Ketika Perwira AURI Hadapi Kepungan Tentara Gaib Dengan Istighfar


Perang kemerdekaan 1945-1949 tidak hanya mencatat kisah heroik para pejuang. Tidak sedikit cerita-cerita nyeleneh bahkan bernuansa mistis dialami sejumlah petarung republik.

Sebuah buku berjudul ‘Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H AS Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI’ karya Haril M Andersen, mencatat pengalaman mistis yang dialami oleh serdadu Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), kini TNI AU di pedalaman Trenggalek, Jawa Timur.

Pasukan Detasemen Udara Parigi di bawah pimpinan Opsir Muda Udara III Hanandjoeddin mengalami peristiwa misterius, dihadang pasukan gaib.

Kala itu Januari 1949, tepatnya beberapa pekan pasca Belanda melancarkan Agresi Militer II (19 Desember 1948). Pasukan Hanandjoeddin hendak memutus sebuah jembatan tua di Lembah Watulimo dengan peledak, untuk menghambat laju pergerakan tentara Belanda.

Sayangnya, dalam beberapa percobaan awal para anak buahnya, peledak yang ditanam tak kunjung meletup. Akhirnya, kegagalan ini dilaporkan kepada Hanandjoeddin di markas.

Hanandjoeddin kemudian mendatangi seorang tokoh desa setempat untuk mengetahui, kebenaran bahwa jembatan itu ada yang “melindungi.” Ternyata benar. Hanandjoeddin diminta untuk berpuasa dan bermunajat kepada Allah SWT jika kerajaan gaib yang melindungi jembatan itu bisa dipindah.

Namun, Hanandjoeddin malah memilih mendatangi jembatan itu bersama beberapa anak buahnya. Saat itu sudah beranjak gelap, pasukan mulai dihinggapi perasaan ‘ngeri’. Suasana kian mencekam saat mereka melewati hutan Watulimo. Pasalnya, warga desa setempat kerap menyebut bahwa tempat itu angker.

“Maaf, ndan (komandan) sebaiknya kita urungkan rencana malam ini,” ucap M Yahya, salah satu anak buah Hanandjoeddin.

Ketika Hanandjoeddin bertanya kenapa, ternyata anak buahnya ketakutan. “Kalau kalian takut, kembali saja ke markas! Biar saya sendiri yang pergi ke jembatan!” kata Hanandjoeddin berang.

Lantas, anak buahnya tetapa mencoba mengikuti sang komandan dari belakang. Tapi baru saja mengikuti merea sudah kabur. Ternyata mereka pontang-panting karena melihat sepasukan besar berbaris menjuruskan bedil kunonya pada mereka.

Hanandjoeddin ternyata tak sadar sudah ditinggal kabur anak buahnya, yang saat meladeni tentara Belanda begitu gagah pantang mundur. Anehnya langsung terbirit-birit saat dihadang tentara berseragam militer jawa kuno yang terkesan gaib.

Hanandjoeddin terus meneruskan langkahnya dan baru sadar ditinggal anak buahnya saat dikepung seribu pasukan misterius itu. Hanandjoeddin juga merasakan kengerian, namun ia memberanikan diri berseru kepada pasukan gaib itu setelah sejenak beristighfar.

“Assalamualaikum! Saya Hanandjoeddin, Komandan Pertahanan di wilayah Watulimo. Kami bermaksud baik menyelamatkan rakyat dan alam daerah ini dari penjajah Belanda. Bantulah perjuangan kami menegakkan kemerdekaan Indonesia. Saya yakin kalian di pihak kami karena perjuangan sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang, sejak zaman Sultan Agung Raja Mataram. Kami hanya melanjutkan cita-cita Beliau. Saya meminta kalian memaklumi kami memutus jembatan penghubung desa ini demi keselamatan rakyat Watulimo. Terima kasih atas pengertiannya, Assalamualaikum!” seru Hanandjoeddin.

