BERTEMANLAH SAMPAI KE SURGA


*_DR. Musyaffa Ad-Dariny, Lc, MA_*

_Manusia adalah mahluk sosial yg tidak bisa hidup sendirian. Maka Islam sebagai agama yg sempurna memberikan arahan, bagaimana hubungan sosial itu diaturnya. Sehingga bisa bermanfaat sampai di akhirat._

_Pengaruh dari seorang teman sangat besar dalam kehidupannya. Jangan sampai salah memilih teman akrab di dunia karena teman akrab yang buruk di akhirat itu akan menjadi musuh bagi yang lain kecuali pertemanan yg didasari dg ketaqwaan kepada Allah, saling kasih mengasihi karena ketaatan kepada Allah._
_Mereka akan bersama-sama masuk ke dalam surga-Nya Allah_

_Lihat QS : Az-Zukhruf 67-73)_

*Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pertemanan :*

*1. Carilah teman akrab yang baik agamanya.*

Karena seorang teman akrab akan sangat berpengaruh dalam hidup seseorang.
Maka untuk menilai seseorang itu baik atau tidak maka lihatlah siapa teman dekatnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

*_“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.”_*
_(HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927)_

Kalaupun terpaksa memiliki teman yg tidak baik (mungkin terkait hubungan bisnis) boleh saja tetapi jangan dijadikan sebagai teman dekat.

Teman baik akan dapat memberikan syafaat bagi temannya nanti di akhirat.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang syafaat di hari kiamat,

*_” Setelah orang-orang mukmin itu dibebaskan dari neraka, demi Allah, Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian begitu gigih dalam memohon kepada Allah untuk memperjuangkan hak untuk saudara-saudaranya yang berada di dalam neraka pada hari kiamat._*

*_Mereka memohon: Wahai Tuhan kami, mereka itu (yang tinggal di neraka) pernah berpuasa bersama kami, shalat, dan juga haji._*

*_Dijawab: ”Keluarkan (dari neraka) orang-orang yang kalian kenal.” Hingga wajah mereka diharamkan untuk dibakar oleh api neraka._*

Para mukminin inipun MENGELUARKAN BANYAK SAUDARANYA yang telah dibakar di neraka, ada yang dibakar sampai betisnya dan ada yang sampai lututnya.

Kemudian orang mukmin itu lapor kepada Allah, ”Ya Tuhan kami, orang yang Engkau perintahkan untuk dientaskan dari neraka, sudah tidak tersisa.”

_Allah berfirman,_ *_”Kembali lagi, keluarkanlah yang masih memiliki iman seberat dinar.”_*

Maka dikeluarkanlah orang mukmin banyak sekali yang disiksa di neraka. Kemudian mereka melapor, *_”Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan seorangpun orang yang Engkau perintahkan untuk dikeluarkan”_*
_(HR. Muslim no. 183)._

*2. Berusahalah untuk saling meminta nasihat dan memberikan nasihat jika diminta.*

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
(QS :Surat al-Asr:3)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, *_“Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,_*

(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;

(2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;

(3) Apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;

(4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’);

(5) Apabila dia sakit, jenguklah dia; dan

(6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 2162]

*3. Cintailah teman karena Allah*

Ada tujuh golongan yg akan mendapat naungan di padang masyar, salah satunya adalah : _*dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya*_.

(HR. Bukhari, no. 1423 dan Muslim, no. 1031)

“Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman, mana mereka yang saling mencintai karena-ku? Pada hari yang Aku berikan naungan pada mereka di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku (HR. Muslim)

Mencintai karena Allah, pada hakekatnya adalah mencintai seseorang karena adanya amal2 kebaikan pada orang tersebut.

*_”Tidaklah seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah kecuali ia akan dimuliakan oleh Allah ta’ala” (HR.Ahmad)_*

Para ulama menjelaskan bahwa seorang yang sudah dimuliakan oleh Allah ta’ala, maka dimudahkan baginya pintu untuk mencapai kesempurnaan iman, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, istiqomah di atas amal sholeh dan berbagai kebaikan lainnya.

