Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XV


Seputar Tayamum

  1. Tayamum karena tidak bisa pakai air bisa karena terluka,Apabila punya luka di bagian tubuh ,dan tidak boleh kena air wudhu bisa yang terluka menggunakan tayamum.boleh bagian yang sehat dulu pakai air baru tayamum yang luka.
  2. Misalnya luka merata Bagaimana Cara bersuci tayamum,maka cukup sekali tayamum.jika dua anggota wudhu maka dua Kali tayamum begitu seterus nya.
  3. Jika melihat air setelah tayamum dan belum masuk sholat .maka batal tayamum nya .tetap harus wudhu.Begitu juga ketika sedang Tayamum melihat air maka harus berwudhlu.
  4. Jika di suatu Kota biasa ada air kemudian tidak ada air dan kita telah tayamum serta sholat.tidak lama Turun bukan maka sholat Kota yang sebelum nya batal.
  5. Begitu juga di suatu daerah yang biasa tidak ada air kemudian kita tayamum dan sholat lalu Turun hujan.maka sholat kita sebelum nya sah tapi lebih afdhol sholat kembali.
Iklan

Salah Satu Sebab dari Banyak Sebab Mengapa Zina Tidak Diperbolehkan


Pengharaman zina telah tegas divonis di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Berikut ini di antara salah satu penjelasan dari rasulullah agar seseorang bisa menerima alasan mengapa zina itu tercela dan diharamkan di dalam islam. Mari kita simak hadits berikut ini:

《إن فتى شابا أتى النبيَّ ـ صلى الله عليه وسلم ـ فقال: يا رسول الله، ائذن لي بالزنا!،
فأقبل القوم عليه فزجروه، وقالوا: مه مه،
فقال: ادنه، فدنا منه قريبا، قال: فجلس،
قال: أتحبه لأمك؟،
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأمهاتهم،
قال: أفتحبه لابنتك؟،
قال: لا واللَّه، يا رسول اللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لبناتهم،
قال: أفتحبه لأختك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لأخواتهم،
قال: أفتحبه لعمتك؟
قال: لا واللَّه، جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لعماتهم،
قال أفتحبه لخالتك؟
قال: لا واللَّه جعلني اللَّه فداك،
قال: ولا الناس يحبونه لخالاتهم
قال: فوضع يده عليه وقال: اللَّهمّاغفر ذنبه وطهر قلبه، وحَصِّنْ فرْجَه،
فلم يكن بعد ذلك الفتى يلتفت إلى شيء》

Artinya:
“Seorang pemuda datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah izinkan aku untuk berzina.”

Para shahabat nabi yang ada ketika itu langsung menghadap ke arahnya dan menghardiknya, “Mah.. mah..”

Rasulullah kemudian berkata, “Dekatkan dia (kepadaku)”. Maka pemuda itu didekatkan ke hadapan nabi kemudian dipersilahkan untuk duduk. Rasulullah lalu bertanya kepada pemuda itu, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada ibumu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai ibu-ibu mereka”, terang rasulullah.

Lalu rasulullah bertanya lagi kepada pemuda itu, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada anak perempuanmu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai anak-anak perempuan mereka”, terang rasulullah lagi.

Rasulullah bertanya lagi, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada saudara perempuanmu?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai saudara-saudara perempuan mereka”, terang rasulullah pula.

Kembali rasulullah bertanya, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada amahnu (bibi dari keluarga ayah)?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai amah mereka”, jelas rasulullah.

Kembali rasulullah bertanya, “Apakah engkau suka jika itu mengena pada khalahmu (bibi dari keluarga ibu)?”. Pemuda itu menjawab, “Tidak, demi Allah.” “Kalo begitu, manusia pun tidak suka jika itu mengenai khalah mereka”, terang rasulullah lagi.

Maka rasulullah meletakkan tangannya kepada pemuda tersebut dan mendoakannya, “Yaa Allah ampunilah dosa-dosanya dan bersihkanlah hatinya serta jagalah farj-nya (kemaluannya).”

Setelah kejadian tersebut maka pemuda itu tidak lagi menoleh-noleh kepada sesuatu apapun.”

(HR. Ahmad dari shahabat Abu Umamah radhiallahu anhu, hadits dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah, no. 370).
➖➖➖

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XIV


Fungsi Tayamum diantara nya dapat menjadi pengganti mandi.Kalau bisa mandi dengan air tidak boleh tayamum,kalau bisa wudhu tidak boleh tayamum.

