Tanah Liat Ciptakan Protein DNA Pertama Di Bumi


Quran telah menegaskan tentang Nabi Adam yang tercipta dari tanah liat, dan manusia kini menguji kebenaran tentang ayat Allah, dimana pada akhirnya para ilmuwan biologi membuktikan kebenaran ayat tersebut. Penelitian terakhir membuktikan bahwa sel protein dan DNA dapat diciptakan dari tanah liat dengan jumlah yang tidak terbatas, dan selama milyaran tahun tanah liat telah menciptakan kehidupan awal di permukaan muka bumi.

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah“. Maka apabila telah Ku sempurnakan kejadiannya dan Ku-tiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”. Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya (Saad,  38:71-73)

Bagaimana penjelasan tentang kejadian manusia dalam sudut pandang pengetahuan biologi? Dimana sebelumnya banyak orang yang berfikir “Apakah mungkin Adam tercipta dari tanah?”

Ilmuwan Buktikan Protein DNA Tercipta Dari Tanah Liat

Ilmuwan biologi dan lingkungan dari Kavli Institute, Nanoscale Science, kini telah membuktikan asal usul kehidupan dimana tanah liat  membentuk Hidrogel yang akhirnya membentuk DNA. Tanah liat hidrogel selama milyaran tahun menciptakan reaksi kompleks yang menciptakan protein dengan bantuan bahan kimia hingga membuat sel kehidupan.
tanah liat
Hidrogel ini berfisat terbatas dan dilindungi oleh proses kimia hingga membran mengelilingi sel-sel yang berkembang. Dalam menguji teori yang diungkapkan pada awal November 2013 oleh kelompok ilmuwan dipimpin Luo, peneliti sebelumnya menggunakan hidrogel statis sebagai sel bebas untuk menghasilkan protein. Tanah liat membentuk hidrogel dimana massa ruang mikroskopis mampu menyerap cairan seperti spons (sponge). Tanah liat dianggap sangat menjanjikan sebagai prekusor membran sel, karena Biomolekul cenderung ke permukaan dan Sitoplasma (lingkungan interior sel) berperilaku seperti hidrogel.
Menurut Luo, hidrogel yang dihasilkan dari tanah liat jauh lebih baik melindungi isinya dari enzim perusak atau Nucleases yang akan membongkar DNA dan biomolekul lainnya. Penelitian dan pengembangan protein yang digagas oleh tim Lou saat ini masih berlanjut dan akan terus menggunakan tanah liat, karena bahan ini dapat ditemukan dengan mudah.
Di tahun-tahun sebelumnya, tim fisikawan Princeton dan Brandeis asal Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) menunjukkan hasil kerja tentang pembentukan vesikel semi Permaebel yang berasal dari tanah liat anorganik, dirilis pada Februari 2011. Penelitian ini menunjukkan bahwa vesikel tanah liat memungkinkan sebagai wadah ideal untuk perkembangan molekul organik kompleks, dan penemuan ini membuka kemungkinan bahwa sel-sel primitif mungkin telah terbentuk didalam tanah liat anorganik.
Para ilmuwan ini telah mempelajari tanah liat yang jumlahnya berlimpah di permukaan bumi. Selama ratusan tahun, tanah liat dan mineral dikenal dalam membantu proses katalis kimia yang mendorong Lipid untuk membentuk membran dan Nukleotida tunggal agar bergabung kedalam untaian RNA. Liposom dan RNA menjadi prekusor penting dalam kehidupan purba, tetapi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pori-pori dalam vesikel tanah liat bisa melakukan tugas ganda sebagai ‘Entry Point’ selektif dan sumber katalis.

Adam Tercipta Dari Tanah

Pada akhirnya, para ilmuwan terus bertanya-tanya “Apakah nantinya tanah liat bisa memainkan peran penting dalam membuka asal usul kehidupan?” Dan pertanyaan itu sebenarnya sudah terjawab dalam Quran surat As-Saffat:

Maka tanyakanlah kepada mereka: “Apakah mereka lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat (As-Saffat, 37:11)

Dan ayat ini telah menjelaskan kejadian manusia yang tercipta dari tanah liat, dimana nantinya para ilmuwan dari tahun ke tahun terus mengembangkan protein DNA yang bersumber dari tanah liat yang ada di Bumi. Selama milyaran tahun, tanah liat juga telah menciptakan protein kehidupan lain seperti kehidupan mikro yang kemudian berevolusi menjadi tumbuhan dan hewan.

Referensi:

  1. Clay-armored Bubbles May Have Formed First Protocells via EurekAlert
  2. Clay May Have Been Birthplace of Life, New Study Suggests via Newswise
  3. Image Quaternary clay in Estonia (400 000 years old) via Wikipedia

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s