Sebaiknya Anda Tahu .!


TAHUKAH KITA?

Bahwa ikan yg ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat. hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur’an: andai Yunus itu tidak beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan..

taukah anda….?
bahwa janin semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir sampai mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi kita.

taukah anda…..?
di saat bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, seolah mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan membaca alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan kita.

taukah anda…..?
menguap itu bukan tanda bahwa kita mengantuk, tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita butuh tambahan oksigen

taukah anda……?
bahwa memakan kurma dalam jumlah genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah ganjil, agar berubah menjadi karbohidrat.

taukah anda……?
bahwa tepat setelah dikumandangkannya azan itu adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

taukah anda……?
di mana dosa-dosa kita diletakkan ketika kita shalat?
Nabi Muhammad saw bersabda: “sesungguhnya seorang hamba ketika menunaikan shalat, dia membawa serta semua dosa-dosanya, kemudian dosa-dosa itu d taruh di atas kepala dan kedua pundaknya, maka ketika tiap kali ia ruku’ atau sujud berjatuhanlah dosa-dosa tersebut”.
wahai orang-orang yang biasa tergesa-gesa dalam shalatnya, tenanglah… dan tahanlah lebih lama ruku’ dan sujudmu, agar lebih banyak lagi berguguran dosa-dosamu.

taukah anda…….?
diceritakan ada seorang wanita soleha yg meninggal, maka tiap kali penduduk desa ziarah kubur, mereka mencium harumnya mawar dr dalam kubur, kemudian suaminya menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah al-mulk, setiap mau tidur..
sesungguhnya surat al-mulk itu menyelamatkan dari siksa kubur.

taukah anda…….?
ketika kita membaca ayat kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan surga kecuali maut.

taukah anda…….?
bahwa para malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari posisi duduk shalat kita.

semoga bermanfaat
. . .
Nota Bene:
Referensi dari ayat Al-Quran dan Hadits telah ditambahkan pada komentar. Silahkan silaturahmi.
Semoga menjadi amal Jariyah kepada yang membagikan. Aamiin Allahuma Aamiin

Inilah Senjata Mujahidin yang Paling Ditakuti Tentara Rusia


[IMG]

Kemenangan mujahidin Afghanistan mengusir pendudukan Uni Soviet (Rusia) pada dekade 80-an menjadi sejarah fenomenal hingga saat ini. Bagaimana tidak, negara komunis dengan 620 ribu tentara dan persenjataan canggih bisa dikalahkan oleh mujahidin yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti dan senjatanya lebih sederhana.

Namun di balik ‘sederhana’-nya persenjataan mujahidin Afghanistan, Rusia sangat ketakutan setelah pasukannya mengetahui bahwa batu yang dilemparkan mujahidin bisa berubah menjadi bom dan peluru. Kisah karamah itu terjadi saat seorang mujahid bernama Ghul Muhammad ditangkap tentara Uni Soviet.

“Suatu malam,” tulis Syaikh DR Abdullah Azzam dalam bukunya Tarbiyah Jihadiyah, “Ghul tersesat saat ingin kembali ke batalionnya.”

Bukannya tiba di markas batalion, Ghul justru tersesat masuk ke wilayah musuh. Ia pun ditangkap dan kemudian diinterogasi.

“Sebelum kami membunuhmu,” kata seorang pewira Rusia, “kami ingin bertanya, bagaimana terkadang senjata kalian membakar tank-tank kami?”

Ghul merasa dirinya akan mati tak lama lagi. Karenanya ia ingin bersiasat untuk menakuti pasukan Rusia. “Jangankan peluru-peluru kami,” jawab Ghul tanpa takut, “bahkan sekiranya kami melempar batu pun ia akan mampu menembus tank kalian.”

Tentu saja perwira itu tak percaya. Tapi karena penasaran, ia ingin menguji kebenaran kata-kata itu. “Baiklah, itu tank kami. Silahkan kau lempar dengan batu agar kami bisa melihat bagaimana batu itu bisa menembusnya.”