  1. Cara tayamum pengganti mandi seperti biasa.
  2. Jika junub tidak ada air kemudian tayamum,lalu air ditemukan maka wajib bagi nya mandi junub.
  3. Tayamum di boleh kan dengan syarat harus mencari dahulu semua penjuru, keliling.
  4. Tidak wajib mencari ke segala penjuru jika tembus pandangan/tidak ada penghalang.
  5. Waktu untuk mencari air sempit.
  6. Tidak di nama kan menemukan air jika tidak mencari air.
  7. Wajib mencari air setiap kali masuk waktu sholat fardhu ,jika zuhur mencari air tidak ada maka waktu sholat ashar juga harus mencari.
  8. Mencari debu tayamum bisa dimana saja dengan syarat jika di tepuk ada tebaran debu nya.
  9. Mengusap wajah seperti biasa Satu kali tidak perlu digosok.
  10. Cara tayamum tepukan pertama untuk wajah tepukan kedua untuk kedua tangan.
  11. Setelah mengambil debu di tipiskan dengan meniup kedua tangan.
  12. Mengambil debu kedua dengan berbeda tempat.
  13. Cara tayamum cukup mengusap dari pergelangan tangan hingga kesiku kemudian dibalik lagi hingga pergelangan tangan diambil di putar.Begitu juga sebelum nya untuk tangan kiri.masing masing Satu kali.

Kisah Tabi’in Malik Bin Dinar


Kisah Nyata ini Sungguh sangat menggetarkan jiwa dan raga. Manalah kita dari kisah ini. Malik Bin Dinar memulai kisahnya :

Aku memulai hidupku dengan menjadi orang yang lalai, pemabuk dan pendosa. Sayalah orang yang paling dzalim, liar…pemakan harta riba , preman dan pelaku semua aksi kezhaliman.

Tak ada dosa kecuali telah aku lakukan, sangat bengis hingga orang orang sangat membenciku.Hingga suatu hari, saya punya hasrat ingin menikah biar bisa memiliki anak

Maka sayapun menikah, dan berhasil memiliki seorang anak perempuan yang kuberi nama Fathimah..

Sungguh aku sangat menyayanginya dengan penuh cinta dan rasa sayang
Seiring tumbuh kembangnya Fathimah, bertambahlah sedikit keimananku, dan terkikis sedikit rasa ingin berbuat dosa dihatiku

Mungkin Karena saat aku menggenggam botol arak, fathimah melihatku dan mendekatiku, saat itu juga aku malu berbuat dosa didepannya, botol itupun kusembunyikan.

Padahal waktu itu umurnya baru menginjak 2 tahun
Seakan akan Allahlah yang menggerakkannya untuk melihatku, lagi berbuat dosa
Tiap Kali fathimah bertambah umurnya, bertambah pulalah iman dihatiku, dan bertambah pulalah jiwa ingin taqarrub kpd Allah dalam ketaatan.

Dan bertambah pulalah hasrat untuk menjauhi dosa demi dosa yang pernah kulakukan. Sampai tibalah Usia fathimah 3 tahun. Tapi…. Apa yang terjadi, diusia fathimah 3 tahun Allah mengambilnya….. Fathimah Meninggal…..

Gelaplah duniaku, anak kesayanganku, anak yang Olehnya aku malu bermaksiat pada Rabbku..Maka…. Kubalik duniaku seketika itu juga, dunia hitamku, dunia gelapku, bahkan dosa yang kulakukan lebih buruk dari sebelumnya.

Tak kugubris semua nasehat orang untuk sabar, sabar dan kuat, ahh… Persetan!

Setan kembali menjadi temanku. dia berbisik halus dtelingaku : Ayolah, kembalilah penjadi pemabuk spt dulu lagi, kalo perlu kamulah punggawanya karena marahku pada Allah, Dia mengambil fathimahku… Kembalilah aku menjadi pemabuk, minum arak, arak lagi lagi dan lagi. Siang malam minumlah pekerjaaanku, sempoyongan dalam dosa hingga aku seperti terkubur nyenyak dalam mabokku.Hingga aku betul betul melihat ini dalam Tidurku

Aku melihat dunia qiyamat…
Matahari menjadi gelap…..
Laut Sungguh berubah menjadi api!
Dan bumi berguncang hebat!!!

Kulihat manusia berkumpul bergerombol dipadang mahsyar… Manusia Sungguh sangat banyak!!

