Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XIII


Syarat syarat Tayamum

  1. Tayamum harus dengan debu yang suci dalam Mahzab Syafi’i.jika tidak ada debu tidak sah.Jika dalam Mahzab Imam Maliki adalah permukaan meskipun tidak ada debu.contoh permukaan karpet, dinding.
  2. Tayamum harus setelah masuk waktu sholat.Boleh tayamum untuk witir dengan tayamum sholat ba’diyah sholat isya’ .Alasan Tayamum harus setelah masuk sholat karena sifat nya darurat.Ini perbedaan nya dengan wudhu, karena wudhu bisa masuk sebelum waktu sholat.
  3. Tayamum harus dengan sebab yang dibenarkan oleh syari’at ,contoh : tidak ada air sama sekali.,tidak bisa menggunakan air bisa karena sakit atau berbahaya.Atau air ada tapi dihukumkan tidak ada karena sedikit.Jika tidak ada air maupun debu wajib sholat karena untuk menghormati waktu sholat tersebut.
  4. Kita memang berkeinginan menuju debu bukan debu yang menuju kita.

Hukum hukum yang berkenaan dengan Tayamum

  1. Tayamum itu hanya untuk Satu sholat fardhu ain ,contoh: Dalam perjalanan jama sholat taqdim harus tetap Tayamum masing masing.Adapun sholat sholat sunnah boleh tayamum sekali.Begitu juga sholat jenazah di boleh kan ,misalnya habis sholat fardhu baru sholat jenazah.karena sholat jenazah dihukumkan sholat sunnah.
  2. Jika pernah meninggal kan sholat tetapi lupa sholat apa dan ingin mengqodo dan tidak ada air kemudian ingin tayamum maka boleh cukup sekali tayamum untuk sholat qodo yang di tinggal kan tersebut.
  3. Jika dalam perjalanan boleh sholat sunnah tidak dalam menghadap kiblat tetapi jika sholat fardhu maka tetap sholat tetapi hanya untuk sholat menghormati waktu sholat tersebut nanti jika ada waktu maka harus mengqodo sholat fardhu nya.
  4. Jika mengambil debu untuk Tayamum sekali maka kedua kali nya harus berbeda tempat misal di kanan nya atau kiri nya.
  5. Masalah lain, jika sholat di suatu tempat dari awal tidak mencari arah kiblat kemudian dia sholat maka sholat nya tidak sah.minimal dia berijtihad atau mengikuti orang yang berijtihad.Jika ternyata salah kiblat maka harus mengqodo sholat nya.
Iklan
Featured post

Tahukah Anda Jika Merah-Putih Itu Berasal Dari Rasulullah SAW?


Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya berjudul Api Sejarah menulis, bendera Republik Indonesia (RI), Sang Saka Merah Putih, adalah Bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kepada bangsa Indonesia dengan mengajarkannya kembali sejak abad ketujuh masehi atau abad kesatu Hijriah. Masa ini bertepatan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Mansyur menyatakan para ulama membudayakan bendera merah putih dengan berbagai sarana antara lain tiga cara berikut:

Pertama, setiap awal pembicaraan atau pengantar buku, sering diucapkan atau dituliskan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Bukankah kapur dengan sirih akan melahirkan warna merah? Lalu, apabila buah pinang diiris atau dibelah, akan terlihat di dalamnya berwarna putih?
merah-putih-10
Kedua, budaya menyambut kelahiran dan pemberian nama bayi serta Tahun Baru Islam senantiasa dirayakan dengan menyajikan bubur merah putih?

Ketiga, pada saat membangun rumah, di susunan atas dikibarkan Sang Merah Putih. Setiap hari Jumat, mimbar Jumat di Masjid Agung atau Masjid Raya dihiasi dengan bendera merah putih.

Mansyur pun menyatakan pendekatan budaya yang dilakukan para ulama telah menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak sanggup melarang pengibaran bendera merah putih oleh rakyat Indonesia.

Mansyur menegaskan bendera Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi yang dibuat Lembaga Alquran dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

Mansyur mengemukakan sejumlah argumen pendukung untuk memperkuat pendapatnya, yakni merah putih adalah bendera Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Menurut Mansyur, Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wasallam memanggil istrinya, Siti Aisyah ra, dengan sebutan Humairah yang artinya merah.

Busana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang indah juga berwarna merah, seperti disampaikan oleh Al Barra: “Kanan Nabiyu Saw marbua’an wa qadra ataituhu fi hullathin hamra-a, Ma raitu syaian ahsana min hu”.

