Ringkasan kajian fiqih Mahzab As-Syafi‘i VI


Didalam urusan thaharah dia ragu apakah masih suci dalam wudhu nya tetapi dia yakin sudah berwudhu maka hukumnya dia suci .

Kalau misalnya dia belum batal menunggu shalat isya tapi masih suci maka tak perlu wudhu.tapi kata ulama hukum nya sunnah jika memperbarui wudhu.

Perkara yang mewajibkan kita wudhu

  • Sholat,masuk waktu sholat . Tanpa wudhu tidak sah sholat kita.sengaja mau pun tidak disengaja,lupa maupun tidak lupa.setiap sholat tanpa wudhu wajib diulang.tetapi jika masuk waktu sholat maka harus sholat di karena kan menghormati waktu sholat,waktu mepet.walaupun syarat sholat tidak memenuhi.nanti setelah dia wajib atau bisa berwudhu maka mengqada sholat nya.
  • At-Thawaf.thawaf pada ibadah haji.Dengan berbagai macam hukum nya sunnah maupun wajib harus dikerjakan dengan wudhu.jika batal bisa disambung thawaf nya.misalnya thawaf ketiga kali batal ,wudhu baru disambung thawaf nya.
  • Menyentuh mushaf Al -Qur’an .apalagi membawa nya, membaca nya.maka wajib berwudhu.dengan sapu tangan tetap wajib berwudhu.karena ini masalah Pengagungan dalam Al -Qur‘an.Kecuali darurat misal Al -Qur’an terjatuh.kebakaran maka harus diselamatkan tanpa berwudhu karena darurat.tetapi jika membawa mushaf qur`an dengan barang lain dibolehkan.Jika di kantong di selingi membawa barang umum.dilarang membawa qur`an saja.Jika thawaf bagi wanita haid darurat di bolehkan tapi membayar dam.(mengikuti Mahzab hanafi).Ber thawaf wajib berwudhu , diper lakukan seperti sholat.Rukun haji yang lain sunnah berwudhu.
Iklan

Ringkasan Kajian Fiqih Imam As-Syafi’i V


Perkara perkara yang membatalkan wudhu

  1. Sesuatu yang  keluar dari dua saluran kemaluan , depan dan belakang ,sedikit banyak, sengaja maupun tidak sengaja.jika keluar sperma Maka berhadats besar tidak batal wudhu tapi terkena mandi wajib.
  2. Orang yang tertidur batal wudhu nya, pengecualian jika tidur nya rapat , contoh sambil duduk.para sahabat pernah duduk tertidur menunggu sholat isya karena letih.maksud rapat lubang dubur rapat sehingga angin atau apapun terhalang keluar.
  3. Hilang nya kesadaran maka batal wudhu nya.
  4. Menyentuh perempuan ,sudah akil baligh kedua nya,ajnabi ( yg boleh dinikahi ) bersentuhan kulit laki 2 dan perempuan.jika bersentuhan rambut tidak batal, kalau dengan pelapis tidak batal.yang haram di nikahi tidak batal bersentuhan.bersentuhan dengan istri batal.
  5. Menyentuh kemaluan sengaja maupun tidak di sengaja hukum nya batal ,menyentuh dengan telapak tangan.

BACAAN TAHIYAT ADALAH DIALOG RASULULLAH SAW DENGAN ALLAH SWT


Assalamu’alaikum wr wb saudara ku …….

(maaf kiranya sudah mengetahuinya, namun ternyata berkali² aku membacanya, semakin bertambah aku mengimaninya)

ANDAI kita mengetahui bahwa sebagian dari bacaan shalat itu adalah dialog antara RASULULLAH SAW dengan ALLAH AZZA WAJALLA, tentu kita tidak akan terburu-buru melakukannya…

ALLAHU AKBAR ternyata bacaan shalat itu dapat membuat kita seperti berada di syurga…

Mari kita camkan dan renungkan kisah berikut ini, tentu akan berlinang air mata kita, Masyaa Allah..