Dan aku berada diantara jutaan manusia, aku mendengar suara memanggil : wahai fulan bin fulan, datanglah dan hadapkan wajahmu dihadapan Al jabbar.. Maka aku melihat nama yang dipanggil itu sangat ketakutan, wajahnya menghitam saking takutnya. Sampai aku mendengar namaku dipanggil….. Wahai fulan hadapkan wajahmu kepada Al Jabbar!
Aku merinding menggigil ketakutan, Kulihat manusia semua sembunyi menjauhiku, tak nampak satupun orang disekelilingku.
.
Padang mahsyar kosong! ! Hanya diriku….Tiba tiba ular sangat besar menuju kepadaku… Sangat besar dan membuka mulutnya lebar lebar, siap menelanku!!
.
Aku Lari sekencang kencangnya…. Hingga kudapati kakek tua renta didepanku
Aku pun teriak… Kakek tua Tolong aku Tolong selamatkan aku dari ular itu!
Kakek tua itu cuma bilang, wahai anakku maafkan diriku, aku ini lemah tak berdaya, cobalah Lari di ujung jalan ini, Mudah mudahan kamu Selamat
Aku pun berlari kencang sesuai arahan kakek tuaitu, tapi.. Tapi apa yang kudapatkan, ular dibelakangku dan neraka dihadapanku
.
Aku pun berlari kembali kekakek tua itu, kek tua, demi Allah…tolong aku… Selamatkan aku…Tapi kakek tua itu hanya menangis. ” anakku aku ini tak punya daya menolongmu, coba larilah kearah gunung itu, Semoga disana Ada yang menolongmu
.
Dalam ketakutan Dan keringat yang mengalir ditubuhku, aku pun berlari kearah gunung itu, dalam kejaran ular dahsyat yang Sudah sangat ingin menelanku,…
.
Kulihat diatas gunung itu nampak anak anak kecil bercengkrama, kudengar anak anak itu berteriak… Ya fathimah…. lihat ayahmu, Tolong ayahmu… Akupun memanggilnya, fathimah… Tolong Ayah, seketika aku bahagia, kubertemu anakku fathimah yang wafat diusianya 3th. Ternyata dialah yang menolongku dan menyelamatkankudari ular dan api neraka…
.
Fathimah menggenggam erat tanganku dari ketakutanku yang teramat dahsyat. Fathimah menenangkanku dan duduk dipahaku seraya berucap manja : Ayahku…. Tidakkah seorang hamba yang mengaku beriman, selalu tunduk patuh dalam mengingat Allah..?
.
Anakku sayang…. Ular itu??
Iya Ayah, ular itu adalah amalmu perbuatanmu didunia yang engkau agung agungkan dan engkau bangga dalam dosamu, hampir hampir dia menelanmu.” !
Tidakkah kau sadari wahai Ayahku, bawa amalmu didunia akan datang berwujud nyata dihari kiamat?!
.
Anakku… Laki laki tua itu???
Laki laki tua itu, itulah amal baikmu didunia Ayah…
engkau menyepelekannya, merendahkannya, sampai dia hanya bisa menangis melihatmu dalam kebinasaan tak bisa menolongmu Karena keterbedayaannya
.
Sekiranya aku tak menjadi anakmu, dan aku tidak mati kecil, maka tak ada amal lain yang bisa menolongmu ayah, maka beruntunglah Karena Allah menjadikanku tabunganmu diakhirat….
.
Akupun terbangun….
Demi Allah mimpi ini nyata, ini bukan mimpi!!!
.
Ya Rabb… Qad Aaana Ya Rabb, qad Aaana…
Benarlah firmanMu ” Tidakkah sepantasnya yang mengaku beriman, untuk Takut dan tunduk hatinya dalam mengingatKu ”
.
Aku pun bangkit, kusucikan diriku dengan thaharahku, kulangkahkan kakiku menuju rumahNya, kuhadapkan wajahku dalam sujud shubuhku..
Airmata taubatku mengalir deras dalam lantunan bacaan sang imam ” alam ya’ni lilladzina aamanu… ”
sangat Kebetulan lantunan ayatnya
Persis nasehat anakku dalam mimpiku
.
Allahu Akbar Allahu Akbar
.
tahukah kamu siapakah laki laki yang bertobat itu? dialah Malik bin Dinar, ulama besar masa tabiin, beliau terkenal dengan ulama yang selalu berdiri dimalam hari dengan tangisan khauf kepada Allah*
.
Ilahi… Engkaulah yang maha Tahu siapa hambaMu penghuni SurgaMu Dan siapa hambaMu Penghuni nerakaMu, siapalah diriku ini ya Rabb.
.
Malik bin Dinar
Taubatnya Malik bin Dinar, menjadikannya hamba yang selalu berdiri depan masjid dan berseru
Wahai hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Allah…
Wahai hamba yang lalai, kembalilah kepada Allah…
Wahai hamba yang menjauh dari Allah, kembalilah… Kembalilah… Siang dan malam selalu memanggilmu
.
“Siapa yang mendekat kepadaku sejengkal, Aku mendatanginya sehasta Dan siapa yang mendatangiKu sehasta, Aku datang padanya sedepa, siapa yang mendatangiKu dengan berjalan, Aku pasti datang kepadanya Berlari”
.
aku memohon padaMu, dengan keagunganMu dan KemuliaanMu, anugerahkanlah kepada Kami kesempatan untuk bertaubat ya Rabbana…
.
Alih Bahasa : Muthiah Yusuf