Artinya: “Pada suatu hari Nabi sallallahu alaihi wasallam duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai hullah (busana rangkap dua) yang berwarna merah. Aku belum pernah melihat pakaian seindah itu”.

Mansyur pun menyatakan busana warna putih juga dikenakan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, sedangkan pedang Sayidina Ali radi allahu anhu berwarna merah dan sarung pedang Khalid bin Walid berwarna merah-putih.

(kl/republika)

sumber

Featured post

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i Bab Haid dan Nifas III


  1. Haid itu mencegah sah nya bersuci ,jika sengaja thaharah maka dia berdosa / haram .Tetapi di boleh kan mandi sekedar membersihkan diri / mandi biasa ,termasuk mandi untuk hari raya Id ,karena mandi untuk hari nya bukan untuk sholat.
  2. Haid itu mencegah sah nya sholat, jika dia sholat dalam keadaan Haid maka itu haram / tidak sah.Kewajiban sholat gugur pada wanita Haid.
  3. Haid mencegah puasa tetapi jika selesai wajib mengulangi / mengganti puasa berbeda dengan sholat tidak mengqodo sholat.
  4. Haid tidak bisa ittikaf / berdiam didalam masjid meskipun menggunakan pembalut yang tebal.
  5. Haram wanita Haid di talak / cerai ,tetapi sah.Karena membuat istri tersebut masa iddah nya panjang .Haram bagi suami nya.
  6. Haid berhubungan dengan tanda baligh, khusus bagi anak perempuan.Tetapi dalam usia yang memungkinkan Haid misal pada usia 10 tahun. Batas usia Haid itu 9 tahun kurang lebih sampai 16 hari misal 9 tahun kurang 15 hari masuk usia Haid dalam kalender hijriyah.Jika masuk usia Haid maka menjadi mukallaf.
  7. Haid berkaitan dengan masa iddah ,Dalam Mahzab Syafi’i masa iddah nya 4 kali haid 4 kali suci
  8. Wajib nya mandi ketika Haid berhenti.Mandi wajib.Dalil larangan mendekati / berhubungan dengan wanita Haid
  9. Sebelum mandi ada perbedaan hukum yaitu puasa dan talak yaitu Haram, setelah mandi hukum berubah.Jadi ada yang sudah di boleh kan dan belum di boleh kan.
  10. Jika ingin mandi wajib tetapi tidak bisa maka bisa dengan tayamum dan kembali suci.
  11. Batas masa Haid adalah 15  hari 15 malam ,jika Haid nya bergantian 1 hari Haid 1 hari bersih misal hingga 9 hari,maka 9 hari di hitung Haid ,hari 2 yang tidak Haid dia beramal dihitung tidak sah.

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i Bab Haid dan Nifas II


Larangan wanita Haid

  1. Membaca All Qur’an , jika hanya membaca Qur’an untuk berzikir tidak mengapa ,contoh membaca ayat kursi .Jika mengikuti kajian Al Qur’an para ulama berpendapat tidak mengapa tetapi sebisa mungkin dihindari
  2. Membawa mushaf atau memegang meskipun dia memakai lapis sarung tangan karena ini masalah keagungan Al-Qur’an ,dalil tidak boleh menyentuh Al-Qur’an jika berhadats kecil maupun besar.Kebolehan membawa apabila terjemah lebih banyak dari ayat Al-Qur’an.Selain ayat Al-Qur’an lebih banyak maka tidak mengapa.Jika membawa Al-Qur’an bersama barang lain maka dibolehkan tetapi dengan niat membawa barang lain bukan membawa Al-Qur’an.
  3. Berdiam didalam masjid termasuk berjalan jalan didalam masjid.Dalil Hadits “Jangan kalian mendekati tempat sholat dalam keadaan mabuk sampai kalian sadar apa yang kalian ucapkan “dalam hal ini Ulama berpendapat termasuk orang junub ,wanita Haid.Termasuk darurat masuk dalam masjid jika ada kebakaran ,perang dsb nya.Yang dibolehkan adalah lewat saja dengan yakin darah nya tidak menetes.Mengambil barang dalam masjid kemudian segera keluar.
  4. Berhubungan intim ketika Haid maka disunnahkan memberi makan fakir miskin sekira nya 1 dinar atau 4,25 gr emas atau sekitar 2 juta an rupiah.
  5. Bernikmat atau bercumbu ketika Haid dengan suami sampai berhubungan intim ,tetapi jika tidak sampai berhubungan intim tidak mengapa.