Ghul tidak menyangka bahwa perwira itu akan mengambil langkah demikian. Padahal tadi ia hanya bersiasat. Namun, ia memiliki keyakinan bahwa Allah akan menolongnya.

“Kalau begitu, biarkan aku mengerjakan shalat dua rakaat dulu,” pinta Ghul.

Dalam sujudnya, Ghul berdoa sepenuh hati. Ia bermunajat kepada Allah memohon pertolongannya. “Ya Allah… janganlah Engkau membuka aibku. Engkau mengetahui bahwa batu-batu ini tidak dapat berbuat apa-apa.”

Selesai shalat, Ghul berdoa lagi. Ia bertawakal kepada Allah, dan memohon keajaiban dariNya. Setelah itu, barulah ia mengambil segenggam batu kerikil dan melemparkannya ke sebuah tank di depannya.

Sorot mata para tentara Rusia mengikuti gerak batu itu, dari tangan Ghul ke arah tank kebanggaan mereka. Mata-mata itu terbelalak saat menyaksikan percikan api begitu batu-batu Ghul menghantam tank. Terbakar. Tank itu terbakar.

“Jauhkan tank-tank di sebelahnya agar tidak ikut terbakaarrr!” perintah sang perwira mengejutkan para tentara.

Usai menyaksikan keajaiban itu, sang perwira melepaskan Ghul. “Pergilah, kami tak ingin membunuhmu,” pungkasnya dengan nada kesal. Sejak saat itu, mereka takut bahwa semua batu yang dilemparkan mujahidin Afghanistan bisa berubah menjadi bom dan peluru.

40 Hadits Prinsip Dasar Jam’iyah Nahdlatul ULAMA


40 Hadits Prinsip Dasar Jam’iyah Nahdlatul ULAMA

HADRATUS SYAIKH HASYIM ASY’ARY
ARBAIN A HADITSAN TATA’ALLAQU BI MABADI’I JAM’IYYAT  NAHDLATUL ULAMA

“Agama adalah nasihat.” Kami bertanya: “Bagi siapa wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bagi Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, bagi para pemimpin kaum muslim dan bagi kaum muslim secara umum.” (HR. Muslim)

“Jangan tangisi (urusan) agama ini jika dikendalikan oleh ahlinya, tetapi tangisilah agama ini apabila ía dikendalikan oleh orang yang bukan ahlinya”.

“Bergegaslah dengan melakukan amal-amal yang baik, karena nanti akan terjadi fitnah seperti potongan malam yang gelap, (di mana) pagi hari seorang laki-laki (dalam keadaan) mukmin dan di sore hari (dalam keadaan) kafir. Atau di sore hari dalam keadaan mukmin dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Dia akan menjual agamanya dengan harta dunia.” (HR. Muslim)

“Beramallah, karena setiap sesuatu (pasti) dimudahkan untuk apa sesuatu itu diciptakan.” (HR. At-Tabrani)

“Amal yang paling dicintai oleh Allah Swt adalah amal yang paling istiqomah, walaupun (cara pengamalannya) sedikit-sedikit.” (Muttafaqun ‘alaih)

“Tetaplah untuk selalu beramal (berusaha), karena demi Allah, Allah Swt tidak akan bosan memberi pahala) sampai kalian (merasa) bosan untuk beramal.” (HR. At-Tabrani)

“Setiap perkara yang baik itu (punya nilai) shodaqoh, dan orang yang menunjukkan atas kebaikan itu seperti orang yang mengerjakannya. Dan Allah Swt suka menolong orang yang prihatin.” (HR. Ad-Daruquthni dan Ibnu Abi Dunya)

“Barang siapa melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan lisan. Apabila tidak mampu dengan lisan, maka (ingkar) dengan hati. Dan yang demikian itu adalah lebih lemahnya iman.” (HR. Muslim)