*Kesempurnaan Iman, adalah orang yg dapat menikmati manisnya Iman :*

📌Apabila Allah dan Rasulnya lebih dicintai dari apapun

📌Apabila seseorang mencintai orang lain karena didasarkan pada kecintaannya pada Allah

📌Apabila seseorang membenci kekukufuran sama dengan bencinya untuk dimasukan kembali dalam neraka

*4. Jangan sampai kita mencintai teman kita secara berlebihan dan janganlah membencinya kecuali sewajarnya.*

Karena mencintai secara berlebihan akan dapat terjerumus pada cinta yang buta sehingga akan menumpulkan hakekat yang baik dan buruknya (pen)
Dan jangan membenci seseorang secara berlebihan, karena walaupun sekecil apapun tentunya masih ada sisi baiknya. Juga seseorang tersebut masih dapat berubah dengan hidayah Allah.

*5. Biasakan mengucapkan salam pada teman*

Dengan banyak mengucapkan salam maka akan timbul saling mencintai.

_Rasulullah bersabda :_

*_“Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)_*

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, dalam hadits ini terdapat anjuran kuat untuk menyebarkan salam dan menyampaikannya kepada seluruh kaum muslimin, baik yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal. (Syarh Shahih Muslim, 2/35)

Beliau juga menjelaskan bahwa ucapan salam merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta.

Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin, serta menampakkan syi’ar mereka yang berbeda dengan para pemeluk agama lain.

Di samping itu, di dalamnya juga terdapat latihan bagi jiwa seseorang untuk senantiasa berendah diri dan mengagungkan kehormatan kaum muslimin yang lainnya.
(Syarh Shahih Muslim, 2/35)

*6. Berusaha untuk saling memberikan hadiah pada teman.*

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda:

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

*_“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.”_* _(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani)_

Hadits yang mulia di atas menunjukkan bahwa pemberian hadiah akan menarik rasa cinta di antara sesama manusia, karena tabiat jiwa memang senang terhadap orang yang berbuat baik kepadanya.

*7. Jangan sampai kita berdusta pada teman.*

Karena orang yang berdusta terus menerus maka akan dicatat sebagai pendusta dan akan menghantarkan seseorang buruk dan yg buruk akan menghantarkan pada neraka. Dan kejujuran akan menghantarkan pada surga Allah.

Rasulullah bersabda :
*_”Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”_* [Shahiih al-Bukhari (VIII/30) dan Shahiih Muslim (VIII/29)]

*8. Jangan terlalu pelit pada temanmu*

jadilah seorang yg dermawan semampunya.
Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا}

*_“Dan (hamba-hamba Allah yang beriman adalah) orang-orang yang apabila mereka membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan mereka) di tengah-tengah antara yang demikian” (QS al-Furqaan:67)_*

Rasulullah SAW bersabda,

*_“Tidak ada pagi yang dilewati oleh hamba, melainkan ada dua Malaikat turun dari langit. Yang satu berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti untuk orang yang membelanjakan hartanya (di jalan Allah).’ Sedangkan yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kerusakan (kerugian) kepada orang yang tidak membelanjakan hartanya (di jalan Allah)..”_*

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a secara marfu’:

*_“Harta tidak akan berkurang dikarenakan shadaqah. Tidaklah Allah menambahkan (sesuatu kepada) seorang hamba yang memaafkan melainkan kemuliaan. Dan barangsiapa yang tawadhu’ (rendah hati) karena Allah, maka Allah pasti akan meninggikan (derajat)nya.”_*

*Firman Allah dalam surat Ali-Imran 133-134*

*_133. Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa._*

*_134. (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan._*

*9. Janganlah sombong*

Karena kesombongan akan dijauhi teman2nya maka bersifat tawadhu’ kepada teman maka akan dicintainya

Hadist dari Rasulullah yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud

*_“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”_*

Termasuk sifat sombong yaitu memanggil dg panggilan2 yg buruk

*_“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mencela kumpulan yang lain, boleh jadi yang dicela itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan mencela kumpulan lainnya, boleh jadi yang dicela itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan._*

*_Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim “ (QS. Al Hujuraat :11)_*

Dalam Al-Qur’an dilarang maka hukumnya haram dengan memanggil dengan panggilan yang buruk.

*10. Jadilah orang yg pema’af*

Harus disadari dalam pergaulan selalu terjadi pergesekan

*_“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35)_*

Sifat pema’af ini sangat mulia, karena pahalanya menjadi tanggungan Allah, tentunya semau-Nya Allah dalam memberikan pahalanya. Seperti pahala puasa juga tergantung pada Allah.