 

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i Bab Haid dan Nifas I


Secara umum yang keluar dari kemaluan perempuan hanya 3 jenis darah.

  1. Haid

Darah alami yang keluar dari bagian paling dalam rahim perempuan ,dan keluar setelah perempuan ini akil baligh secara sehat tanpa sebab di waktu waktu tertentu .Jika keluar pada perempuan yang masih anak 2 kemungkinan adalah darah istiharah (darah penyakit).Sedang kan darah istiharah adalah darah yang keluar pada waktu 2 tidak tertentu ,darah penyakit.

Istiharah ada dua macam yaitu darah yang bercampur dan murni.Harus bisa membedakan mana darah istiharah yang bercampur terjadi ketika sudah baligh dan darah haid.Darah Istiharah tidak teratur keluar nya sehingga membuat kesulitan bagi wanita untuk membedakan nya dengan darah Haid.Darah Haid pasti setelah Haid sedangkan darah Istiharah bisa sebelum baligh maupun sesudah baligh dan disebab kan karena penyakit.

Haid dijadikan ciri oleh Para Ulama untuk menentukan perempuan atau tidak.Seperti seseorang yang berkelamin Ganda maka Haid dijadikan tanya khusus bagi perempuan.Jika Haid maka perempuan meskipun dia memilki kelamin lelaki.

Darah Haid bagi perempuan hamil di jadi kan oleh Allah SWT sebagai makanan bagi janin nya.Sehingga jarang perempuan hamil mengalami Haid.

Dan setelah melahirkan darah Haid di rubah oleh Allah SWT sebagai susu ASI.

Yang diharamkan bagi wanita Haid

  1. Sholat dilarang / diharamkan.jika selesai Haid — bersihkan –mandi wajib–bersuci –sholat.
  2. Sujud tilawah, dan Sujud syukur
  3. Berpuasa / shoum berlaku untuk seluruh puasa .beda dengan sholat puasa harus di qodo sedangkan sholat tidak di qodo ( di ganti).Haid sebagai Bukti bahwa perempuan lebih kurang dalam masalah agama di banding laki laki.
  4. Thawaf ,karena thawaf harus membutuhkan kesucian.Hanya thawaf tidak bisa di lakukan oleh wanita Haid.

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XVI (Bab Tayamum terakhir)


Perkara perkara yang membatalkan Tayamum

  1. Seluruh yang membatalkan wudhu itu juga yang membatalkan Tayamum, contoh ; keluar sesuatu / angin baik depan maupun belakang.
  2. Ada nya air / menemukan air, baik sebelum sholat ,saat sholat maupun sesudah sholat.Misal hujan turun.Meskipun sholat sebentar lagi selesai.Adapun selesai sholat turun hujan atau menemukan air tergantung tempat wilayah ,contoh : jika wilayah itu jarang turun hujan maka sah sholat nya dengan tayamum tadi tidak perlu mengulang sholat apabila dengan wilayah sering turun hujan maka wajib mengulangi sholat dengan berwudhu.
  3. Hilang nya penghalang nya Tayamum,contoh nya tidak berwudhu karena sakit sehingga tayamum,setelah sembuh dari sakit maka hilang lah penghalang nya terhadap Tayamum.
  4. Murtad, keluar dari Islam ,jika masuk Islam lagi maka wajib mengulangi Tayamum.Berbeda dengan wudhu jika murtad kemudian masuk Islam lagi maka tidak batal wudhu.

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XV


Seputar Tayamum

  1. Tayamum karena tidak bisa pakai air bisa karena terluka,Apabila punya luka di bagian tubuh ,dan tidak boleh kena air wudhu bisa yang terluka menggunakan tayamum.boleh bagian yang sehat dulu pakai air baru tayamum yang luka.
  2. Misalnya luka merata Bagaimana Cara bersuci tayamum,maka cukup sekali tayamum.jika dua anggota wudhu maka dua Kali tayamum begitu seterus nya.
  3. Jika melihat air setelah tayamum dan belum masuk sholat .maka batal tayamum nya .tetap harus wudhu.Begitu juga ketika sedang Tayamum melihat air maka harus berwudhlu.
  4. Jika di suatu Kota biasa ada air kemudian tidak ada air dan kita telah tayamum serta sholat.tidak lama Turun bukan maka sholat Kota yang sebelum nya batal.
  5. Begitu juga di suatu daerah yang biasa tidak ada air kemudian kita tayamum dan sholat lalu Turun hujan.maka sholat kita sebelum nya sah tapi lebih afdhol sholat kembali.