Ajaib, pasukan gaib itu hilang. Keesokan harinya, upaya peledakan jembatan kembali dilanjutkan anak buah Hanandjoeddin. Uniknya, bom yang dirakit dan ditanam meledak dalam percobaan pertama dan langsung merobohkan jembatan tua tersebut.

sumber

[bukan Catatan Subuh #023] #sebuah pemahaman keislaman, plisss no offense


Alkisah, ada satu cerita di Saluran TV Amerika beberapa tahun silam, nama program acaranya “Satu Keluarga”.

Tersebutkah sebuah keluarga Amerika sedang memperbincangkan keragaman dan ketidakteraturan umat islam…

Adalah Dr. Yahya sebagai Da’i/ Penceramahnya kala itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa umat Muslim itu memang tidak teratur, yang dibutuhkan umat Muslim adalah satu keyakinan untuk dapat melakukan suatu aksi.

Lantas beliaupun memindahkan chanel tivi ke sebuah program Live (siaran langsung) di sebuah channel.

Orang Amerika tersebut sangat heran dengan dengan kerumunan orang-orang di Masjidil Haram, ada lebih dari 3 Juta orang pada waktu itu yang berkumpul untuk shalat Isya di malam terakhir bulan Ramadhan.

Kondisinya sangat ramai dengan kerumunan orang-orang yang saling hilir mudik tidak beraturan.

Lalu Da’i tersebut bertanya kepada orang Amerika tadi: “Menurut anda, berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya orang orang itu bisa baris dengan rapi ?”

Dan orang Amerika itupun menjawab: “Dua sampai tiga jam.”

Dan Da’i tadi menyatakan: “Itu Masjidil Haram mempunyai 4 tingkat.”

Si Amerika pun menjawab: “Kalo gitu butuh waktu dua belas jam.”

Sang Da’i pun kembali menjelaskan: “Mereka yang kamu lihat di TV itu datang dari negara berbeda & juga berbeda bahasa antara satu dengan yang lainnya.”

Kembali orang Amerika itu menyanggah: “Wah, kalo begitu mereka sama sekali tidak mungkin bisa dibariskan.”

Akhirnya waktu shalat itupun tiba dengan tanda bunyinya suara Iqamah. Tampak Sheikh Abdur-Rahman as-Sudais [imam besar Masjidil Haram] berdiri di posisi paling depan seraya berkata :

“Istawuu Yang artinya “Luruskanlah shaf / barisan kalian masing-masing”.

Maka berdirilah jutaan jama’ah tersebut dalam shaf-shaf / barisan yang tersusun menjadi rapi, dan membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit. Lihatlah agama ini, memiliki sistemnya sendiri…. Kata sang Da’i….

Si Amerika tadi terperanjat dengan argumennya sendiri yang dipatahkan oleh kenyataan yang ada di depannya. Dipandanginya layar TV sejenak…. Hmmm…. Iya yah?! Gumamnya….

(Mmm….. Apa yg terjadi selanjutnya?!)

Semangat…..

Tetap santun…

Kematian Yang Tertunda


Suatu ketika, Nabi Daud a.s. duduk di suatu tempat. Di sampingnya, ada seorang pemuda saleh yang duduk dengan tenang tanpa banyak bicara. Tiba-tiba, datang Malaikat Maut yang mengucapkan salam kepada Nabi Daud. Anehnya, Malaikat Maut terus memandang pemuda itu dengan serius.

Nabi Daud berkata kepadanya, “Mengapa engkau memandangi dia?”

Malaikat Maut menjawab, “Aku diperintahkan untuk mencabut nyawanya tujuh hari lagi di tempat ini!”

Nabi Daud pun merasa iba dan kasihan kepada pemuda itu. Beliau pun berkata kepadanya, “Wahai Anak Muda, apakah engkau mempunyai istri?”

“Tidak, saya belum pernah menikah,” jawabnya.

“Datanglah engkau kepada Fulan – seseorang yang sangat dihormati di kalangan Bani Israil – dan katakan kepadanya, ‘Daud menyuruhmu untuk mengawinkan anakmu denganku.’ Lalu, kau bawa perempuan itu malam ini juga. Bawalah bekal yang engkau perlukan dan tinggallah bersamanya. Setelah tujuh hari, temuilah aku di tempat ini.”

