Kisah sahabat Tsabit Al Bunnani (w.127H)


Tsabit menemani sahabat Anas bin Malik -rodliyallohu anhuma- selama 40 tahun.
Sementara sahabat Anas melayani Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam selama 10 tahun.
Sahabat Anas berkata : ” Sesungguhnya kebaikan itu mempunyai kunci-kunci, dan Tsabit adalah salah satu kunci daripada kunci2 kebaikan.”
suatu kali Tsabit berkata kepada Humaid At Thowil : “apakah pernah sampai kepadamu bahwa ada seseorang yg sholat di dalam kuburnya selain para Nabi ?”
Humaid menjawab : ” tidak pernah”
kemudian Tsabit berdoa : “Yaa Allah, jika Engkau mengizinkan seseorang utk sholat di dalam kuburnya, mohon izinkanlah Tsabit sholat di dalam kuburnya.”
Jisr berkata : “aku, demi Allah yg tiada Tuhan selain Dia, aku pernah memasukkan Tsabit Al Bunnani kedalam liang lahadnya dan bersamaku ada Humaid At thowil. ketika kami meratakan bata, tiba2 ada satu bata yg jatuh kedalam liang lahadnya.
tiba2 aku melihat Tsabit sedang sholat di dalam kuburnya. aku berkata kepada Humaid : ‘apa kau melihatnya?’
Humaid berkata : ‘diamlah’
ketika kami selesai menguburkanya, kami menemui putrinya Tsabit.
kami bertanya kepadanya : ‘apa amalan yg dulu dilakukan oleh tsabit ?’
putrinya bertanya : ” memangnya kalian melihat apa ?”
lalu kami menceritakan yg kami lihat di kuburan tadi, lalu ia berkata : “beliau qiyamul lail selama 50 tahun, ketika tiba waktu sahur beliau berdoa : ‘Yaa Allah, jika Engkau memberikan kepada seseorang dari makhluk-Mu melakukan sholat di dalam kuburnya, mohon berikanlah hal itu kepadaku.’
Dan Allapun tidak menolak doa itu.”
Pernah suatu kali sahabat Anas bin Malik -rodliyallohu anhu- berkata kepada Tsabit : “wahai Tsabit, betapa miripnya kedua matamu dengan kedua mata Rasululloh shollallohu alaihi wasallam.”
setelah itu Tsabit selalu menangis hingga pandangan matanya kabur.
Ja’far bin Sulaiman berkata : “Tsabit pernah mengeluh tentang matanya karena terlalu sering menangis hingga penglihatannya hampir kabur. lalu di datangkan para tabib untuk mengobatinya.
Tabib berkata : ” satu hal yg bisa menyembuhkanmu.”
Tsabit bertanya : “apakah itu?”
” jangan menangis lagi.” jawab sang tabib.
Tsabit berkata : “tiada kebaikan bagi mata yg tidak menangis”
dan Tsabit pun tidak mau di obati.
Wallohu a’lam.

Diambil dari ustadz hamzah
~Siyaru Salafis Sholihin~
FB grup “Taaruf ahlussunnah ‘

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s