Salah Satu Sebab dari Banyak Sebab Mengapa Zina Tidak Diperbolehkan


Pengharaman zina telah tegas divonis di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Berikut ini di antara salah satu penjelasan dari rasulullah agar seseorang bisa menerima alasan mengapa zina itu tercela dan diharamkan di dalam islam. Mari kita simak hadits berikut ini:

《إن فتى شابا أتى النبيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فقال: يا رسول الله، ائذن لي بالزنا!،
فأقبل القوم عليه فزجروه، وقالوا: مه مه،
فقال: ادنه، فدنا منه قريبا، قال: فجلس،
قال: أتحبه لأمك؟،
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأمهاتهم،
قال: أفتحبه لابنتك؟،
قال: لا واللَّه، يا رسول اللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لبناتهم،
قال: أفتحبه لأختك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأخواتهم،
قال: أفتحبه لعمتك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لعماتهم،
قال أفتحبه لخالتك؟
قال: لا واللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لخالاتهم
قال: فوضع يده عليه وقال: اللَّهمّاغفر ذنبه وطهر قلبه، وحَصِّنْ فرْجَه،
فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيء》

Artinya:
“Seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah izinkan aku untuk berzina.”

Para shahabat nabi yang ada ketika itu langsung menghadap ke arahnya dan menghardiknya, “Mah.. mah..”

Rasulullah kemudian berkata, “Dekatkan dia (kepadaku)”. Maka pemuda itu didekatkan ke hadapan nabi kemudian dipersilahkan untuk duduk. Rasulullah lalu bertanya kepada pemuda itu, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada ibumu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai ibu-ibu mereka”, terang rasulullah.

Lalu rasulullah bertanya lagi kepada pemuda itu, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada anak perempuanmu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai anak-anak perempuan mereka”, terang rasulullah lagi.

Rasulullah bertanya lagi, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada saudara perempuanmu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai saudara-saudara perempuan mereka”, terang rasulullah pula.

Kembali rasulullah bertanya, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada amahnu (bibi dari keluarga ayah)?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai amah mereka”, jelas rasulullah.

Kembali rasulullah bertanya, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada khalahmu (bibi dari keluarga ibu)?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai khalah mereka”, terang rasulullah lagi.

Maka rasulullah meletakkan tangannya kepada pemuda tersebut dan mendoakannya, “Yaa Allah ampunilah dosa-dosanya dan bersihkanlah hatinya serta jagalah farj-nya (kemaluannya).”

Setelah kejadian tersebut maka pemuda itu tidak lagi menoleh-noleh kepada sesuatu apapun.”

(HR. Ahmad dari shahabat Abu Umamah radhiallahu anhu, hadits dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah, no. 370).
➖➖➖

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XIV


Fungsi Tayamum diantara nya dapat menjadi pengganti mandi.Kalau bisa mandi dengan air tidak boleh tayamum,kalau bisa wudhu tidak boleh tayamum.

  1. Cara tayamum pengganti mandi seperti biasa.
  2. Jika junub tidak ada air kemudian tayamum,lalu air ditemukan maka wajib bagi nya mandi junub.
  3. Tayamum di boleh kan dengan syarat harus mencari dahulu semua penjuru, keliling.
  4. Tidak wajib mencari ke segala penjuru jika tembus pandangan/tidak ada penghalang.
  5. Waktu untuk mencari air sempit.
  6. Tidak di nama kan menemukan air jika tidak mencari air.
  7. Wajib mencari air setiap kali masuk waktu sholat fardhu ,jika zuhur mencari air tidak ada maka waktu sholat ashar juga harus mencari.
  8. Mencari debu tayamum bisa dimana saja dengan syarat jika di tepuk ada tebaran debu nya.
  9. Mengusap wajah seperti biasa Satu kali tidak perlu digosok.
  10. Cara tayamum tepukan pertama untuk wajah tepukan kedua untuk kedua tangan.
  11. Setelah mengambil debu di tipiskan dengan meniup kedua tangan.
  12. Mengambil debu kedua dengan berbeda tempat.
  13. Cara tayamum cukup mengusap dari pergelangan tangan hingga kesiku kemudian dibalik lagi hingga pergelangan tangan diambil di putar.Begitu juga sebelum nya untuk tangan kiri.masing masing Satu kali.