Pemuda itu pergi dan melakukan apa yang dinasihatkan Nabi Daud kepadanya. Dia pun dinikahkan oleh orang tua si Gadis. Dia tinggal bersama istrinya selama tujuh hari. Pada hari kedelapan pernikahannya, dia menepati janjinya untukbertemu dengan Daud.

“Wahai Pemuda, bagaimana engkau melihat peristiwa itu?”

“Seumur hidupku, aku belum pernah merasakan kenikmatan dan kebahagiaan seperti yang kualami beberapa hari ini,” jawabnya.

Kemudian, Nabi Daud memerintahkan pemuda itu untuk duduk di sampingnya guna menunggu kedatangan malaikat yang hendak menjemput kematiannya. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Nabi Daud berkata, “Pulanglah kepada keluargamu dan kembalilah ke sini untuk menemuiku di tempat ini delapan hari setelah ini.”

Pemuda itu pun pergi meninggalkan tempat itu menuju rumahnya. Pada hari kedelapan, dia menemui Nabi Daud di tempat tersebut dan duduk di sampingnya. Kemudian, kembali lagi pada minggu berikutnya, dan begitu seterusnya. Setelah sekian lama, datanglah Malaikat Maut kepada Nabi Daud.

“Bukankah engkau pernah mengatakan kepadaku bahwa engkau akan mencabut nyawa anak pemuda ini dalam waktu tujuh hari ke depan?”

Malaikat itu menjawab, “Ya.”

Nabi Daud berkata lagi, “Telah berlalu delapan hari, delapan hari lagi, delapan hari lagi, dan engkau belum juga mencabut nyawanya.”

“Wahai Daud, sesungguhnya Allah swt merasa iba kepadanya lalu dia menunda ajalnya sampai tiga puluh tahun yang akan datang.”

Pemuda dalam kisah ini adalah seseorang yang taat beribadah, ahli munajat, gemar berbuat kebaikan, dan sangat penyayang kepada keluarganya. Boleh jadi, karena amal saleh dan doa-doanyalah, Allah Swt. berkenan menunda kematian sang Pemuda hingga tiga puluh tahun lamanya.

Sungguh, suatu kaum akan ditimpa azab oleh Allah sebagai suatu ketetapan yang pasti. Namun, kemudian seorang anak di antara mereka membaca, “Alhamdulillahi Rabbil Alamin.” Ucapan itu didengar Allah dan Dia mengangkat azab-Nya dari mereka karena bacaan itu selama 40 tahun. (Fakhruddin Ar Razi)

7 Ciptaan Allah Tidak Akan Hancur Di Saat Hari Kiamat


Peristiwa kiamat merupakan peristiwa kehancuran yang dahsyat dan luar biasa yang tidak pernah terjadi sehelumnya. Seluruh makhluk hidup akan merasakan kematian. Al Quran banyak menginformasikan keadaan yang akan dialami ketika kiamat itu terjadi, antara lain sebagai berikut.

الْقَارِعَةُ .مَا الْقَارِعَةُ .وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ .يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ .وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ Artinya: “Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran. Dan gunung-gunungseperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS Al Qariah: 1-5) Seluruh alam akan hancur binasa, tidak ada satu tempat pun untuk bersembunyai. Namun ada 7 ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika kiamat terjadi, kita mengetahui bahwasanya semuanya akan binasa dan mengalami kehancuran. Tak aka nada satu makhluk pun yang mampu bertahan hidup. Alam semesta juga ikut hancur. Bahkan, malaikat Israfil, malaikat peniup sangkakala juga mengalami kematian. Meski kita tahu bahwa semuanya akan hancur, ternyata ada pula hal-hal yang tidak akan hancur. Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki sesuatu yang tidak akan binasa meski kedahsyatan suatu kebinasaan terjadi. Lantas, apa saja yang tidak akan hancur di hari kiamat?