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XIII


Syarat syarat Tayamum

  1. Tayamum harus dengan debu yang suci dalam Mahzab Syafi’i.jika tidak ada debu tidak sah.Jika dalam Mahzab Imam Maliki adalah permukaan meskipun tidak ada debu.contoh permukaan karpet, dinding.
  2. Tayamum harus setelah masuk waktu sholat.Boleh tayamum untuk witir dengan tayamum sholat ba’diyah sholat isya’ .Alasan Tayamum harus setelah masuk sholat karena sifat nya darurat.Ini perbedaan nya dengan wudhu, karena wudhu bisa masuk sebelum waktu sholat.
  3. Tayamum harus dengan sebab yang dibenarkan oleh syari’at ,contoh : tidak ada air sama sekali.,tidak bisa menggunakan air bisa karena sakit atau berbahaya.Atau air ada tapi dihukumkan tidak ada karena sedikit.Jika tidak ada air maupun debu wajib sholat karena untuk menghormati waktu sholat tersebut.
  4. Kita memang berkeinginan menuju debu bukan debu yang menuju kita.

Hukum hukum yang berkenaan dengan Tayamum

  1. Tayamum itu hanya untuk Satu sholat fardhu ain ,contoh: Dalam perjalanan jama sholat taqdim harus tetap Tayamum masing masing.Adapun sholat sholat sunnah boleh tayamum sekali.Begitu juga sholat jenazah di boleh kan ,misalnya habis sholat fardhu baru sholat jenazah.karena sholat jenazah dihukumkan sholat sunnah.
  2. Jika pernah meninggal kan sholat tetapi lupa sholat apa dan ingin mengqodo dan tidak ada air kemudian ingin tayamum maka boleh cukup sekali tayamum untuk sholat qodo yang di tinggal kan tersebut.
  3. Jika dalam perjalanan boleh sholat sunnah tidak dalam menghadap kiblat tetapi jika sholat fardhu maka tetap sholat tetapi hanya untuk sholat menghormati waktu sholat tersebut nanti jika ada waktu maka harus mengqodo sholat fardhu nya.
  4. Jika mengambil debu untuk Tayamum sekali maka kedua kali nya harus berbeda tempat misal di kanan nya atau kiri nya.
  5. Masalah lain, jika sholat di suatu tempat dari awal tidak mencari arah kiblat kemudian dia sholat maka sholat nya tidak sah.minimal dia berijtihad atau mengikuti orang yang berijtihad.Jika ternyata salah kiblat maka harus mengqodo sholat nya.
Featured post

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XII


Sunnah sunnah Tayamum

  • Apa yang di sunnah kan dalam wudhu juga di sunnah kan dalam tayamum,tetapi tidak mutlak.contoh:
  • Mengucapkan bismillahhirrahmaanirrahim., memulai membasuh /mengusap dari wajah.,
  • Mengusap tangan kanan sebelum tangan kiri.,
  • Melebihkan usapan seperti usapan rambut.,
  • Mengusap lengan atas dilebihkan.,
  • Berkesinambungan / berurutan.,
  • Membaca do’a setelah wudhu.,
  • Menyela nyela jari jemari ketika tayamum.,
  • Tayamum menghadap kiblat.,
  • Tidak meminta tolong untuk dibasuhkan /diusap kan karena hukum nya makruh.,
  • Disunnah membuka jari jemari ketika menepukkan debu supaya debu keatas mengenai sisi jari jemari.,
  • Sunnah tidak lebih dari dua tepukan karena satu tepukan untuk satu kali usapan.Begitu juga tepukan kedua bagian tangan kanan untuk bagian kiri seluruh nya begitu sebalik nya tujuan nya supaya tidak terlalu berdebu.,
  • Dia tidak mengangkat tangan nya ketika mengusap hingga selesai mengusap seluruh nya bagian yang diusapkan debu.,
  • Mengusap telapak tangan nya setelah dia mengusap wajah, tangan kanan dan kiri.