Singkat cerita, pada malam itu Jibril AS mengantarkan Rasulullah SAW naik ke Sidratul Muntaha. Namun karena Jibril AS tidak diperkenankan untuk mencapai Sidratul Muntaha, maka Jibril AS pun mengatakan kepada Rasulullah SAW untuk melanjutkan perjalanan sendiri tanpa dirinya…
Rasulullah SAW melanjutkan perjalanan perlahan sambil terkagum-kagum melihat indahnya istana ALLAH SWT hingga tiba di Arsy…

Setelah sekian lama menjadi seorang Rasul, inilah pertama kalinya Muhammad SAW berhadapan dan berbincang secara langsung dengan ALLAH Azza wa Jalla…

Bayangkanlah betapa indah dan luar biasa dahsyatnya moment ini, Masyaa Allah..

PERCAKAPAN Antara Muhammad Rasulullah SAW dgn ALLAH Subhanahu Wata’ala :

1. Rasulullah SAW pun mendekat dan memberi salam penghormatan kepada ALLAH SWT :
ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWATUTH THAYYIBAATU LILLAAH…
(Semua ucapan penghormatan, pengagungan dan pujian hanyalah milik ALLAH).

2. Kemudian Allah SWT menjawab sapaannya :
ASSALAAMU ‘ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH .
(Segala pemeliharaan dan pertolongan ALLAH untukmu wahai Nabi, begitu pula rahmat ALLAH dan segala karunia-Nya).

3. Mendapatkan jawaban seperti ini, Rasulullah SAW tidak merasa jumawa atau berbesar diri, justru beliau tidak lupa dengan umatnya, ini yang membuat kita sangat terharu.
Beliau menjawab dengan ucapan :
ASSALAAMU ‘ALAINAA WA ‘ALAA ‘IBADADILLAAHISH SHAALIHIIN.
(Semoga perlindungan dan pemeliharaan diberikan kpd kami dan semua hamba ALLAH yg shalih).

Bacalah percakapan mulia itu sekali lagi, itu adalah percakapan Sang Khaliq dan hamba-NYA, Sang Pencipta dan ciptaan-NYA dan beliau saling menghormati satu sama lain, menghargai satu sama lain dan lihat betapa Rasulullah SAW mencintai kita umatnya, bahkan beliau tidak lupa dgn kita ketika beliau dihadapan ALLAH SWT…

4. Melihat peristiwa ini, para malaikat yang menyaksikan dari luar Sidratul Muntaha tergetar dan ter-kagum² betapa Rahman dan Rahimnya ALLAH SWT, betapa mulianya Muhammad SAW…
Kemudian para malaikat pun mengucap dg penuh keyakinan :
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH. WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.
(Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain ALLAH dan kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul Allah).

Jadilah rangkaian percakapan dalam
peristiwa ini menjadi suatu bacaan dalam SHALAT yaitu pada posisi TAHIYAT Awal dan Akhir, yang kita ikuti dengan shalawat kepada Nabi sebagai sanjungan seorang individu yang menyayangi umatnya.

MUNGKIN sebelumnya kita tidak terpikirkan arti dan makna kalimat dalam bacaan ini .

Mudah2an dengan penjelasan singkat ini kita dapat lebih meresapi makna shalat kita. Sehingga kita dapat merasakan getaran yg dirasakan oleh para malaikat disaat peristiwa itu…

Semoga bermanfaat untuk menambah kekhusu’an shalat kita. Aamiin ya Robbal Aalamiin.

PESAN :
> JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALAT KARNA DI DALAM KUBUR BANYAK JUTAAN MANUSIA YANG MINTA DIHIDUPKAN KEMBALI HANYA UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT

> SESIBUK APAPUN KITA JANGAN PERNAH TINGGALKAN SHALAT 5 WAKTU

Sumber:
_Kitab Qissotul Mi’raj.