“Sesungguhnya Allah Swt tidak akan menyiksa masyarakat umum sebab perbuatan segelintir orang, sampai mereka melihat kemungkaran di hadapan mata mereka, tapi mereka tidak mau mencegahnya, padahal mereka mampu untuk mencegahnya (merubahnya). Kemudian apabila mereka tetap menjalankan itu semua, maka Allah Swt akan menurunkan siksa kepada mereka semua balk yang umum maupun yang khusus.” (HR. Al-Baghowi di dalam kitab Syarhus Sunnah)

“Diriwayatkan dan Abi Hurairoh, beliau berkata, “Kekasihku Rasulullah Saw berwasiat kepadaku tentang hal-hal yang balk, beliau berwasiat kepadaku agar aku tidak takut dengan cacian orang yang mencaci, dan beliau berwasiat kepadaku untuk berkata yang benar walaupun pahit (dirasakan).” (HR. Ibnu Hibban)

“Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang merusak. Adapun yang menyelamatkan adalah takut kepada Allah Swt baik dalam keadaan terang-terangan, menghukumi dengan adil baik dalam keadaan ridho mau pun marah, serta bertindak sederhana baik dalam kondisi kaya maupun miskin. Dan yang merusak (jiwa) adalah mengikuti sifat kikir, mengikuti hawa nafsu dan berbangga dengan pendapatnya sendiri.” (HR. Al-Bazzar)

“Kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban dari kepemimpinannya. Imam (pemimpin) adalah pengatur rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinan terhadap rakyatnya. Seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di dalam urusan rumah suaminya dan dia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya. Pelayan adalah orang yang mengatur didalam urusan harta majikannya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari)

Seorang Miskin Membangun Mesjid Paling Unik di Dunia


Mungkin kita tak percaya jika tidak melihat faktanya. Seorang yang tidak kaya, bahkan tergolong miskin, namun mampu membangun sebuah Masjid

di Turki. Nama masjidnya pun paling aneh di dunia, yaitu “*Shanke Yadem*” (Anggap Saja Sudah Makan). Sangat aneh bukan? Dibalik Masjid yang namanya paling aneh tersebut ada cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.Ceritanya begini : Di sebuah kawasan Al-Fateh, di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang
wara’ dan sangat sederhana, namanya Khairuddin Afandi. Setiap kali ke pasar ia tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, ia berkata pada dirinya: Anggap saja sudah makan yang dalam bahasa Turkinya “ Shanke Yadem” .
Nah, apa yang dia lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untukmembeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalan kotak (tromol)…Begitulah yang dia lakukan setiap bulan dan sepanjang tahun. Ia mampumenahan dirinya untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun Khairuddin Afandi konsisten dengan amal dan niatnya yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid. Tanpa terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid kecil di daerah tempat tinggalnya. Bentuknyapun sangat sederhana, sebuah pagar persegi empat, ditandai dengan dua menara di sebelah kiri dan kanannya, sedangkan di sebelah arah kiblat ditengahnya dibuat seperti mihrab. Akhirnya, Khairuddin berhasil mewujudkan cita-citanya yang amat mulia itu dan masyarakat di sekitarnyapun keheranan, kok Khairuddin yang miskin itu di dalam dirinya tertanam sebuah cita-cita mulia, yakni membangun sebuah masjiddan berhasil dia wujudkan. Tidak bayak orang yang menyangka bahwa Khairudin ternyata orang yang sangat luar biasa dan banyak orang yang kaya yang tidak bisa berbuat kebaikan seperti Khairuddin Afandi.

Setelah masjid tersebut berdiri, masyarakat penasaran apa gerangan yang terjadi pada Akhiruddin Afandi. Mereka bertanya bagaimana ceritanya seorang yang miskin bisa membangun masjid. Setelah mereka mendengar cerita yang sangat menakjubkan itu, merekapun sepakat memberi namanya dengan: “Shanke yadem” (Angap Saja Saya Sudah makan).

