Chronovisor mesin penglihat masa lalu


Pernahkan anda mendengar bahwa dulu pada tahun 1960-an ada yang menciptakan mesin penglihatan lintas waktu, atau bisa kita sebut mesin penglihat masa depan atau masa lalu. Mesin itu bernama Chronovisor.

Chronovisor adalah sebuah mesin time viewer yang dijelaskan oleh Pastor François Brune dalam bukunya 2002 buku Le nouveau Mystère du Vatican. Di dalam buku tersebut Brune menjelaskan bahwa Chronovisor dibuat Pastor Marcello Pellegrino Ernetti. Pellegrino merupakan seorang pendeta dan ilmuan yang lahir di Rocca Santo Stefano, Roma, Italia 13 Oktober 1925.

Chronovisor di gambarkan berbentuk seperti lemari dengan tabung sinar katoda untuk menampilkan sebuah peristiwa, kemudia ada serangkaian tombol dan tuas. Menurut penemunya, mesin ini bekerja dengan menerima dan memproduksi radiasi elektromagnetik, gelombang audio dan visual yang tetinggal pada masa lalu. Ernetti mengatakan bahwa ia telah melihat peristiwa penyaliban Kristus dengan Chronovisor ini.

Sebelum meninggal tahun 1994, bapa Ernetti berkata bahwa ia dan semua yang terlibat dalam penelitian Chronovisor tersebut menghadiri sebuah pertemuan di Vatikan, dimana satu-satunya mesin Chronovisor tersebut dihancurkan.

Chronovisor merupakan nama untuk sebuah mesin yang diduga dapat yang memperlihatkan kejadian masa lalu untuk menganalisa momen-momen penting dalam sejarah. Potensi yang ada adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada masa sekarang dengan bukti-bukti yang akan sangat mengejutkan.

Pada bulan Mei 1972, mingguan berbahasa Italia bernama La Domenica del Corriere mempublikasikan sebuah berita spektakuler berjudul Father Pellegrino Ernetti yang merupakan seorang imam Benediktin, ahli fisika kuantum, dan spesialis elektronik osilator yang telah membuat sebuah alat bernama Chronovisor yang mampu menangkap gambar dan suara dari peristiwa masa lalu.

Ernetti mengatakan bahwa teknologi tersebut diciptakan dengan bantuan dari 12 ilmuwan terkenal dunia lainnya (termasuk Enrico, Fermi, dan Wemher von Braun), dan klaimnya dengan cepat menyebarkan suatu kontroversi di seluruh dunia. Lebih jauh dalam perdebatan ini, Imam Ernetti memberikan bukti yang tidak terbantahkan mengenai eksistensi dari alatnya yakni sebuah foto yang diambil pada saat Yesus Kristus sedang menanggung derita di atas salib. Sosok Kristus akhirnya ditemukan menyerupai sebuah pahatan di Shrine of Merciful Love di Collevalenza

Menurut sebuah penjelasan oleh Ernetti, energi yang berpendar dan suara dari obyek yang terpancar direkam pada lingkungan mereka, di mana hal ini adalah fungsi dari Chronovisor yang mampu merekonstruksi ulang energi dari gambar dan bunyi dari sebuah peristiwa spesifik dari masa lalu.

Sebagai tambahan dari foto yang ia sajikan, Ernetti mengumumkan telah merekam beberapa peristiwa dalam Alkitab, seperti hancurnya Sodom dan Gomora dan batu Sepuluh Perintah Allah yang asli.

Terlepas dari kritik terhadap Chronovisor yang dianggap sebagai sebuah penipuan, Ernetti tetap mempertahankan kamera spesialnya serta membantah bahwa Vatikan menghalanginya untuk berbicara lebih lanjut tentang penemuannya.

Rasa ketertarikan terhadap alat ini berlanjut sampai hari ini. Dua tim peneliti saat ini sedang menginvestigasi kemungkinan untuk mencipta ulang sebuah Chronovisor dengan berdasar pada prinsip yang dijelaskan oleh Ernetti. Bila Ernetti mencoba untuk menangkap gambar dari masa lalu, sebuah group ilmuwan Soviet dikatakan telah dengan berani melakukan hal-hal yang lebih membahayakan secara fisik melangkah masuk ke dunia lain yang sejajar (paralel).

Institusi Riset dari Dunia Paralel

Sejarah dari Soviet Union Research Institute tentang Dunia Paralel dimulai dari masa Stalin hingga dibangkitkan kembali pada masa Nikita Khrushchev. Dalam menginvestigasi alam yang belum diketahui ini, dalam proyek yang tidak umum ini dapat terlihat para ilmuwan yang terlibat dieksekusi dan bangunan serta peralatan yang ada hancur secara misterius.

Setelah ditutup dua kali, penelitian rahasia ini dihidupkan kembali pada tahun 1987. Tetapi berita ganjil tetap berlanjut.

Pada tanggal 30 Agustus 1989, sebuah tragedi terjadi. Sebuah ledakan yang sangat besar telah meledakkan sebuah fasilitas penelitian di Anjouan. Ledakan yang mencakup area seluas 1,25 mil persegi ini menghancurkan sebuah peralatan eksperimen. Peralatan tersebut telah dihantam oleh sebuah benda besar, kemungkinan besar sebuah asteroid yang datang dari sebuah dunia paralel.

Setelah musibah tersebut, tidak ada jejak sama sekali dari peralatan seberat 780 ton yang berisi tiga orang peneliti. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka terperangkap di sebuah alam semesta yang berbeda.

Sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Chronovisor

Artikel terkait :

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: