Isu mayat di atas kubah masjid Nabawi Hoax ?


MADINAH (Suara Karya): Isu soal benda aneh di Kubah Hijau, Masjid Nabawi, mengundang perdebatan berbagai kalangan. Sebagian menyebut barang misterius itu adalah jenazah yang disambar petir. Sang pendosa itu tewas ketika mencoba menghancurkan atap makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta sahabat Abu Bakar Al-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Namun sumber lain menyebutkan, informasi itu sengaja dihembuskan untuk memojokkan kaum Wahabi yang memang antipengkultusan situs-situs warisan masa lalu. Karena, menurut kelompok mayoritas di Arab Saudi ini, hal tersebut diyakini sebagai perbuatan syirik

Dipandu petugas haji M Noor C (MNC), Tim Media Center Madinah (MCH), di Madinah, Arab Saudi, baru-baru ini, mencoba memotret objek tersebut. “Inilah yang diinformasikan sebagai jenazah yang disambar halilintar dan tak bisa diturunkan dan terpaksa dikubur di atas kubah. Ini sebagai pelajaran bagi orang yang mencoba meluluhlantakkan peninggalan sejarah Islam,” ujar MNC yang mengaku sudah 20 tahun tinggal di Arab Saudi.

Benda berbentuk keranda yang ditutupi kain dan diikat dengan tali itu, bisa dilihat dari pelataran depan Masjid Nabawi. Tepatnya, sekitar 10 meter dari Kubah Putih yang berada di atas kantor imam dan pengurus Masjid Nabi. Seperti diketahui, Kubah Hijau adalah ‘payung’ yang menutupi pusara Rasul yang bersebelahan dengan tempat suci Raudhah.

Untuk menjawab pro-kotra itu, Tim MCH berupaya menggali informasi. Antara lain, dari www.metafisis.wordpress.com yang memuat analisis Mahrus Ali bertema Membongkar Kebohongan tentang Mayat di Kubah Makam Rasulullah SAW. Mahrus berpendapat, isu itu pertama kali disebarkan situs pengikut Syiah.

Kabar burung yang dimuat www.m-mahdi.com itu, tutur dia, bersumber dari seorang tokoh bernama Azzubaidi. “Tapi, itu pernyataan tanpa bukti dan sulit dicerna oleh logika, baik nalar ilmiah maupun agama,” ucapnya.

Dalam tulisan yang dipublikasikan 23 Juni 2011 tersebut, Mahrus menjelaskan, bahwa slot yang tampak pada kubah sebenarnya adalah pintu atau jendela darurat untuk membersihkan bagian dalam atap bangunan kuno itu. “Ini dibangun di era Turki Utsmani (Ottoman) sebagai peninggalan asli. Namun, sekarang dikunci dan tak digunakan lagi,” ujarnya.

Mahrus menjelaskan, bahwa lubang atau jendela darurat itu disebut Alrosenh. “Itu dibuat khusus untuk membersihkan bagian dalam kubah, tetapi sekarang ditutup dan tidak dipakai lagi,” ucapnya.

Mahrus menambahkan, PT Bin Ladin sebagai salah satu perusahaan yang bertanggung jawab mengelola Dua Kota Suci Mekah dan Madinah, pernah menglarifikasi masalah ini. Dengan tegas ia menyimpulkan, pertama, bahwa gundukan di atas Kubah Hijau bukan mayat, melainkan slot atau Alrosenh yang berfungsi untuk membersihkan ruang dalam bagian atas makam Nabi.

Demikian, penilaian akhir dikembalikan kepada masing-masing pembaca.

sumber

Artikel terkait :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s