1. Surga dan Neraka.
Jika sangkakala ditiupkan, ternyata ada yang tidak hancur, yakni Surga dan Neraka. Dalam hal ini Allah telah menyatakan kekekalan surga dan neraka dalam banyak ayat. Salah satunya dalam dalam Al-Qur’an, فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ .خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ .وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ “Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Huud, 106-108)

Maksud dari ayat tersebut ialah tersirat bahwa surga dan neraka itu adalah kekal, tidak akan binasa serta tidak akan ditetapkan kematian kepada keduanya

2. ‘Arsy atau Singgasana Allah.
Selanjutnya yang tidak akan hancur adalah Arsy Allah SWT. Dimana Arsy ini adalah singgasana Allah. Hal ini diungkapkan dalam firman-Nya, وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ .وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ “Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini (surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.’ Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat- malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam’,” (QS. Az- Zumar, 74-75).

3. Kursi Milik Allah.
Selain singgasana Allah, ada pula kursi milik Allah. Seperti apa kursi Allah? Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang,” (HR. Ibnu Hiban). Sesungguhnya kursi Allah tidak akan hancur sebagaimana halnya ‘Arsy berdasarkan ulama.

4. Lauh Mahfuzh.
Jika singgasana Allah yaitu Arsy tidak akan hancur, maka sama halnya dengan Lauh Mahfuzh. Dimana ini adalah kitab tempat Allah untuk menuliskan segala catatan alam semesta. Adapun nama lain Lauh Mahfuzh dalam Al-Qur’an yaitu Ummu Al-Kitab, sebagaimana yang telah dikatakan Allah, وَمَا مِنْ غَائِبَةٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ “Tiada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh),” (QS. An-Naml: 75). Maka dari itu Lauh Mahfuzh pun tidak akan hancur berdasarkan Ij’ma ulama
5. Qalam atau Pena.
Qalam atau pena ternyata juga termasuk ciptaan Allah yang tidak akan hancur ketika sangkakala ditiupkan. Menurut beberapa ulama, Qalam atau pena merupakan makhluk yang pertama diciptakan oleh Allah. sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Sesungguhnya makhluk yangpertama kali Allah ciptakan adalah Al- Qalam, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Tulislah!’ Kemudian Al- Qalam berkata, ‘Wahai Rabb ku, apa yang akan aku tulis?’ Kemudian Allah berfirman, ‘Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat’,” (HR. Abu Dawud, shahih).
6. Tulang Ekor.
Selain itu, meskipun tiupan sangkakala itu dapat menghancurkan manusia, tapi ternyata sangkakala tidak bisa menghancurkan tulang ekor manusia. Rasulullah Saw bersabda, “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah), kecuali satu tulang yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat,” (HR. Bukhari, No.4953).

7. Ruh.
Dan yang terakhir adalah ruh. Ruh ini tidak akan hancur atau binasa saat sangkakala ditiupkan. Karena makhluk yang binasa di saat itu akan dicabut ruhnya dan meninggal dan kemudian ruh ini dikembalikan ke jasadnya di saat hari kebangkitan. Hal ini disepakati ulama bahwa ruh tidak akan hancur.

sumber :

Terima kasih sudah berkunjung.

Malaikat Melindungi Mayat Jenazah Ini dengan Sayapnya


Nabi Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang menjadi penyampai pesan. Kedekatan beliau dengan Allah SWT tentu menjadi keistimewaan yang tidak ada bandingnya di dunia ini. Setiap kisah yang melibatkan Nabi akan sangat penting bagi pengikutnya.

Salah satunya adalah kisah berikut ini. Seorang yang istimewa karena jenazahnya mendapat perlindungan dari sayap malaikat. Orang ini tewas sewaktu terlibat perang melawan kaum musrikin. Bahkan, tubuhnya dicincang menjadi beberapa bagian oleh musuh.

Namun ternyata, Ia mendapat keistimewaan tersendiri. Karena Rasulullah SAW mengabarkan jika jasadnya dilindungi oleh sayap malaikat. Siapakah orang ini? Mengapa dirinya begitu istimewa hingga malaikat pun melindungi jenazahnya.