Wassalamu’alaikum wr wb.

 

SEMOGA JADI PEGANGAN KITA SELAMANYA

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i IV


Makruh pada wudhu

  1. Tidak berbicara , meskipun tidak membatalkan wudhu.alangkah baik nya ditinggalkan,maka dapat pahala.
  2. Terlalu berlebihan menggunakan air.lebih ditekankan untuk menghemat.misalnya membasuh cukup dengan tiga kali.apabila cukup berwudhlu dengan satu mud sekitar 1 liter air.
  3. Menepuk wajah dengan air . semakin hemat semakin di anjurkan dengan tidal mengurangi hal yang wajib.
  4. Menggunakan handuk atau mengibaskan tangan.afdhol nya di biarkan saja.kecuali kata Ulama karena udzur.(fisik lemah, suhu dingin).
  5. Wudhu dengan cara di bantu oleh orang yang membantu nya membasuhkan tanpa uzhur (dituangkan apalagi di basuhkan).kata ulama seperti orang yang takabur ,kecuali uzhur.
  6. Bagi orang yang berpuasa makruh berlebihan dalam berishtisyaq.sedikit saja.dikhawatirkan air nya masuk kehidung.

Ringkasan Kajian fiqih Imam As- Syafi’i III


Sunnah Sunnah berwudhlu 

  1. Mendahulukan yang kanan di atas yang kiri.Rasulullah SAW bersabda jika kalian berwudhlu mulai lah dengan yang kanan.(Hukum nya Sunnah ) Jika kiri dulu Hukum nya makruh.
  2. Menggosok tangan di atas anggota badan ,didalam mahzab Syafi’i Hukum nya Sunnah selain mahzab Syafi’i Hukum nya wajib.
  3. Al wala, Dia mengerjakan perbuatan wudhlu berkesinambungan tanpa ada jeda, tidak sampai kering air wudhlu.jika di lakukan Hukum nya makruh tapi sah.Akan tetapi jika orang berpenyakit atau selalu berhadats tidak dibolehkan. Perbuatan ini pernah di lakukan sahabat Ibnu Umar berwudhlu dengan jeda,Dan tidak ada satupun yang mengingkari nya.
  4. Memperpanjang qurroh :membasuh bagian wajah dia lebihkan sampai kepala dan bagian sisi nya.Tahjil : membasuh siku hingga keatas /lengan.Kemudian bagian kaki hingga setengah betis.Hikmah :memperkuat identitas kita sebagai Ummat Rasulullah SAW.
  5. Mengucapkan dua kalimat syahadat setelah berwudhlu.Sunnah dibaca dalam posisi menghadap kiblat.Rasulullah SAW bersabda :Barangsiapa berwudhlu dengan sempurna beserta sunnah 2 nya maka akan di bukakan pintu surga dari mana saja dia bisa masuk.

​DETIK-DETIK WAFATNYA RASULULLAH YANG MEMBUAT UMAT MUSLIM MENITIKKAN AIR MATA


Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
“Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? ” tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini? ” tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?”
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku”. Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-2 muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan RasulNya mencinta kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.

Semoga renungan ini bermanfaat..

Ringkasan Kajian Fiqih Imam As-Syafi’i II


Sunnah Wudhu

  1. Menyela nyela jenggot /janggut,jika tipis wajib jika tebal sunnah.mengetahui tebal tidaknya jika kelihatan kulit yg ditumbuhi janggut maka tipis begitu pun sebaliknya.
  2. Mengusap seluruh kepala.hukum nya sunnah.dimulai dari tumbuh nya rambut hingga kebelakang.Rasulullah SAW mengusap rambut dengan kedua tangan.
  3. Jika tidak ingin mengusap kepala karena berkopiah tetap di sunnah kan mengusap bagian atas kopiah nya.
  4. Menyela nyela jari jemari kedua tangan.cara nya punggung dengan telapak tangan.Begitu juga sebaliknya.Jika menyela kaki dengan cara mulai dari kelingking kaki kanan sampai kelingking kaki kiri.dengan kelingking tangan kiri begitu seterus nya.
  5. Mengusap kedua telinga, bagian luar dan bagian dalam nya.Dan memasukkan kedua telunjuk tangan ke lubang telinga diputar mengikuti alur telinga.telunjuk untuk bagian dalam telinga jempol untuk bagian luar telinga.Kesunnahan nya dengan air yang baru,khusus untuk telinga.
  6. Melakukan pembasuhan pengusapan tiga kali.jika sekali , dua kali tetap wajib.tetapi lebih afdhol tiga kali.

Hegemoni Kapitalisme Dunia.


Tulisan dari Dwi Condro Triyono, Ph.D. ini, In-syã-Allãh sungguh dapat menambah ilmu dan wawasan kita… 

Sistem Ekonomi Kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan Ekonomi hanya akan terwujud, jika semua pelaku Ekonomi terfokus pada akumulasi Kapital (modal).

 

Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga Perbankan. 
Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”.

 

Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di Bank tersebut? 
Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari Bank, yaitu: 
Fix return dan Agunan. 
Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini. 
Siapakah mereka itu? 
Mereka itu tidak lain adalah kaum Kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.

 

Nah, apakah adanya lembaga Perbankan ini sudah cukup? 
Bagi kaum Kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. 
Dengan cara apa?

 

Yaitu dengan Pasar Modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas Saham untuk dijual kepada masyarakat, dengan iming-iming akan diberi Deviden.

 

Siapakah yang memanfaatkan keberadaan Pasar Modal ini? 
Dengan persyaratan untuk menjadi Emiten dan penilaian Investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja, yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini.

 

Siapa mereka itu? 
Kaum Kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi. 
Adanya tambahan Pasar Modal ini, apakah sudah cukup? 
Bagi kaum Kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar. 
Dengan cara apa lagi?

 

Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”. 
Bagaimana caranya? 
Menurut Teori Karl Marx, dalam pasar Persaingan Bebas, ada Hukum Akumulasi Kapital (The Law Of Capital Accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil. 
Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya.

 

Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya? 
Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.
Agar perusahaan Kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan Persaingan Pasar. 
Persaingan Pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah. 
Bagaimana caranya?

 

Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb. 
Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut? 
Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

 

Jika perusahaan Kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN).
Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti:
Sektor Telekomunikasi, Transportasi, Pelabuhan, Keuangan, Pendidikan, Kesehatan, Pertambangan, Kehutanan, Energi, dsb. 
Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi. 
Lantas bagaimana caranya?

 

Caranya adalah dengan mendorong munculnya: 
Undang-Undang Privatisasi BUMN. 
Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. 
Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

 

Jika dengan cara ini kaum Kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan. 
Bagaimana cara mengatasinya?

 

Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor Kekuasaan itu sendiri. 
Kaum Kapitalis harus menjadi Penguasa, sekaligus tetap sebagai Pengusaha.

 

Untuk menjadi Penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab bi
aya Kampanye itu tidak murah. 
Bagi kaum Kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

 

Jika kaum Kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka Hegemoni (pengaruh) Ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan Hegemoni ini. 
Namun, apakah masalah dari kaum Kapitalis sudah selesai sampai di sini?

 

Tentu saja belum. Ternyata Hegemoni Ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup. 
Mereka justru akan menghadapi problem baru. 
Apa problemnya?

 

Problemnya adalah terjadinya ekses (kelebihan) produksi. 
Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen. 
Lantas, ke mana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya? 
Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan Hegemoni di tingkat dunia.

 

Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang, yang padat penduduknya. 
Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya, tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).

 

Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum Kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.

 

Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

 

Jika Kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya. 
Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya. 
Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya.

 

Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah. 
Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.

 

Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan Kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

 

Apakah dengan membuka MNC sudah cukup? 
Jawabnya tentu saja belum. 
Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi. 
Caranya? 
Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.

 

Untuk melancarkan jalannya ini, Kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.

 

Contoh yang terjadi di Indonesia adalah lahirnya:
UU Penanaman Modal Asing (PMA), yang memberikan jaminan bagi perusahaan asing untuk menguasai lahan di Indonesia sampai 95 tahun lamanya (itu pun masih bisa diperpanjang lagi). 
Contoh UU lain, yang akan menjamin kebebasan bagi perusahaan asing untuk mengeruk kekayaan SDA Indonesia adalah: 
UU Minerba, UU Migas, UU Sumber Daya Air, dsb.

 

Menguasai SDA saja tentu belum cukup bagi kapitalis dunia. Mereka ingin lebih dari itu. 
Dengan cara apa? 
Yaitu dengan menjadikan harga bahan baku lokal menjadi semakin murah. 
Teknisnya adalah dengan menjatuhkan nilai Kurs Mata Uang lokalnya.

 

Untuk mewujudkan keinginannya ini, prasyarat yang dibutuhkan adalah pemberlakuan Sistem Kurs Mengambang Bebas (Floating Rate) bagi mata uang lokal tersebut. 
Jika nilai kurs mata uang lokal tidak boleh ditetapkan oleh Pemerintah, lantas lembaga apa yang akan berperan dalam penentuan nilai kurs tersebut?

 

Jawabannya adalah dengan Pasar Valuta Asing (valas). 
Jika negara tersebut sudah membuka Pasar Valasnya, maka kapitalis dunia akan lebih leluasa untuk “mempermainkan” nilai kurs mata uang lokal, sesuai dengan kehendaknya. 
Jika nilai kurs mata uang lokal s
udah jatuh, maka harga bahan-bahan baku lokal dijamin akan menjadi murah, kalau dibeli dengan mata uang mereka.

 

Jika ingin lebih besar lagi, ternyata masih ada cara selanjutnya. 
Cara selanjutnya adalah dengan menjadikan upah tenaga kerja lokal bisa menjadi semakin murah. 
Bagaimana caranya? 
Yaitu dengan melakukan proses Liberalisasi Pendidikan di negara tersebut. 
Teknisnya adalah dengan melakukan intervesi terhadap UU Pendidikan Nasionalnya. 

 

Jika penyelenggaraan pendidikan sudah diliberalisasi, berarti pemerintah sudah tidak bertanggung jawab untuk memberikan Subsidi bagi pendidikannya. 
Hal ini tentu akan menyebabkan biaya pendidikan akan semakin mahal, khususnya untuk pendidikan di perguruan tinggi. 
Akibatnya, banyak pemuda yang tidak mampu melanjutkan studinya di perguruan tinggi.

 

Keadaan ini akan dimanfaatkan dengan mendorong dibukanya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak-banyaknya. 
Dengan sekolah ini tentu diharapkan akan banyak melahirkan anak didik yang sangat terampil, penurut, sekaligus mau digaji rendah. 
Hal ini tentu lebih menguntungkan, jika dibanding dengan mempekerjakan Sarjana. 
Sarjana biasanya tidak terampil, terlalu banyak bicara, dan maunya digaji tinggi.

 

Sebagaimana telah diuraikan di atas, cara-cara Hegemoni Kapitalis dunia di negara lain ternyata banyak mengunakan Intervesi UU. 
Hal ini tentu tidak mudah dilakukan, kecuali harus dilengkapi dengan cara yang lain lagi. 
Nah, cara inilah yang akan menjamin proses Intervensi UU akan dapat berjalan dengan mulus. 
Bagaimana caranya?

 

Caranya adalah dengan menempatkan Penguasa Boneka. 
Penguasa yang terpilih di negara tersebut harus mau tunduk dan patuh terhadap keinginan dari kaum Kapitalis dunia. 
Bagaimana strateginya?

