
Artikel Bangunan Masjid Al-Aqsa yang sebenarnya, mengungkap penipuan Zionis

Masjidil Al-Aqsa yang sebenarnya
Kenapa invasi harus dilakukan ke Masjidil Al-Aqsha? Apakah karena nilai tanahnya atau lain-lain sebab musabab yang diinginkan oleh Yahudi!
Nabi Sulaiman AS Dan Rahasia Yang Tertanam Di bawah Masjidil A-Aqsha
Kembali ke sejarah silam kisah Nabi Sulaiman AS atau Raja Sulaiman yang bertanggung jawab membangun apa yang dikenal sebagai Kuil Sulaiman “. Nabi Sulaiman As berbeda dari Nabi-nabi yang lain karena beliau di beri Allah SWT bisa menguasai umat manusia, dan bangsa jin.
Nabi Sulaiman ditugaskan dengan menyebarkan ayat-ayat Allah SWT yaitu: keyakinan dan ibadah dalam hanya SATU tuhan saja. Hal ini menjadi perhatian Nabi Sulaiman dimana ada kaum-kaumnya yang kuat mengamalkan ilmu sihir dan okultisme (ilmu ghaib). Beliau memerintahkan pengawalnya untuk pergi ke seluruh negeri dan merampas setiap buku, naskah, kitab-kitab yang tertulis segala ilmu sihir dimana praktek sesat ini diajarkan untuk berhubungan dengan pemanggil roh. Praktek ini terkait terkait dengan jin dan setan.

Dalam Islam kita tahu bahwa ilmu sihir adalah haram. Al-Quran mengatakan kepada kita bahwa Jin dan Manusia tidak bisa berhubungan walaupun hidup di dimensi yang sama dengan manusia, tetapi tidak bisa berkomunikasi antara satu sama lain. Jin tidak dapat dilihat, mereka bisa melihat kita, tapi kita tidak dapat melihat mereka. Tidak adanya seperti Jin “baik” atau membantu, karena setiap jin yang berbicara dan berinteraksi dengan manusia secara langsung dilarang oleh Allah SWT.
Jadi petunjuk Nabi Sulaiman AS agar mereka membawa semua buku, kitab yang terkait dengan ilmu sihir kepadanya, dan kemudian beliau kuburkan semua buku, kitab dan apapun yang terkait dengan praktek ini dimana beliau pikirkan paling aman yaitu tidak akan ada siapapun yang bisa mendapatkan atau mencurinya .
Beliau menanamkan buku-buku ajaran sihir itu di bawah situs kuil tersebut. Beliau menunjuk beberapa orang ksatria yang di kenali sebagai “Knights of the temple of Solomon” (Knight Templar) untuk menjaga kuil Sulaiman itu siang dan malam.

Lambang Knight Templar yang digunakan
Kesatria melakukan tugas yang diberikan pada awalnya. Setelah Nabi Sulaiman as wafat, The Knights menemukan apa yang ada di bawak kuil itu. Mereka menyadari akan pentingnya hal ini, rahasia praktek sihir berada di ujung jari mereka. Mereka mencuri dan mulai berlatih. Mereka pindahkan kitab-kitab dan mulai berlatih dan mengamalkan. Mereka benar-benar jauh dari agama Musa dan Allah SWT. Dan tenggelam di bawah kuasa dan pengaruh Iblis. Karena ritual yang mereka jalankan, mereka dengan cepat menjadi orang yang berpengaruh dan terkaya di negara itu.

Anggota okultisme menegaskan bahwa setan memberi penghargaan kepada pengikutnya dengan kekayaan duniawi. Mereka bisa membuat apa saja seperti memberi dan menerima suap, maksiat, kerusakan di bumi, dan banyak lagi yang menyimpang dari ajaran sebenarnya di dalam Islam. Mereka juga percaya bahwa Setan meyakinkan mereka, melalui para imam dan pendeta tinggi, bahwa ‘kekuasaan’ itu adalah Allah yang nyata.
Selama berabad-abad, naskah itu diselundupkan ke Eropa, dan Kesatria Templar menyebut mereka sebagai “Free Mason”. Dengan kekuatan yang terkumpul, mereka cepat menyebarkan pengetahuan ini di seluruh dunia melalui kelompok-kelompok rahasia.
Semua ini dilakukan dengan satu tujuan yaitu menurut kehendak tuhan setan dan sebagai langkah untuk menyambut kedatangan Dajjal bermata satu yang mewakili setan di bumi. Simbol mereka adalah piramida dan di atasnya terdapat “all seeing eye” yang bermata satu. Perlu diketahui bahwa orang Mesir kuno ini memiliki tuhan yang bermata satu dikenal sebagai Mata Ra danMata Osiris. Ingatlah bahwa ilmu hitam adalah diajarkan dari orang-orang kafir dari Mesir kuno.