Syuhada yang jenazahnya dilindungi oleh sayap malaikat tersebut ternyata bernama Abdullah bin Amru bin Harram. Dirinya termasuk ke dalam golongan 70 orang yang turut serta dalam pembaiatan Rasulullah SAW di Aqobah Kedua.

Tidak hanya itu, dirinya juga dipercaya menjadi salah satu ketua dari 12 ketua yang ikut dalam pembaiatan Rasulullah tersebut. Abdullah bin Amru bin Harram juga pernah turut serta dalam perang Badar yang berhasil dimenangkan oleh kaum muslimin. Ia tampil dengan gagah berani kala berada di medan perang.

Namun takdir berkata lain, di perang Uhud pada tahun ke 3 hijriyah ia meninggal di medan perang. Sebelum pergi ke medan perang tersebut, ia berkata, “Aku tidak ingin melihat aku terbunuh di perang ini tapi aku berharap menjadi orang pertama yang mati syahid diantara orang-orang muslim.”

Dikisahkan pada suatu malam, Abdullah bin Amru bin Harram memanggil anaknya yang bernama Jabin bin Abdulllah. Dirinya berkata, “”Rasanya sayalah yang akan terbunuh diantara para sahabat dalam perang ini. Semoga saya orang pertama yang mati syahid. Demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih saya cintai setelah Rasulullah SAW melainkan dirimu. Saya mempunyai hutang, maka kelak kalau saya wafat bayarlah hutangku dan berilah nasehat kepada saudaramu yang lain.”

Pada keesokan harinya, umat Islam keluar dari rumah mereka untuk menghadapi kaum kafir Quraisy. Dalam perang tersebut Rasulullah menjadi pemimpin perang yang sangat ulung. Namun, kaum muslimin mengalami kekalahan atas kaum Quraisy.

Penyebab utamanya adalah para pemanah melanggar perintah dari Rasulullah SAW untuk tetap berjaga di tempat mereka. Karena ketidakpatuhan ini, akhirnya kaum Quraisy berhasil menggempur habis-habisan umat Islam. Abdullah bin Amru bin Harram termasuk satu di antara para syuhada yang gugur dalam perang ini.

Menderita kekalahan, umat Islam pun mulai mengumpulkan pasukkan yang telah wafat setelah perang tersebut usai. Jabir pun turut serta mencari keberadaan si ayah dan menemukan orang yang dikasihinya tersebut sudah tidak bernyawa lagi.

Abdullah bin Amru bin Harram gugur sebagai seorang Syuhada dalam perang tersebut. Rasulullah SAW juga turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tidak hanya itu, beliau juga merasa bangga kepada Abu Jabir hingga beliau bertakziah ke rumah keluarga Abdullah bin Amru bin Harram.

Pada waktu Rasulullah SAW melihat Jabir dan keluarganya sedang menangis, kemudian beliau bersabda:

“Kalian menangis atau tidak menangis, para malaikat akan melindunginya dengan sayap-sayapnya.”

Setelah mendengar penuturan dari Rasulullah tersebut, Jabir dan keluarga Abdullah bin Amru bin Harram menjadi pasrah dan ikhlas atas sepeninggalan orang yang mereka cintai tersebut. Pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda,

“Wahai Jabir, Allah tidak pernah berbicara kepada seseorang melainkan di balik tabir. Dan Allah SWT berbicara dengan ayahmu secara langsung.”

Rasulullah SAW juga pernah bercerita bahwa ayah Jabir ini memiliki keinginan yang kuat untuk berjuang di jalan Allah SWT. Abdullah bin Amru pernah berdoa,

“Ya Allah, berikanlah keturunanku nikmat yang engkau berikan padaku.”

Setelah itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk mengubur jenazah Abdullah bin Amru bin Harram di kuburan Baqi bersama Amru bin Al-Jumuh dalam satu liang. Hal ini dikarenakan mereka berdua merupakan teman akrab yang saling mencintai di jalan Allah SWT.

Demikianlah kisah mengenai jenazah syuhada yang dilindungi oleh sayap malaikat. Ternyata syuhada tersebut adalah Abdullah bin Amru bin Harram. Maka patutlah beliau mendapatkan keistimewaan yang demikian karena senantisa berjuang di jalan Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya.

sumber

Sebaiknya Anda Tahu .!