 

Strateginya adalah dengan memberikan berbagai sarana bagi mereka yang mau menjadi Boneka. 
Sarana tersebut, mulai dari bantuan dana kampanye, publikasi media, manipulasi lembaga survey, hingga intervesi pada sistem perhitungan suara pada Komisi Pemilihan Umumnya.

 

Nah, apakah ini sudah cukup? 
Tentu saja belum cukup. 
Mereka tetap saja akan menghadapi problem yang baru. 
Apa problemnya?

 

Jika Hegemoni kaum Kapitalis terhadap negara-negara tertentu sudah sukses, maka akan memunculkan problem baru. 
Problemnya adalah “mati”-nya negara jajahan tersebut. 
Bagi sebuah negara yang telah sukses dihegemoni, maka rakyat di negara tersebut akan semakin miskin dan melarat. 
Keadaan ini tentu akan menjadi ancaman bagi kaum Kapitalis itu sendiri. 
Mengapa?

 

Jika penduduk suatu negeri itu jatuh miskin, maka hal itu akan menjadi problem pemasaran bagi produk-produk mereka. 
Siapa yang harus membeli produk mereka jika rakyatnya miskin semua? 
Di sinilah diperlukan cara berikutnya.

 

Agar rakyat negara miskin tetap memiliki daya beli, maka kaum kapitalis dunia perlu mengembangkan Non Government Organizations (NGO) atau LSM. 
Tujuan pendirian NGO ini adalah untuk melakukan Pengembangan Masyarakat (community development), yaitu pemberian pendampingan pada masyarakat agar bisa mengembangkan industri-industri level rumahan (home industry), seperti kerajinan tradisionil, maupun industri kreatif lainnya. 
Masyarakat harus tetap berproduksi (walaupun skala kecil), agar tetap memiliki penghasilan.

 

Agar operasi NGO ini tetap eksis di tengah masyarakat, maka diperlukan dukungan dana yang tidak sedikit. 
Kaum Kapitalis dunia akan senantiasa men-support sepenuhnya kegiatan NGO ini. 
Jika proses pendampingan masyarakat ini berhasil, maka kaum kapitalis dunia akan memiliki tiga keuntungan sekaligus, yaitu: 
(1) Masyarakat akan tetap memiliki daya beli, (2) akan memutus peran pemerintah dan yang terpenting adalah, (3) negara jajahannya tidak akan menjadi negara industri besar untuk selamanya.

 

Sampai di titik ini Kapitalisme dunia tentu akan mencapai tingkat kejayaan yang nyaris “sempurna”. 
Apakah kaum kapitalis sudah tidak memiliki hambatan lagi? 
Jawabnya ternyata masih ada. 
Apa itu? 
Ancaman Krisis Ekonomi. 
Sejarah panjang telah membuktikan bahwa Ekonomi Kapitalisme ternyata menjadi pelanggan yang setia
terhadap terjadinya Krisis ini.

 

Namun demikian, bukan berarti mereka tidak memiliki solusi untuk mengatasinya. 
Mereka masih memiliki jurus pamungkasnya. 
Apa itu?

 

Ternyata sangat sederhana. 
Kaum kapitalis cukup “memaksa” pemerintah untuk memberikan talangan (bail-out) atau Stimulus Ekonomi. 
Dananya berasal dari mana? 
Tentu akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Sebagaimana kita pahami bahwa sumber pendapatan negara adalah berasal dari Pajak rakyat. 
Dengan demikian, jika terjadi Krisis Ekonomi, siapa yang harus menanggung bebannya?
Jawabnya adalah: 
Rakyat, melalui pembayaran pajak yang akan terus dinaikkan besarannya, maupun jenis-jenisnya.

 

Bagaimana hasil akhir dari semua ini? 
Kaum Kapitalis akan tetap jaya, dan rakyat selamanya akan tetap menderita. 
Di manapun negaranya, nasib rakyat akan tetap sama. 
Itulah produk dari Hegemoni Kapitalisme Dunia.