Kisah Tabi’in Malik Bin Dinar


Kisah Nyata ini Sungguh sangat menggetarkan jiwa dan raga. Manalah kita dari kisah ini. Malik Bin Dinar memulai kisahnya :

Aku memulai hidupku dengan menjadi orang yang lalai, pemabuk dan pendosa. Sayalah orang yang paling dzalim, liar…pemakan harta riba , preman dan pelaku semua aksi kezhaliman.

Tak ada dosa kecuali telah aku lakukan, sangat bengis hingga orang orang sangat membenciku.Hingga suatu hari, saya punya hasrat ingin menikah biar bisa memiliki anak

Maka sayapun menikah, dan berhasil memiliki seorang anak perempuan yang kuberi nama Fathimah..

Sungguh aku sangat menyayanginya dengan penuh cinta dan rasa sayang
Seiring tumbuh kembangnya Fathimah, bertambahlah sedikit keimananku, dan terkikis sedikit rasa ingin berbuat dosa dihatiku

Mungkin Karena saat aku menggenggam botol arak, fathimah melihatku dan mendekatiku, saat itu juga aku malu berbuat dosa didepannya, botol itupun kusembunyikan.

Padahal waktu itu umurnya baru menginjak 2 tahun
Seakan akan Allahlah yang menggerakkannya untuk melihatku, lagi berbuat dosa
Tiap Kali fathimah bertambah umurnya, bertambah pulalah iman dihatiku, dan bertambah pulalah jiwa ingin taqarrub kpd Allah dalam ketaatan.

Dan bertambah pulalah hasrat untuk menjauhi dosa demi dosa yang pernah kulakukan. Sampai tibalah Usia fathimah 3 tahun. Tapi…. Apa yang terjadi, diusia fathimah 3 tahun Allah mengambilnya….. Fathimah Meninggal…..

Gelaplah duniaku, anak kesayanganku, anak yang Olehnya aku malu bermaksiat pada Rabbku..Maka…. Kubalik duniaku seketika itu juga, dunia hitamku, dunia gelapku, bahkan dosa yang kulakukan lebih buruk dari sebelumnya.

Tak kugubris semua nasehat orang untuk sabar, sabar dan kuat, ahh… Persetan!

Setan kembali menjadi temanku. dia berbisik halus dtelingaku : Ayolah, kembalilah penjadi pemabuk spt dulu lagi, kalo perlu kamulah punggawanya karena marahku pada Allah, Dia mengambil fathimahku… Kembalilah aku menjadi pemabuk, minum arak, arak lagi lagi dan lagi. Siang malam minumlah pekerjaaanku, sempoyongan dalam dosa hingga aku seperti terkubur nyenyak dalam mabokku.Hingga aku betul betul melihat ini dalam Tidurku

Aku melihat dunia qiyamat…
Matahari menjadi gelap…..
Laut Sungguh berubah menjadi api!
Dan bumi berguncang hebat!!!

Kulihat manusia berkumpul bergerombol dipadang mahsyar… Manusia Sungguh sangat banyak!!

