Rasulullah “Bunuh” Orang Syiah Pakai Silet


Abdul Wahhab bin Ali menceritakan dari seseorang ia berkata: Ketika saya hendak pergi haji seseorang memesan kepadaku: berilah salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan katakan padanya, “Jikalau saja dua tetangga anda (makam Abu Bakar dan Umar bn Khattab) tidak ada disamping anda niscaya saya akan mengunjungimu”.

Ketika saya sampai di Madinah dan menziarahi Nabi shallallahu alaihi wasallam saya katakan itu padanya, setelah itu saya bermimpi melihat Nabi, dan ia bersabda: Apakah silet ini berbahaya?, saya perhatikan silet itu dan saya menimbangnya kemudian saya tahu timbangannya, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri kepada laki-laki tadi (yang tidak mau berziarah karena ada makam Abu Bakar dan Umar di samping Nabi) yang berpesan padaku,kemudian Nabi menyembelihnya memakai silet tadi.

Ketika saya kembali ke kampung orang tadi yang saya dapatkan adalah teriakan dan penduduk desa yang telah bersiaga dengan senjata mereka.

Saya bertanya: ada apa ini? Mereka menjawab: Fulan yang telah disembelih tadi malam, dia dibunuh oleh Bani Fulan.

Saya katakan: coba perlihatkan saya mayatnya, saat itu saya masuk, ternyata ia telah tersembelih dan silet yang dipakai Nabi ternyata ada disisinya, lalu saya ambil dan saya timbang-timbang, ternyata itulah silet yang dipakai Nabi.

Setelah itu saya katakan kepada mereka: Ini tidaklah dibunuh oleh seseorang kecuali oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan saya ceritakan pada mereka kisahnya.

Ini terjadi di daerah tepi ‘Asqalan, Mesir.
(An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 46)

Sumber: LPPI Makasar

4 thoughts on “Rasulullah “Bunuh” Orang Syiah Pakai Silet

  1. Ping-balik: KISAH IBNU BATHUTHAH TENTANG KEBENCIAN SYIAH TERHADAP ANGKA 10 | Iwan blog world

  2. Ping-balik: Mazdakisme, Sejarah dan Hakekat Ajaran Syi’ah | Iwan blog world

  3. Ping-balik: Konspirasi Rahasia Di Balik Tragedi Karbala dan Terbunuhnya Husain | Iwan blog world

  4. Saya belajar Islam, bukan penganut Suni bukan Syiah atau mazhab apapun (karena menurut yang saya pahami, Nabi SAW tidak pernah bikin mazhab). Maaf, setelah baca kisah di atas (meski katanya mimpi) kok timbul kesan Nabi SAW digambarkan seorang yang sadis ya? Padahal dari berbagai literatur, Nabi itu welas asih, rahman, rahim, pengampun. Saya sungguh sangat prihatin akan permusuhan Suni/Syiah ini. Semoga tidak menyebar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s