6 Fakta Yang Banyak Orang Belum Ketahui Tentang Masjid Al-Aqsa


Nama Masjidil Aqsa sangatlah akrab bagi umat Islam. Masjid di Yerusalem ini merupakan masjid tersuci ke tiga bagi kaum muslim, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Sebagian besar umat Islam juga sudah mahfum masjid ini pernah menjadi kiblat pertama salat. Posisinya baru digantikan Kabah di Masjidil Haram pada bulan ke-17 setelah Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah.
Kisah yang paling terkenal dari masjid ini mungkin soal isra’ dan mi’raj Nabi Muhammad pada tahun 620. Masjidil Aqsa disebut menjadi perjalanan akhir isra Nabi dari Masjidil Haram. Dari tempat ini pula Nabi Muhammad memulai perjalanan ke Sidrat Al Muntaha atau langit lapis ke tujuh.
Pada saat malam Isra’ dan Mi’raj itu pula, masjid yang juga disebut dengan nama Baitul Maqdis ini diyakini menjadi tempat Nabi Muhammad salat, sebagai imam berjamaah bersama 25 rasul dan lebih dari 160.000 nabi.
Masjidil Aqsa juga terkenal karena berdiri di atas kompleks suci tiga agama, Islam, Nasrani dan Yahudi. Dalam sejarahnya, masjid ini pernah berada di bawah kekuasaan kekuatan besar, mulai Romawi, Bizantium, hingga Islam.
Masjidil Aqsa memang sangat lekat dengan umat Islam. Meski demikian, ada sejumlah fakta yang belum jamak diketahui tentang masjid yang dimuliakan ini.
1. Banyak Masjid
Masjidil Aqsa

Nama Al Aqsa mulanya digunakan untuk menyebut situs yang terletak di Palestina Bagian timur ini. Padahal, Masjidil Aqsa bukanlah satu-satunya masjid di situs itu. Untuk mencegah kebingungan, kompleks bersejarah itu disebut dengan nama Al Haram Asyarif alias tanah suci yang mulia.