Informasi di atas saya dapat di sini, sungguh luar biasa. Kita belajar banyak dari kesederhanaan, ketulusan dan keikhlasan Khairuddin. Beramal bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja tidak harus menjadi kaya dulu. Bahkan banyak orang yang diberikan kekayaan oleh Allah lantas menjadi lupa untuk beramal. Harta yang digunakan Khairuddin untuk membangun mesjid diperoleh dengan cara yang halal dan itulah salah satu penyebab orang senang datang ke mesjid yang dibangunnya walaupun mesjid tersebut sangat sederhana. Semoga di Indonesia akan banyak orang-orang seperti khairuddin yang beramal bukan karena ingin di puji orang akan tetapi semata-mata mengharapkan Ridho dari Allah SWT, aamiin.

 

sumber

Sejenak Mengintip Penemu dan Pembuat Sabun Pertama di Dunia


Sabun pertama kali ditemukan para ilmuwan Muslim di era puncak peradaban Islam pada abad 7 M. Siapa yang mengira bahwa peradaban Barat di Eropa baru mengenal pembuatan sabun di abad 16 M.

Terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi maupun hiruk pikuk kehidupan politik yang serba njelimet, tanpa disadari ternyata masih banyak sekali orang yang abai terhadap hal-hal remeh di sekitarnya, padahal benda-benda tersebut tidak bisa terpisahkan dalam kebutuhan sehari-hari. Salah satu diantaranya yakni sabun. Siapa sangka keberadaan sabun yang sangat berperan dalam menjaga kebersihan tubuh kita teralihkan dengan update mengenai fenomena Donald Trump hingga seputar teknologi smartphone yang kini banyak digandrungi kawula muda. Yap, sabun. Salah satu benda kaya manfaat yang paling kita remehkan eksistensinya. Setidaknya, pernahkah kita berpikir tentang siapa yang dan mengembangkan sabun pertama?

Sabun Pertama buatan orang muslim

Di dalam bukunya yang berjudul Technology Transfer in the Chemical Industries, Ahmad Y Al Hassan menerangkan bahwa sabun merupakan salah satu penemuan penting di era puncak peradaban muslim, tepatnya pada abad 7 SM. Di masa itu, umat muslim telah berhasil mengembangkan konsep hidup higienis yang mutakhir. Menurut Al Hassan, sabun pertama kali diproduksi para kimiawan Muslim di era kekhalifahan dengan menggunakan minyak zaitun atau minyak sayuran dan minyak aroma sebagai bahan dasarnya. Salah satu diantara yang berhasil menemukan formula dasar pembentukan sabun adalah Al Razi, seorang ahli kimia asal Persia.

penemu-sabun

Sabun yang ditemukan dan dikembangkan umat muslim di zaman kejayaan sudah menggunakan pewarna dan pewangi. Dan sudah ada pula sabun cair maupun batangan (padat). Lebih jauh lagi, di masa itu bahkan sudah digunakan sabun khusus untuk mencukur kumis dan jenggot. Secara fundamental, Al Hassan menyatakan bahwa formula pembuatan sabun tidak pernah berubah bahkan hingga saat ini.


Resep pembuatan sabun juga turut ditulis oleh Abu Al Qasim Al Zahrawi alias Abulcassis (936 – 1013 M), seorang dokter muslim terkemuka asal Andalusia, Spanyol. Beliau menerangkan cara membuat sabun dalam kitabnya yang berjudul Al Tasreef yang kini menjadi ensiklopedia monumental yang terbagi dalam 30 volume. Kitab tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan disebarluaskan sebagai buku referensi utama di sejumlah universitas terkemuka di Eropa. Sedangkan masyarakat Barat sendiri, khususnya Eropa, diperkirakan baru mengenal pembuatan sabun pada abad ke-16 M.

soap-6

Sherwood Taylor (1957) di dalam bukunya yang berjudul A History of Industrial Chemistry, juga menyatakan bahwa peradaban Barat baru menguasai pembuatan sabun pada abad ke-18 M. Dalam hal ini, penemuan sabun yang tergolong modern memang diciptakan di masa kejayaan Islam.