Tuhan Ra

Tuhan Osiris (gambar duduk)
Jadi jika freemason sudah mendapat hak dan kekayaan di dunia dan “harta rahasia” ini. Mengapa semua terkonsentrasi untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha?

Sebenarnya mereka sedang mempersiapkan kedatangan tuhan mereka yaitu “Dajjal”.
Apa Yang Islam Dan Nabi Muhammad SAW Memperingati Kita Tentang Kedatangan Dajjal
1. Dalam Islam kita tahu Dajjal adalah Nabi palsu. Dajjal akan meniru seperti nabi sejati dalam segala hal. Nabi yang sebenarnya adalah Nabi Isa AS yang akan datang kembali untuk memerintah dunia dari Yerusalem. Jadi disitulah Dajjal akan tiba di atas tanah suci, Jerusalam.
2. Nabi Muhammad SAW berkata kepada kami bahwa Dajjal dikeluarkan dari dunia ini. Dengan demikian ia telah berada di planet ini sejak zaman Rasulullah SAW. Kami diberitahu bahwa Dajjal akan hidup di bumi selama 40 hari (satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti seminggu, dan sisanya seperti hari biasa Ingatlah 1 tahun surgawi. Adalah sama dengan 1000 tahun manusia. Anda melakukan matematika). Ini membuktikan bahwa ia adalah jin yang kuat, seperti jin bisa hidup selama ribuan tahun.
3. Semua Nabi-nabi memperingatkan kaum mereka tentang Nabi palsu ini.
4. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kedatangan Dajjal dan memperingatkan kita untuk mengetahui bahwa Allah SWT tidak “bermata satu”. Dajjal juga akan memiliki kata kafir di dahinya. Nabi Muhammad SAW juga memperingatkan, bahwa setiap Muslim setelah mendengar “kedatangan” Dajjal harus memalingkan muka dari memandang wajah Dajjal. Dan membelakangi dan terus berjalan menjauh darinya. Tidak melihat ke arahnya, atau berjalan ke arahnya. Jangan ingin tahu dan Nabi SAW memperingatkan bahwa orang yang terkuat imannya akan diuji dan mudah bisa jatuh korban fitnah Dajjal, karena Dajjal adalah “Master of Deception”.

Zionis pernah menyebut bahwa kawasan diantara sungai Nil dan Furat sebagaimana adanya “tanah yang dijanjikan”. Mereka harus membangun kuil asal untuk menyambut kedatangan Dajjal.
Jadi Di Mana Situs Kuil Sion Yang Asal?
Bukti arkeologi dan sejarah membuktikan bahwa reruntuhan kuil asal Sion adalah di bawah Kuil Sulaiman. Ini sebabnya mengapa yahudi / zionist ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha agar mereka dapat membangun kembali kuil dibawah Masjidil Al-Aqsha.

Gambaran Temple of Solomon oleh pelukis
Hal ini menjelaskan mengapa Pemerintah AS begitu baik dengan Israel. Mereka memiliki tujuan yang sama, dan kepercayaan bersama. Mereka bekerja untuk sebuah kekuatan yang jauh lebih besar, dan jauh lebih jahat dan penuh dengan penipuan. Inilah sebabnya mengapa kebijakan luar negeri AS adalah pro-Israel, bahkan mereka mengabaikan rakyat mereka sendiri. Itulah sebabnya mereka membiarkan Palestina diserang berkali-kali. Mereka memang berniat untuk menghancurkan Masjidil Al-Aqsha.

Replika Solomon ‘s Temple
Dan inilah sebabnya mengapa mereka menggambarkan orang-orang Arab dan Muslim sebagai teroris. Mereka ingin menghasut dan mengubah dunia agar melawan dan membenci orang Islam, karena faktanya adalah, orang-orang yang akan terus mempertahankan Masjid Al-Aqsha adalah orang-orang Muslim. Muslim memahami pentingnya Masjidil Al-Aqsa, ia adalah kiblat pertama umat Islam. Oleh karena itu orang-orang Muslim adalah musuh dajjal dan Amerika adalah murid-murid Dajjal.
Dalam Al-Quran mengatakan bahwa salah satu tanda akhir zaman sebelum kedatangan Dajjal adalah runtuhannya Masjidil Al-Aqsha yang sedang terjadi sebagaimana yang Anda baca ini.
Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari kejahatan Dajjal dan pengikutnya. Semoga cahaya Islam bersinar terang dari sebelumnya.
Dan bukti kedatangan Dajjal dan akhir zaman adalah kehancuran Masjidil Al-Aqsha.

Artikel terkait :