 

Ringkasan kajian fiqih Mahzab Imam As-Syafi’i XI


Fardhu fardhu rukun-rukun Tayamum 

  1. Mesti berniat (berniat dalam hati) sunnah jika diucapkan menurut para ulama.Tayamum hanya berlaku sekali untuk satu kali sholat.Boleh mengerjakan sholat sunnah , misal ba`diyah maghrib.Tayamum harus diniatkan untuk sholat wajib kemudian mengikuti sholat sunnah.Pengecualian dengan tayamum sholat dhuha bisa di lanjutkan dengan sholat jenazah.Tayamum seperti pengganti / cadangan bersuci jika tidak ada wudhu.Wajib beriringan dengan niat mulai mengambil debu.
  2. Mengusap wajah ketika bertayamum wajib disempurnakan ,pengecualian ,memasukkan debu kedalam alis ,cukup permukaan nya saja,begitu juga dengan kumis.jika janggut nya tipis wajib disempurnakan jika tebal cukup dipermukaan saja.Sunnah menepuk ketika mengambil debu.dan ketika mengusap tidak di lepas langsung bersambung.
  3. Mengusap kedua tangan ,bagaimana pun cara nya,pertama ketika diusap bagian tangan kanan . Pengambilan debug tepukan pertama untuk wajah ,tepukan kedua untuk  tangan,tepukan ketiga untuk sela 2jari.debu pada telapak tangan kanan untuk punggung tangan kiri kemudian melingkar begitu sebalik nya.
  4. Berurutan , wajah dahulu baru kedua tangan.

​Manuver PKI Membelit Istana


Oleh: Ustad Alfian Tanjung

Paska keluarnya TAP MPRS  No. XXV/1966 yang menyatakan PKI sebagai Partai dan organisasi teralarang, orang-orang yang pernah terlibat dengan PKI terbagi menjadi dua. Pertama, PKI yang ada di Indonesia. Mereka terdiri dari tiga kelas;  A, B, dan C. Masing-masing sesuai dengan kejahatan yang pernah mereka lakukan.
Golongan A adalah mereka yang memiliki kesalahan yang paling fatal dan mereka telah dieksekusi. Golongan  B, yaitu mereka yang melakukan kejahatan kelas menengah, oleh Orde Baru mereka diasingkan ke Pulau Buru. Oleh kader PKI, Pulau tersebut dijadikan judul film propaganda mereka. Adapun golongan C, yaitu kader PKI yang mendukung  aksi-aksi PKI. Jumlah mereka banyak dan berkeliaran dimana-mana. Mereka berpindah-pindah, bersembunyi dan bahkan mengganti identitas.
Kedua, orang-orang PKI yang berada di luar negeri. Setidak-tidaknya mereka melakukan tiga kegiatan, diantaranya adalah mereka yang tetap mengurus partai dengan semangat bahwa PKI tidak pernah dibubarkan. Kedua, mereka melanjutkan studi hingga ke perguruan tinggi di berbagai universitas  luar negeri. Seperti di Inggris,  Belanda,  Jerman,  Rusia,  maupun China. Banyak di antara mereka ada yang telah  menjadi doktor dan profesor. Terakhir adalah mereka yang bergerak di bidang bisnis.
Baik PKI dalam negeri maupun PKI luar negeri, mereka saling terhubung dan bekerja sama demi kebangkitan PKI di masa mendatang. PKI yang berada di dalam negeri bertugas mencari kader untuk kemudian dikirim ke luar negeri. Sementara PKI yang berada di luar negeri bertugas menyambut dan mengurus kader PKI yang berasal dari Indonesia. Sehingga ketika para kader PKI ini kembali ke Indonesia, mereka telah menjadi kader-kader tangguh yang nantinya menjadi mentor bagi kader PKI Indonesia.
Untuk mempertahankan eksistensinya, PKI memiliki jurus yang mereka sebut sebagai KKM. Yaitu Kemampuan Kerja di Kalangan Musuh. Kendati pintu politik telah ditutup bagi mereka, namun dengan KKM yang dipadu dengan kamuflase yang sempurna, mereka berhasil memasuki berbagai instansi pemerintahan di indonesia.Tak tanggung-tanggung, jabatan mentereng pernah mereka raih. Sebut saja Sudarmono, di zaman ORBA, tokoh PKI tulen tersebut berhasil menduduki kursi wakil presiden Indonesia.
Pasca revormasi, PKI seolah-olah mendapatkan angin segar. Berbagai aturan yang selama ini melarang PKI memasuki birokrasi dihapuskan. Terutama setelah keluarnya Undang-Undang Pemilu nomor 12 tahun 2003. Dimana pasal 60 G memuat adanya kebolehan orang-orang yang berideologi PKI menjadi apa saja di DPRD, DPR RI, legislatif, yudikatif, atau bahkan eksekutif.
Masuknya kader PKI ke berbagai instansi pemerintahan tentu memiliki tujuan yang tidak bisa diremehkan. Di antaranya adalah menghapus jejak hitam PKI. Menyatakan bahwa PKI tidak bersalah. Sebisa mungkin mereka menekan pemerintah agar meminta maaf kepada PKI. Tuntutan tersebut tidak mungkin keluar kecuali jika jumlah mereka telah terlampau banyak dan kekuatan telah berlipat ganda. Padahal permintaan maaf memiliki konsekuensi logis; meminta maaf berarti mengakui kesalahan. Jika sudah demikan, maka mau tidak mau umat Islam dan TNI yang dulu menjadi korban keganasan PKI akan menjadi pihak yang bersalah. Sebuah pemutar balikan fakta yang amat keji.
Dalam pengkoordinasian kekuatan, setidaknya PKI menggunakan tiga pola utama. pertama, pola resmi. Yaitu dengan menggunakan nama dan lambang PKI asli. Beberapa kali telah menggelar kongres. Kongers ke-8 pada tahun 2000 di Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Kongers ke-9 tahun 2005 di Cianjur Selatan. Dan yang terbaru adalah kongres ke-10, 15-17 Agustus tahun 2010 di Magelang.
Kedua, PKI Gaya Baru. Yaitu dengan menggunakan nama samaran dan lambang yang berbeda, padahal inti mereka adalah sama. Pola seperti ini diwakili oleh Partai Rakyat Demokratik (PRD) pimpinan  Budiman Sudjatmiko. Pada tanggal 24-26 maret 2015 PRD telah melakukan kongres yang ke-8 di Hotel Akasia, Jakarta Pusat. Dari kongres tersbut terbitlah sebuaah AD/ART PRD yang sama dengan AD/ART PKI.
Ketiga, kelompok romantis