The Well of Usman, Sumur Orang Yahudi yang Menjadi Milik Utsman bin Affan


Dulu, di Madinah, tidak terlalu jauh dari masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.

Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah, dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Di waktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya, dan rakyat Madinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.

Melihat kenyataan ini, Rasulullah saw. bersabda, “Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah surga”. Seorang sahabat nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya, dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.

Tetapi Usman bin Affan bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma, “Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”. Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.

Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa bingung. Ternyata, Usman bin Affan menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Penduduk Madinah pun mengambil air sepuas-puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi. Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta Usman bin Affan untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya. Tentu saja, Usman bin Affan harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.

Hari ini, sumur tersebut dikenal dengan nama Sumur Usman, atau The Well of Usman. Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya diekspor ke berbagai negara di dunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu, dan pendidikan. Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua di dunia atas nama Usman bin Affan. Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang di saat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun (atau setara 200 Milyar pertahun).

Sang Yahudi tidak akan pernah menang. Kenapa?

Karena visi Yahudi terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia hidup di dunia. Sedangkan visi dari Usman bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan. Sebuah sedekah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.

Kisah Bung Karno Marahi Presiden Amerika


[IMG]

Seperti diketahui, Bung Karno adalah seorang yang begitu memegang harga dirinya dan bangsa Indonesia. Karenanya, ia selalu menampilkan diri dan bangsa ini di mata dunia dengan tampilan gagah. Tak peduli di Negara super power sekalipun. Sebab, Bung Karno menyadari besarnya negeri ini dilihat dari sudut pandang manapun: sejarah, SDA, SDM, georgrafis, budaya, dll. Karenanya, ia akan marah jika ada perlakuan yang dinilainya merendahkan dirinya dan bangsa ini.

Alkisah, Presiden Sukarno pernah marah saat berkunjung ke Amerika Serikat dan merasa harga dirinya diinjak-injak oleh protokoler Presiden AS. Tepatnya pada tahun 1950-an. Saat itu, sebagaimana dikisahkan ajudan Soekarno, Bambang Widjanarko dalam buku “Sewindu Dekat Bung Karno”, Sukarno dijadwalkan menemui Presiden Eisenhower tepat pukul 10.00 pagi. Pada pukul 09.58, Sukarno sudah tiba di tempat pertemuan. Ia tak mau terlambat tentu, ini bagian dari upayanya menjaga kedisiplinan dan harga diri.

Hingga pukul 10.00, ia masih menunggu Eisenhower yang belum kunjung tiba. Pukul 10.10, Sukarno masih tenang menunggu dan memberikan toleransi. Pukul 10.25, Eisenhower belum datang dan Sukarno mulai tegang dan tak mau bicara. Akhirnya, memuncak pada pukul 10.30. Meledaklah amarahnya. Protokoler Presiden AS dimarahi.

“Apa-apaan ini, kalian yang menetapkan pertemuan pukul 10.00, hingga pukul 10.30 Presiden kalian belum datang juga!” marahnya. “Apakah kalian memang bermaksud menghina saya. Sekarang juga saya pergi,” lanjut Bung Karno.

Para pejabat AS pun kebingungan. Mereka sibuk meminta maaf dan meminta Sukarno tinggal. Hingga Eisenhower ‘pun segera keluar menemui Sukarno.

Pada pertemuan berikutnya, Eisenhower mengubah sikapnya. Dia bahkan menyambut Sukarno begitu keluar dari pintu mobil. Padahal presiden yang mantan jenderal perang dunia II ini biasanya sangat angkuh jika menemui pemimpin negara dunia ketiga.

Artikel terkait :