TAHUKAH KITA?

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur’an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

taukah anda….?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

taukah anda…..?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

taukah anda…..?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

taukah anda……?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

taukah anda……?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

taukah anda……?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: “sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut”.
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah… dan tahanlah lebih lama ruku’ dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

taukah anda…….?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

taukah anda…….?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

taukah anda…….?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

semoga bermanfaat
. . .
Nota Bene:
Referensi dari ayat Al-Quran dan Hadits telah ditambahkan pada komentar. Silahkan silaturahmi.
Semoga menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin

Inilah Senjata Mujahidin yang Paling Ditakuti Tentara Rusia


[IMG]

Kemenangan mujahidin Afghanistan mengusir pendudukan Uni Soviet (Rusia) pada dekade 80-an menjadi sejarah fenomenal hingga saat ini. Bagaimana tidak, negara komunis dengan 620 ribu tentara dan persenjataan canggih bisa dikalahkan oleh mujahidin yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti dan senjatanya lebih sederhana.

Namun di balik ‘sederhana’-nya persenjataan mujahidin Afghanistan, Rusia sangat ketakutan setelah pasukannya mengetahui bahwa batu yang dilemparkan mujahidin bisa berubah menjadi bom dan peluru. Kisah karamah itu terjadi saat seorang mujahid bernama Ghul Muhammad ditangkap tentara Uni Soviet.

“Suatu malam,” tulis Syaikh DR Abdullah Azzam dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah, “Ghul tersesat saat ingin kembali ke batalionnya.”

Bukannya tiba di markas batalion, Ghul justru tersesat masuk ke wilayah musuh. Ia pun ditangkap dan kemudian diinterogasi.

“Sebelum kami membunuhmu,” kata seorang pewira Rusia, “kami ingin bertanya, bagaimana terkadang senjata kalian membakar tank-tank kami?”

Ghul merasa dirinya akan mati tak lama lagi. Karenanya ia ingin bersiasat untuk menakuti pasukan Rusia. “Jangankan peluru-peluru kami,” jawab Ghul tanpa takut, “bahkan sekiranya kami melempar batu pun ia akan mampu menembus tank kalian.”

Tentu saja perwira itu tak percaya. Tapi karena penasaran, ia ingin menguji kebenaran kata-kata itu. “Baiklah, itu tank kami. Silahkan kau lempar dengan batu agar kami bisa melihat bagaimana batu itu bisa menembusnya.”

Ghul tidak menyangka bahwa perwira itu akan mengambil langkah demikian. Padahal tadi ia hanya bersiasat. Namun, ia memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolongnya.

“Kalau begitu, biarkan aku mengerjakan shalat dua rakaat dulu,” pinta Ghul.

Dalam sujudnya, Ghul berdoa sepenuh hati. Ia bermunajat kepada Allah memohon pertolongannya. “Ya Allah… janganlah Engkau membuka aibku. Engkau mengetahui bahwa batu-batu ini tidak dapat berbuat apa-apa.”

Selesai shalat, Ghul berdoa lagi. Ia bertawakal kepada Allah, dan memohon keajaiban dariNya. Setelah itu, barulah ia mengambil segenggam batu kerikil dan melemparkannya ke sebuah tank di depannya.

Sorot mata para tentara Rusia mengikuti gerak batu itu, dari tangan Ghul ke arah tank kebanggaan mereka. Mata-mata itu terbelalak saat menyaksikan percikan api begitu batu-batu Ghul menghantam tank. Terbakar. Tank itu terbakar.

“Jauhkan tank-tank di sebelahnya agar tidak ikut terbakaarrr!” perintah sang perwira mengejutkan para tentara.

Usai menyaksikan keajaiban itu, sang perwira melepaskan Ghul. “Pergilah, kami tak ingin membunuhmu,” pungkasnya dengan nada kesal. Sejak saat itu, mereka takut bahwa semua batu yang dilemparkan mujahidin Afghanistan bisa berubah menjadi bom dan peluru.