 Ydaitu golongan tua yang terbakar api dendam dan kebencian. Selain karena alasan ideologi, mereka disatukan oleh omosi dan perasaan. Rata-rata usia mereka antara 70 dan 80 tahun ke atas. Mereka dianggap sebagai pahlawan ideologi oleh kader PKI, dan dipercaya untuk memberikan penjelasan tentang doktrin marxisme, sosialis dan ateisme.
Belitan PKI di Istana Negara bukan isapan jempol belaka. Keberadaan mereka bagaikan matahari di siang bolong. Sebut saja Teten Masduki, kader PKI asal Garut, Jawa Barat, sekarang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia. Padahal telah kita ketahui berseama bahwa tugas Staf Kepresidenan adalah memberi dukungan dan mengarahkan Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, dan pengelolaan isu strategis.
Dita Indah Sari, seorang Gerwani muda PKI. Dalam dua priode berturut-turut, Ia  menjabat sebagai staf ahli di Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Padahal pada tahun 1996 ia memiliki catatan hitam. Ia pernah ditangkap oleh polisi atas gerakan politiknya. Dalam catatan harian bertanggal 16 April 1996 yang berhasil diamankan oleh polisi, di sana tertulis, “Well, partai kita yang telah dibubarkan 31 tahun yang lalu, akan kita hidupkan lagi.”
Dan selanjutnya adalah Ribka Ciptaning, anggota DPR dari PDI Perjuangan yang datang dari Sukabumi Selatan, dimana daerah itu telah menjadi tempat diselenggarakannya kongres PKI ke-8. Dia pula yang menuliskan buku Aku Bangga Jadi Anak PKI.
Kehadiran kader PKI ke dalam panggung politik membawa dampak yang sangat meresahkan bagi masyarakat. Misalnya, keluarnya himbauan kepada orang yang berpuasa agar toleransi kepada orang yang tidak berpuasa, rencana penghapusan kolom agama dalam kartu identitas warga, dan pelarangan pembacaan doa ketika membuka atau menutup kegiatan belajar dan mengajar di sekolah-sekolah formal. Semua itu tidak lain merupakan cermin dari ideologi komunis yang menjadi program mereka.
Selain menargetkan Istana Negara, mereka juga telah menguasai birokrasi kepemerintahan. Mulai dari Gubernur, Bupati, Camat, Kades, sampai Ketua RT. Semua itu dilakukan dalam rangka mensukseskan terbentuknya Negara Demorasi Komunis Indonesia. Terbukti beberapa kepada daerah berani mengutak atik Syi’ar-Syi’ar Islam yang telah membudaya bagi rakyat Indonesia.
Di jakarta misalnya, Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur Jakarta yang akrab dipanggil Ahok, beberapa kali mengeluarkan surat edaran yang kontroversial. Yang tidak hanya menyakitkan hati warga yang Jakarta, tapi seluruh warga indonesia. Di antaranya adalah larangan untuk Takbir Keliling, larangan memakai jilbab di sekolah negeri, larangan pengajian di Monas, larangan kurban di masjid atau sekolah.
Sayangnya, ketika media mencoba menuturkan fakta-fakta tentang kebangkitan PKI, banyak dari kalangan umat islam Sendiri merasa ceuk, atau bahkan lebai dan mengada-ngada. Padahal fakta telah terpampang jelas di depan mata. Satu hal yang harus dijawab, “Haruskah leher umat Islam dipotong terlebih dahulu, baru mereka percaya?”
Namun, sebagai umat Islam tidak ada kata untuk menyerah, banyak hal yang bisa dilakukan. Antara lain; pertama, mengedukasi umat tentang bahaya dan realita kebangkitan PKI. Media memiliki tanggung jawab yang besar dalam membendung gerak laju PKI. Kedua, membentuk tim kecil yang fokus meneliti, mengkaji, membahas dan melaporkan perkembangan PKI. Ketiga, menghilangkan faktor-faktor pemicu tumbuhnya PKI. Seperti ketidakadilan, pengangguran, kapitalis, dan lain sebagainya.
Editor: Sahlan Ahmad (Majalah Islam An-Najah)