Dan aku berada diantara jutaan manusia, aku mendengar suara memanggil : wahai fulan bin fulan, datanglah dan hadapkan wajahmu dihadapan Al jabbar.. Maka aku melihat nama yang dipanggil itu sangat ketakutan, wajahnya menghitam saking takutnya. Sampai aku mendengar namaku dipanggil….. Wahai fulan hadapkan wajahmu kepada Al Jabbar!
Aku merinding menggigil ketakutan, Kulihat manusia semua sembunyi menjauhiku, tak nampak satupun orang disekelilingku.
.
Padang mahsyar kosong! ! Hanya diriku….Tiba tiba ular sangat besar menuju kepadaku… Sangat besar dan membuka mulutnya lebar lebar, siap menelanku!!
.
Aku Lari sekencang kencangnya…. Hingga kudapati kakek tua renta didepanku
Aku pun teriak… Kakek tua Tolong aku Tolong selamatkan aku dari ular itu!
Kakek tua itu cuma bilang, wahai anakku maafkan diriku, aku ini lemah tak berdaya, cobalah Lari di ujung jalan ini, Mudah mudahan kamu Selamat
Aku pun berlari kencang sesuai arahan kakek tuaitu, tapi.. Tapi apa yang kudapatkan, ular dibelakangku dan neraka dihadapanku
.
Aku pun berlari kembali kekakek tua itu, kek tua, demi Allah…tolong aku… Selamatkan aku…Tapi kakek tua itu hanya menangis. ” anakku aku ini tak punya daya menolongmu, coba larilah kearah gunung itu, Semoga disana Ada yang menolongmu
.
Dalam ketakutan Dan keringat yang mengalir ditubuhku, aku pun berlari kearah gunung itu, dalam kejaran ular dahsyat yang Sudah sangat ingin menelanku,…
.
Kulihat diatas gunung itu nampak anak anak kecil bercengkrama, kudengar anak anak itu berteriak… Ya fathimah…. lihat ayahmu, Tolong ayahmu… Akupun memanggilnya, fathimah… Tolong Ayah, seketika aku bahagia, kubertemu anakku fathimah yang wafat diusianya 3th. Ternyata dialah yang menolongku dan menyelamatkankudari ular dan api neraka…
.
Fathimah menggenggam erat tanganku dari ketakutanku yang teramat dahsyat. Fathimah menenangkanku dan duduk dipahaku seraya berucap manja : Ayahku…. Tidakkah seorang hamba yang mengaku beriman, selalu tunduk patuh dalam mengingat Allah..?
.
Anakku sayang…. Ular itu??
Iya Ayah, ular itu adalah amalmu perbuatanmu didunia yang engkau agung agungkan dan engkau bangga dalam dosamu, hampir hampir dia menelanmu.” !
Tidakkah kau sadari wahai Ayahku, bawa amalmu didunia akan datang berwujud nyata dihari kiamat?!
.
Anakku… Laki laki tua itu???
Laki laki tua itu, itulah amal baikmu didunia Ayah…
engkau menyepelekannya, merendahkannya, sampai dia hanya bisa menangis melihatmu dalam kebinasaan tak bisa menolongmu Karena keterbedayaannya
.
Sekiranya aku tak menjadi anakmu, dan aku tidak mati kecil, maka tak ada amal lain yang bisa menolongmu ayah, maka beruntunglah Karena Allah menjadikanku tabunganmu diakhirat….
.
Akupun terbangun….
Demi Allah mimpi ini nyata, ini bukan mimpi!!!
.
Ya Rabb… Qad Aaana Ya Rabb, qad Aaana…
Benarlah firmanMu ” Tidakkah sepantasnya yang mengaku beriman, untuk Takut dan tunduk hatinya dalam mengingatKu ”
.
Aku pun bangkit, kusucikan diriku dengan thaharahku, kulangkahkan kakiku menuju rumahNya, kuhadapkan wajahku dalam sujud shubuhku..
Airmata taubatku mengalir deras dalam lantunan bacaan sang imam ” alam ya’ni lilladzina aamanu… ”
sangat Kebetulan lantunan ayatnya
Persis nasehat anakku dalam mimpiku
.
Allahu Akbar Allahu Akbar
.
tahukah kamu siapakah laki laki yang bertobat itu? dialah Malik bin Dinar, ulama besar masa tabiin, beliau terkenal dengan ulama yang selalu berdiri dimalam hari dengan tangisan khauf kepada Allah*
.
Ilahi… Engkaulah yang maha Tahu siapa hambaMu penghuni SurgaMu Dan siapa hambaMu Penghuni nerakaMu, siapalah diriku ini ya Rabb.
.
Malik bin Dinar
Taubatnya Malik bin Dinar, menjadikannya hamba yang selalu berdiri depan masjid dan berseru
Wahai hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Allah…
Wahai hamba yang lalai, kembalilah kepada Allah…
Wahai hamba yang menjauh dari Allah, kembalilah… Kembalilah… Siang dan malam selalu memanggilmu
.
“Siapa yang mendekat kepadaku sejengkal, Aku mendatanginya sehasta Dan siapa yang mendatangiKu sehasta, Aku datang padanya sedepa, siapa yang mendatangiKu dengan berjalan, Aku pasti datang kepadanya Berlari”
.
aku memohon padaMu, dengan keagunganMu dan KemuliaanMu, anugerahkanlah kepada Kami kesempatan untuk bertaubat ya Rabbana…
.
Alih Bahasa : Muthiah Yusuf

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