*_“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” (Asy-Syura: 40)_*

Padahal Allah adalah pemilik karunia yang sangat besar, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadist Qudsi

Allah berfirman

*_”wahai hambaku, sekiranya orang orang terdahulu dan terkini dari kalian dan sekiranya umat manusia maupun jin itu seluruhnya berdiri di satu bukit lalu mereka meminta kepadaku dan masing masing aku kabulkan permintaannya maka hal itu sama sekali tidak akan mengurangi milikku sedikit pun”._*

Kecuali hanya seperti sebatang jarum yang dicelupkan ke dalam lautan itu dikarenakan oleh kedermawanan Allah dan kemurahanNya serta keluasan karunia yg dimilikiNya.

Jika Allah memberikan segala hal yg diminta oleh manusia maka permintaan itu sama sekali tidak akan mengurangi apa yg ada di sisi Allah sedikit pun.”

*11. Kalau terjadi perselisihan, jangan sampai memutuskan pertemannya.*

Harus disadari dg teman tidak mungkin akan selalu mempunyai pendapat yang sama. Maka tidak menutup kemungkinan adanya perselisihan karena perbedaan pendapat.

*_“Kalau Allah Menghendaki, niscaya kamu Dijadikan- Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak Menguji kamu terhadap karunia yang telah Diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba lombalah berbuat kebajikan.”_*
_(Al-Ma’idah 48_

Ada suatu cerita yang dapat diambil ibrah, ketika terjadi silang pendapat antara Imam Syafi’i dan Yunus.

Yunus bin Abdul A’la adalah salah seorang murid Imam Muhammad bin Idris asy-Syafi’i (Imam Syafi’i). Suatu ketika dia berbeda pendapat dengan Imam Syafi’i yang merupakan gurunya dalam satu permasalahan yang muncul saat pengajian di majlis.

Karena saat itu Yunus dihinggapi perasaan sedikit emosi, dia berdiri sambil menunjukkan ekspresi marah dan meninggalkan pengajian lalu pulang ke rumahnya.

Saat malam tiba, Yunus mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.

“Siapa..?” tanya Yunus

“Muhammad bin Idris.” jawab orang yang mengetuk pintu

Pikiran Yunus menerawang pada siapa saja yang namanya Muhammad bin Idris.

“Ini Syafi’i.” terdengar susulan jawaban dari luar.

Waktu pintu dibuka, Yunus kaget luar biasa, gurunya datang ke rumah mengunjunginya. Setelah dipersilahkan masuk dan duduk, Imam Syafi’i berkata:

Sambil memegang tangan Yusuf, Imam Syafi’i berkata “Hai Yunus, ratusan masalah menyatukan kita, apakah hanya karena satu masalah kita berpisah ?, maka luluh hati Yunus dan akhirnya berbaik kembali.

*12. Saling mendoakan*

Seorang muslim mendoakan seorang muslim yg lain tanpa diketahui, maka merupakan doa yg mustajab karena ada malaikat yg ada di dekat kepalanya mengamini dan orang yg mendoakan akan mendapatkan doa yg sama.

_Diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:_

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

*_‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’”_*

*13. Saling menziarahi (mengunjungi)*

“Pernah ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di daerah yang lain.
Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya. Ketika mendatanginya, Malaikat tersebut bertanya: “engkau mau kemana?”. Ia menjawab: “aku ingin mengunjungi saudaraku di daerah ini”.

Malaikat bertanya: “apakah ada suatu keuntungan yang ingin engkau dapatkan darinya?”. Orang tadi mengatakan: “tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah ‘Azza wa Jalla”.

Maka malaikat mengatakan:

*_“sesungguhnya aku diutus oleh Allah kepadamu untuk mengabarkan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya“ (HR Muslim no.2567)._*

*14. Saling peduli sesama teman*

Dengan saling peduli akan kebutuhan sesama teman, maka akan saling meringankan beban

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

*_“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat._*

*_Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya._*

*_Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya._*

*_Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.”_*

_(HR. Muslim 2699)_

Alhamdulillah,h Barakallahum fiik

Masjid Thoyyibah
10 Syawal 1439 H
25 Juni 2018

📚📚📚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s