​KETIKA PKI MENEKAN ULAMA MEMINJAM TANGAN NEGARA


Oleh: Prof. Dr. Ing. H  Fahmi Amhar

Saya lahir ketika Orde Baru sedang mulai berkuasa,

yang saya tahu, saat itu PKI, anggota, keluarga dan pengikutnya, sedang dikejar-kejar dari lubang semut sampai lubang buaya.
Tetangga saya di-pulau-Buru-kan sepuluh tahun lamanya. Padahal di tahun 1960an, dia hanya orang-orang sederhana, yang karena takut pada PKI lalu ikut menjadi penggembira acaranya. 
Memang ada jutaan orang yang di masa Orde Baru terdholimi, baik yang masa lalunya dengan PKI membuat mereka dipersekusi. Atau juga orang-orang kritis lain yang dengan asal dituduh subversi.

Sejatinya, kejahatan Orde Baru tidak berarti memutihkan dosa-dosa PKI.
Karena, jauh sebelum Orde Baru mengejar-ngejar PKI,

justru PKI sudah biasa menekan dan membantai ulama di sana dan di sini, baik secara langsung, atau meminjam tangan negara dengan keji !!!
Zaman itu PKI juga sudah menyalahgunakan dasar negara. Para ulama yang anti komunis, dituduh Anti Pantjasila. Partai seberang, dibubarkan meminjam tangan penguasa. Para pemimpinnya dipenjarakan, tanpa pengadlan tentu saja, dan para pengikutnya dimusuhi dan dikejar sampai desa-desa.
Dan berikut ini adalah kesaksian tokoh ulama anti komunis di zaman itu, yang dipenjarakan sekian lama, PROF. BUYA HAMKA:
———————————————————————————-
Mari kita segarkan kembali ingatan kita, bahwa menegakkan kebenaran itu selalu penuh tantangan. Belum tentu yang tampak diikuti secara gegap gempita dengan segala kebesarannya adalah hal yang benar. Ulama sejati tidak boleh mundur menyuarakan kebenaran sekalipun kesesatan tampak bagai gelombang besar di hadapannya.
Pada tanggal 17 Agustus 1958, dengan suara yang gegap gempita, Presiden Soekarno telah mencela dengan sangat keras Muktamar (Konferensi) para Alim Ulama Indonesia yang berlangsung di Palembang tahun 1957. Berteriaklah Presiden bahwa konferensi itu adalah “komunis phobia” dan suatu perbuatan yang amoral.
Pidato yang berapi-api itu disambut dengan gemuruh oleh massa yang mendengarkan, terdiri dari parpol dan ormas yang menyebut dirinya revolusioner dan tidak terkena penyakit komunis phobia. Sebagaimana biasa pidato itu kemudian dijadikan sebagai bagian dari ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi, semua golongan berbondong-bondong menyatakan mendukung pidato itu tanpa reserve (tanpa syarat).
Malanglah nasib alim-ulama yang berkonferensi di Palembang itu, karena dianggap sebagai orang-orang yang kontra revolusi, bagai telah tercoreng arang. “Nasibnya telah tercoreng di dahinya”, demikian peringatan Presiden. Banyak orang yang tidak tahu apa gerangan yang dihasilkan oleh alim-ulama yang berkonferensi itu, karena disebabkan kurangnya publikasi (atau tidak ada yang berani) yang mendukung konferensi alim-ulama itu, publikasi-publikasi pembela Soekarno dan surat-surat kabar komunis telah mencacimaki alim-ulama kita.
Perlulah kiranya resolusi Muktamar Alim-Ulama ini kita siarkan kembali agar menyegarkan ingatan umat Islam dan membandingkannya dengan Keputusan Sidang MPRS ke IV yang berlangsung bulan Juli 1966 lalu.
Muktamar yang berlangsung pada tanggal 8 – 11 September 1957 di Palembang telah memutuskan bahwa :

1. Ideologi-ajaran komunisme adalah kufur hukumnya dan haram bagi umat Islam menganutnya.

2. Bagi orang yang menganut ideologi-ajaran komunisme dengan keyakinan dan kesadaran, kafirlah dia dan tidak sah menikah dan menikahkan orang Islam, tiada pusaka mempusakai dan haram jenazahnya diselenggarakan (tata-cara pengurusan) secara Islam.