Masjidil Aqsa memang bukan satu-satunya masjid di kompleks ini. Masjid-masjid itu juga lekat dengan sejarah Islam. Selain Masjidil Aqsa ada pula Masjid Qibla, Masjid Al Sakhra alias Dome of the Rock, Masjid Buraq, Masjid Marwani, dan lainnya.
Kekeliruan paling umum terjadi saat melihat gambar Masjid Dome of the Rock. Banyak orang yang mengangap masjid inilah yang merupakan Masjidil Aqsa. Padahal antara Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock itu beda sama sekali.
Dome of the Rock memiliki kubah kuning keemasan. Konon kubah ini memang dilapisi emas. Masjid ini juga menjadi salah satu ikon Yerusalem. Banyak orang yang menganggap bangunan inilah Masjidil Aqsa. Bahkan, saat melakukan penelusuran Masjidil Aqsa melalui Google, gambar yang dominan muncul adalah gambar Masjid Al Sakhra dengan kubah kemilaunya.
Masjidil Aqsa terletak di sebelah selatan Masjid Al Sakhra. Panjang bangunan sekitar 83 meter. Lebar 56 meter. Sekitar 5.000 orang mampu ditampung masjid ini. Jika ditambah dengan daerah sekeliling, luasnya sekitar 144.000 meter persegi. Muat untuk 400.000 jamaah.
Kubah Masjidil Aqsa lebih gelap karena terbuat dari timah. Masjidil ini menurut hadis nabi dibangun 40 tahun setelah Kabah .
2.Makam Para Nabi
Makan para nabi
Tak ada catatan pasti berapa nabi yang dimakamkan di tempat ini. Tapi yang jelas, banyak nabi dan sahabat Nabi Muhammad, seperti Salman Farsi, yang dimakamkan di sini.
Nabi Sulaiman menjadi salah satu yang diyakini meninggal di sekitar Masjidil Aqsa. Makamnya diduga kuat berada di sini pula. Gambar di atas diyakini menjadi tempat meninggalnya Nabi Sulaiman.
3. Jadi Tempat Pembuangan Sampah di sekitar Masjid oleh Bangsa Romawi
Jadi Tempat Pembuangan Sampah di sekitar Masjid oleh Bangsa Romawi
Wilayah Masjidil Aqsa pernah difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah. Itu terjadi saat bangsa Romawi merebut wilayah Yerusalem dan mengusir seluruh orang Yahudi.
Pada tahun 70 masehi, tentara Romawi di bawah Raja Titus menguasai Yerusalem. Bangunan-bangunan suci dihancurkan. Pembasmian (pemberontak) Yahudi oleh bangsa Romawi juga dilakukan pada tahun 117-138.
Peralihan kekuasaan terus terjadi, salah satunya oleh Bizantium. Yerusalem kemudian ditakhlukkan secara damai oleh Khalifah Umar bin Khattab. Saat masuk ke Yerusalem pada 636, Umar membersihkan sampah-sampah dari area Masjidil Aqsa dengan tangannya sendiri.
Umar juga mengakhiri pengasingan bangsa Yahudi. Dia mengundang 70 keluarga Yahudi untuk tinggal di Yerusalem. Bangsa Yahudi yang selama berabad-abad diasingkan diberi hak tinggal.
4. Tempat Pembantaian
Tempat pembantaian
Saat Tentara Salib pertama kali menguasai Yerusalem, mereka menemukan banyak penduduk muslim berada di dalam Masjidil Aqsa. Tentara Salib mengeksekusi puluhan ribu muslim di tempat ini.
Tentara Salib juga menjadikan Masjid Qibly yang berada di dekat Masjidil Aqsa sebagai istana, Dome of the Rock digunakan untuk kapel, dan ruang bawah tanahnya sebagai kandang kuda.
Penduduk muslim yang selamat dari pembantaian disalibkan pada sebuah salib besar yang ditempatkan di dekat pusat masjid. Salib ini kemudian dirusak oleh Salahuddin Al Ayubi saat menakhlukkan Yerusalem. Pondasi salib itu masih terlihat hingga kini, seperti gambar di atas.
5. Mimbar Legendaris
Mimbar legendaris
Salah satu pahlawan besar dalam sejahar Islam, Nooruddin Zengi, memiliki mimbar khusus untuk dipasang di Masjidil Aqsa. Mimbar ini tidak hanya indah, tapi itu dibuat tanpa menggunakan paku maupun lem. Namun sayang, sebelum dipasang Masjidil Aqsa dikuasai Tentara Salib. Cita-cita Nooruddin diteruskan muridnya, Salahuddin Ayyubi, yang juga pahlawan besar.
Setelah membebaskan Yerusalem untuk ke dua kalinya dalam sejarah Islam, mimbar itu dipasang. Dikenallah mimbar itu sebagai mimbar Salahuddin Alayyubi. Mimbar ini masih sebuah karya legenda di kalangan seniman dan pengrajin. Sayangnya, mimbar ini tidak bertahan dan musnah pada 1969.
6. Dibakar Orang Gila
Masjidil Aqsa pernah dibakar orang gila
Pada 21 Agustus 1969 Masjidil Aqsa dibakar. Mimbar kuno peninggalan Shalahuddin Alayyubi musnah. Palestina dan Israel saling tuding. Namun belakangan diketahui pembakarnya adalah turis Australia, Denis Michael Rohan.
Rohan ditangkap tiga hari berselang. Kepada aparat dia mengaku sengaja membakar Masjidil Aqsa. Dia yakin dengan merusak Masjidil Aqsa dan membangun Bait Suci Yahudi, mesiah penyelamat manusia segera turun. Rohan akhirnya dinyatakan gila, dideportasi, dan meningal dalam perawatan pada 1995.

 

Blog di WordPress.com.

Atas ↑