3. Bagi orang yang memasuki organisasi atau partai-partai berideologi komunisme, PKI, SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakyat dan lain-lain tiada dengan keyakinan dan kesadaran, sesatlah dia dan wajib bagi umat Islam menyeru mereka meninggalkan organisasi dan partai tersebut.
Demikian bunyi resolusi yang diputuskan oleh Muktamar Alim-Ulama Seluruh Indonesia di Palembang itu. Resolusi yang ditandatangani oleh Ketua K.H. M. Isa Anshary dan Sekretaris Ghazali Hassan. Karena resolusi yang demikian itulah para ulama kita yang bermuktamar itu dikatakan oleh Presidennya sebagai amoral (tidak bermoral/kurangajar).
Akibat dari keputusan Muktamar tersebut, alim-ulama kita yang sejati langsung dituduh sebagai orang-orang tidak bermoral, komunis phobia, musuh revolusi dan sebagainya. Maka K.H. M. Isa Anshary sebagai ketua yang menandatangani resolusi itu pada tahun 1962 dipenjarakan tanpa proses pengadilan selama kurang lebih 4 tahun. Dan banyak lagi alim-ulama yang terpaksa menderita dibalik jeruji besi karena dianggap kontra revolusi. 
Terbengkalai nasib keluarga, habis segala harta-benda bahkan banyak di antara mereka memiliki anak yang masih kecil-kecil. Semua itu tidak menjadi pikiran Soekarno. Di samping itu, ada “ulama” lain yang karena berbagai sebab memilih tunduk tanpa reserve pada Soekarno dengan ajaran-ajaran yang penuh maksiat itu, bermesra-mesra dengan komunis di bawah panji Nasakom.
Bertahun lamanya masa kemesraan dengan komunis itu berlangsung di negara kita, dalam indoktrinasi, pidato-pidato Nasakom dipuji-puji sebagai ajaran paling tinggi di dunia. Dan ulama yang dipandang kontra revolusi yag telah memutuskan komunis sebagai paham kafir yang harus diperangi, dihina dan setiap pidato dan dalam setiap tulisan. Meskipun sang ulama sudah meringkuk dalam tahanan, namun namanya tetap terus dicela sebagai orang paling jahat karena anti Soekarno dan anti komunis.
Nasehat dan fatwa ulama yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Al Qur’an, dikalahkan dengan ajaran-ajaran Soekarno melalui kekerasan ala komunis.
Rupanya Allah hendak memberi dulu cobaan bagi rakyat Indonesia. Kejahatan komunis akhirnya terbukti dengan Gestapu-nya. Allah mencoba dulu rakyat Indonesia sebelum Dia membuktikan kebenaran apa yang dikatakan oleh alim-ulama itu hampir sepuluh tahun lalu.
Sidang MPRS ke IV pun telah mengambil keputusan mengenai komunis dan ajaran-ajarannya sebagai berikut :

“Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme/Marxisme/Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta media bagi penyebaran atau pengembangan paham atau ajaran tersebut adalah DILARANG”.
Dengan keputusan MPRS tersebut, apa yang mau dikata tentang alim-ulama kita yang dulu dikatakan amoral oleh Soekarno? Insya Allah para alim-ulama kita dapat melupakan semua penghinaan dan penderitaan yang dilemparkan kepada mereka. Dan sebagai ulama mereka tidak akan pernah bimbang walau perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan itu pasti akan beroleh ujian yang berat dari Tuhan.
Watak ulama adalah sabar dalam penderitaan dan bersyukur dalam kemenangan.
Ulama yang berani itu telah menyadarkan dirinya sendiri bahwa mereka itu adalah ahli waris para nabi.
Nabi-nabi banyak yang dibuang dari negeri kelahirannya atau seperti yang dialami Nabi Ibrahim a.s. yang dipanggan dalam api unggun yang besar bernyala-nyala, seperti Nabi Zakariya a.s. yang gugur karena digergaji dan lain-lain nabi utusan Allah.
Hargailah putusan Muktamar Alim-Ulama di Palembang itu, karena akhirnya kita semua telah membenarkannya. Bersyukurlah kita kepada Tuhan bahwa pelajaran ini dapat kita petika bukan dari menggali perbendaharaan ulama-ulama lama tapi hanya dalam sejarah 10 tahun yang lalu.
(Disarikan dari Kumpulan Rubrik Dari Hati ke Hati, Majalah Panji Mas dari 1967 – 1981, terbitan Pustaka Panji Mas hal 319)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